... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Darurat Bencana, Ada Apa Dengan Indonesia?

Foto: Bencana banjir di Indonesia

KIBLAT.NET – Warga di enam kecamatan Kabupaten Sukabumi mengalami gatal-gatal diduga karena terpapar merkuri. Para warga terkena merkuri karena memanfaatkan aliran sungai yang melintas wilayahnya. Tercatat ada delapan sungai yang diduga terkena limbah merkuri. (detik.com)

Sementara itu, sebagaimana kita ketahui di Asmat, provinsi Papua terjadi wabah campak dan gizi buruk yang sudah memakan banyak korban. Belum lagi berbagai bencana alam yang baru-baru ini menimpa NKRI. Mulai dari banjir dan gempa di berbagai daerah hingga longsor yang terjadi di Cijeruk, Puncak Bogor, dan Bandara Soeta. Dan masih banyak lagi daftar bencana yang menimpa Ibu Pertiwi.

Maraknya bencana yang beruntun menimpa negeri gemah ripah loh jinawi ini patut untuk kita renungi. Sebagai seorang muslim kita harus menggunakan kacamata keimanan dalam menyikapi setiap kejadian, termasuk bencana yang kini terjadi. Kita harus meyakini bahwa ini semua adalah ketentuan dan kehendak Allah ta’ala. Pun dengan adanya bencana yang terjadi silih berganti seharusnya mampu membuat kita menyadari bahwa kita hanyalah makhluk yang lemah dan terbatas. Bahwa tak ada daya dan upaya melainkan karena pertolongan Allah semata. Allah ta’ala berfirman,

Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. at-Taubah [9] : 51)

Namun kita juga wajib untuk bertafakur, apa yang salah dengan kita? Ada apa dengan Indonesia? Mengapa negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan dikenal sebagai masyarakat yang ramah ditimpa bencana sedemikian rupa? Karena kita meyakini bahwa di dunia ini terdapat hukum sebab-akibat. Barang siapa yang menanam maka pasti ia akan menuai. Terkait hal ini perlu kiranya kita merenungi ayat berikut,

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan(Allah).” (QS. ar-Ruum [30] : 41-42)

Jika kita menengok ke belakang, menelaah lintasan peristiwa yang terjadi Indonesia, kita dapat menyimpulkan bahwa betapa kita telah mempersekutukan Allah sebagai Dzat Yang Maha Mengatur. Bagaimana LGBT dilegalkan, zina dibiarkan merajalela, miras dijual bebas, Ulama dihinakan, dikriminalisasi, bahkan dihabisi, ormas Islam dibubarkan, kebenaran dibungkam, dan sederet kerusakan lainnya yang sejatinya bertentangan dengan aturan Al-Kholiq, Pencipta alam semesta.

Dalam tataran individu, masih ada sebagian besar masyarakat yang menjalankan hukum Islam semisal shalat, zakat, puasa, dan ibadah haji. Namun tak sedikit pula yang meninggalkannya. Dan pangkal dari semua kemaksiatan yang merajalela ini adalah diterapkannya hukum buatan manusia yakni kapitalisme demokrasi. Inilah sejatinya kerusakan terbesar yang telah kita lakukan. Kapitalisme dengan paham sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) telah membuat kita mempersekutukan Allah sebagai Al-Mudabbir, Yang Maha Mengatur kehidupan makhluk-Nya.

Maka dapat kita simpulkan, satu-satunya solusi untuk menuntaskan segala problematika yang menimpa negeri ini adalah dengan kembali pada hukum Allah sebagai Rabb manusia. Bukan hanya mengambil secara parsial, namun seutuhnya. Baik dalam urusan ibadah, ekonomi, politik, pemerintahan, pendidikan, dan lainnya semua diambil dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan demikian biidznillaah akan terwujud Indonesia sebagai baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur. Wallohua’lam. 

 

Oleh : Agi Bella Vania, Anggota Akademi Menulis Kreatif, Aktivis Penulis Bela Islam

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lagi, Masjid At-Tawakkal Bandung Disambangi Orang Gila Berpisau

Ujang menuturkan, awalnya dia hanya mendapat laporan dari pekerja bangunan yang sedang merenovasi masjid bahwa ada seorang dengan gerak-gerik mencurigakan.

Kamis, 08/02/2018 14:40 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Umat Harus Jaga Ulamanya

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), ustadz Zaitun Rasmin meminta segenap masyarakat untuk menjaga ulama di sekitarnya setelah maraknya kasus 'orang gila' yang menyerang sejumlah ustadz dan santri.

Kamis, 08/02/2018 14:34 0

Indonesia

Laporan Perjalanan Wartawan JITU ke Agats: Kota Tanpa Polusi

Penggunaan motor listrik juga berimbas pada tingkat kebisingan kota. Meskipun banyak kendaraan berseliweran, tetapi bisa di bilang jalanan di Agats adalah jalanan paling sunyi. Tak ada suara bising dari tarikan gas pengendara. Jika tak hati-hati, pejalan kaki bisa bertabrakan dengan pengendara.

Kamis, 08/02/2018 14:12 0

Arab Saudi

Putra Syaikh Al-Audah Sampaikan Kondisi Terakhir Ayahnya

Abdullah Al-Audah, putra dari Syaikh Salman Al-Audah, mengatakan bahwa ayahnya telah menghubungi keluarganya untuk pertama kalinya sejak ditangkap pihak berwenang Arab Saudi pada tanggal 10 September 2017.

Kamis, 08/02/2018 13:58 0

Afghanistan

Hamid Karzai: Kondisi Afghanistan Mengerikan Akibat Invasi AS

Karzai mengatakan bahwa negaranya terjerembab keadaan mengerikan setelah 16 tahun perang yang dipimpin AS terhadap Taliban.

Kamis, 08/02/2018 13:56 0

Indonesia

Laporan Perjalanan Wartawan JITU ke Agats: Mereka Hidup di Atas Rawa

Aktifitas Dermaga Agats cukup ramai. Lalu lintas kapal kecil mondar-mandir di sekitar dermaga, mengangkut barang bawaan atau  penumpang yang akan pergi dan datang dari Agats.

Kamis, 08/02/2018 13:55 0

Indonesia

Lika-liku Perjalanan Wartawan JITU Menembus Agats

Selasa (6/2/2018) siang rombongan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan wartawan dari Jurnalis Islam bersatu (JITU) tiba di Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, Papua. Rombongan berangkat dari bandara lama Mozes Kilangin, Timika.

Kamis, 08/02/2018 13:33 0

Indonesia

Safari ke Ormas Islam, Kapolri Enggan Disebut Ada Niat Politik

Pasca potongan video pidatonya viral, Kapolri Tito Karnavian melakukan kunjungan ke sejumlah Ormas Islam, diantaranya adalah MOI (Majelis Ormas Islam) dan LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam).

Kamis, 08/02/2018 13:14 1

Investigasi

Kyai Umar Basri, Korban Teror Orang Gila Alami Trauma

Wartawan menanyakan langsung kepada Kyai akan kabarnya, Kyai mengatakan dirinya sehat alhamdulilah dan menghaturkan terimakasih atas kunjungannya. Namun, kala wartawan mencoba menanyakan perihal musibah yang dialaminya kang Aceng menangis sembari merintih sakit mengusap wajahnya

Kamis, 08/02/2018 13:06 0

Indonesia

Fahira Idris: Kalau Tidak Kuat Dikritik, Jangan Jadi Presiden

DPR dan Pemerintah menyepakati pasal penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masuk dalam aduan umum. Pasal itu selanjutnya akan digodok lagi di tingkat Panja RKUHP. 

Kamis, 08/02/2018 12:53 1

Close