... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kyai Umar Basri, Korban Teror Orang Gila Alami Trauma

Foto: Kyai Umar Basri, Penhasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Sentiong Cicalengka, Bandung.

KIBLAT.NET, Bandung – Penganiayaan tokoh agama dan aktivis Islam akhir-akhir ini di Jawa Barat menyisakan tanda tanya besar, sehingga memunculkan kecemasan di publik. Bukan sekadar tindak kriminal biasa, namun ada kesamaan pola dalam peristiwa itu. Kesamaan yang paling menonjol antara lain, pelaku alami gangguan jiwa, korban adalah ustadz dan santri.

Peristiwa penganiayaan pertama terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Hidayah Sentiong, Jl. Raya Barat Cicalengka No.263, Kp Sentiong, Cicalengka Kulon, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (27/1/2018) korban adalah pengasuh pesantren, KH Umar Basri (74) yang dianiaya oleh orang yang tak dikenal olehnya. Hasil penyelidikan polisi, Asep (52) ditetapkan sebagai tersangka yang mengalami gangguan jiwa. Kyai Basri mengalami luka lebam pada muka dan wajah berlumuran darah akibat dihantam kayu alas kaki buat muadzin oleh pelaku.

Kiblat.net berupaya mengurai benang kusut dan simpang siur opini yang bertebaran di media sosial.
Reporter Kiblat.net, Hafiz Syarif dan Muhammad Qoid berangkat ke Bandung untuk mengunjungi Pondok Sentiong asuhan Kyai Basri.

Ketika langit telah gelap, bintang gemintang nampak sebagian, azan shalat isya berkumandang Kiblat.net tiba di Pesantren Al Hidayah, Sentiong, Cicalengka. Usai shalat di masjid yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) Kiblat.net dipersilahkan menjenguk keadaan KH Umar Basri. Kunjungan Kiblat.net disambut hangat oleh keluarga besar Kyai di kediamannya di lingkungan Pesantren Al Hidayah. Di ruang tamu, Kiblat.net diterima oleh Kyai langsung, istri kyai, adik kyai dan keluarganya.

Wartawan Kiblatnet berkunjung ke kediaman KH Umar Basri

Kyai Basri Alami Trauma Hebat

BACA JUGA  Akankah Hukum Menyala Kepada La Nyalla?

Kang Aceng, sapaan akrab Kyai Basri terlihat memakai baju koko putih berbaring di atas kasur yang disediakan di ruang tamu untuk menjamu tamu-tamunya yang hendak menjenguknya. Kyai terlihat merintih meski wajahnya tak lagi terlihat luka memar dengan bengkak di kelopak mata kiri. Acap kali, Kyai menangis kemudian disambut dengan usapan oleh keluarga untuk menenangkan kyai.

Wartawan menanyakan langsung kepada Kyai akan kabarnya, Kyai mengatakan dirinya sehat alhamdulilah dan menghaturkan terimakasih atas kunjungannya. Namun, kala wartawan mencoba menanyakan perihal musibah yang dialaminya Kang Aceng menangis sembari merintih sakit mengusap wajahnya, kemudian keluarga mencoba menenangkan Kyai. Wartawan diingatkan keluarga untuk tidak dahulu menanyakan musibah itu.

Anak kedua dari sebelas keluarga Kyai Basri, Dedeng Junaidi menjelaskan kondisi kyai sudah sehat wal afiat. “Hasil diagnosa Rumah Sakit Al Islam, Kota Bandung, Kyai tidak mengalami luka dalam. Luka yang diterima terpusat di wajah, dengan bengkak di mata, menghilangkan empat gigi kyai dan bekas luka di pipi kiri hingga leher kyai,” kata Dedeng. Namun musibah itu menyisakan trauma hebat pada diri kyai.

“Kyai sudah berada di rumah sejak Sabtu, (3/2/2018) meski sudah baikan namun akang masih mengalami trauma, setiap kali mengingat atau diingatkan musibah itu kyai selalu menangis,” katanya kepada Kiblat.net di kediamannya, Rabu malam, (7/2/2018).

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Ulama Su', Menjual Agama Demi Syahwat Dunia

Dadang Iskandar, salah satu pengasuh pesantren yang turut menjamu tim Kiblat.net mengharapkan kyai mendapatkan bimbingan psikolog untuk menghilangkan trauma tersebut. Beliau sudah sepuh, kini menginjak usia 74 tahun, namun ia mendapatkan penganiayaan yang mengejutkan. Hal itu berdampak pada kondisi batin Kang Aceng.

“Bayangkan bagaimana traumanya di usia sepuh itu mendapatkan penganiayaan keras. Keluarga berharap pihak berwenang atau siapapun dapat mendatangkan psikolog handal untuk menyembuhkan traumanya,” ujarnya.

Dedeng Junaidi melanjutkan kang Aceng masih menjalani rawat jalan di RS Al Islam untuk mengecek kesehatan dan menjalani penyembuhan luka. Atas peristiwa tersebut keluarga menilai hal itu hanyalah musibah yang tak perlu dipermasalahkan, kyai pun sudah memaafkan pelaku adapun proses hukum tetap berjalan.

“Bayangkan bagaimana traumanya diusia sepuh itu mendapatkan penganiayaan keras. Keluarga berharap pihak berwenang atau siapapun dapat mendatangkan psikolog handal untuk menyembuhkan traumanya,” ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut banyak beredar isu tak sedap bahkan kebohongan yang diterima publik hingga terdengar di telinga keluarga kyai. Isu bohong itu mengatakan Kyai Umar Basri meninggal dunia. Sontak ormas dan keluarga kyai di Bandung maupun di luar Bandung panik menanyakan atau mendatangi pesantren memastikan kabar itu kepada keluarga.

Bersambung ke laman selanjutnya..

Baca juga: Ada Upaya Adu Domba NU-Persis Usai Serangan Orang Gila di Bandung

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fahira Idris: Kalau Tidak Kuat Dikritik, Jangan Jadi Presiden

DPR dan Pemerintah menyepakati pasal penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masuk dalam aduan umum. Pasal itu selanjutnya akan digodok lagi di tingkat Panja RKUHP. 

Kamis, 08/02/2018 12:53 1

Suara Pembaca

Pemuda Penjaga Syariat Ini Terpisah dari Keluarga, Mari Bantu!

KIBLAT.NET, Klaten – Dakwah Islam adalah sebuah amal yang menyeluruh. Tidak hanya berputar pada pengajian...

Kamis, 08/02/2018 11:48 0

Video Kajian

Apakah Mati dalam Khusnul Khatimah Bisa Disiapkan?

KIBLAT.NET – Apakah Mati dalam Khusnul Khatimah Bisa Disiapkan? Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan...

Kamis, 08/02/2018 11:45 1

Indonesia

Ini Tujuan Kapolri Tito Kunjungi Ormas Islam Pasca Pidatonya Viral

Ia mengaku sempat khawatir hubungannya dengan masyarakat terganggu akibat video potongan pidatonya yang viral, sehingga dianggap mendiskreditkan ormas Islam (selain NU dan Muhammadiyah).

Kamis, 08/02/2018 11:07 2

Video Kajian

Enam Jebakan Iblis, Sebagian Anda Lakukan Tanpa Sadar!

KIBLAT.NET – Enam Jebakan Iblis, Sebagian Anda Lakukan Tanpa Sadar! Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, ketika menggoda...

Kamis, 08/02/2018 10:54 0

Amerika

AS Ingin Taliban Duduk di Meja Perundingan

Wakil Menteri Luar Negeri AS, John Sullivan, mengatakan pada Selasa (06/02) bahwa negaranya masih berharap untuk mendorong Taliban ke meja perundingan dalam rangka membicarakan solusi politik konflik di Afghanistan.

Kamis, 08/02/2018 09:23 0

News

Temui Ormas Islam di DDII, Tito Cerita Sering Shalat di Masjid Al-Furqan

"Saya sengaja silaturahmi kepada Majelis Ormas Islam di Dewan Dakwah. Saya pribadi jujur saja memang belum terlalu dekat dengan dewan dakwah, secara personal, semenjak menjadi kapolri belum pernah ke DDII, dan MOI, meskipun saya sudah beberapa di antaranya saya kenal," ungkap Kapolri, Rabu (07/02/2018).

Kamis, 08/02/2018 08:40 1

Indonesia

Mahfud MD kepada Menag: Hati-Hati Pak Menteri

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan aturan mengenai pungutan zakat yang berasal dari pemotongan gaji ASN atau PNS yang beragama Islam.

Kamis, 08/02/2018 07:34 0

Indonesia

Pasal Penghinaan Presiden Dapat Munculkan Ketidakpastian Hukum

"Presiden dan Wapres tidaklah boleh mendapatkan perlakuan privilege hukum secara diskriminatif berbeda dengan kedudukan rakyat," lanjutnya.

Kamis, 08/02/2018 07:21 0

Profil

Amatullah Al-Masriyyah, Muslimah dalam Tiga Medan Jihad

Setelah tumbuh dan berkembang di Afganistan, Muslimah yang bernama Amatullah Al-Mashriyyah ikut dengan suaminya ke Yaman. Namun dia dan keluarga kembali lagi ke Afganistan

Kamis, 08/02/2018 05:32 0

Close