... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Videonya yang Viral, Ini Alasan Tito Karnavian

Foto: Kapolri Tito Karnavian

KIBLAT.NET, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian berkunjung ke gedung DDII, Jalan Kramat Raya Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (07/02/2018). Ia bersama rombongan Mabes Polri bertemu dengan sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) yang dipimpin oleh Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Ustadz Drs Muhammad Siddiq, MA.

“Kunjungan ini tidak lain hanya untuk mempererat silaturahmi dalam anggota MUI, khususnya DDII sekarang ini dengan kapasitas saya sebagai Kapolri,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, Tito juga berbicara tentang videonya yang viral belakangan ini. Di mana, Tito berkata hanya NU dan Muhammadiyah yang berperan dalam proses berdirinya Indonesia di masa lalu. Ormas Islam lain justru disebut Tito berupaya meruntuhkan NKRI

Tito berdalih bahwa apa yang disampaikannya itu berlangsung dalam forum tertutup. Videonya itu direkam dalam forum internal NU di Ponpes Annawawi, Serang, Banten pada 8 Februari 2017.

“Jadi tidak terbatas hanya ormas NU dan Muhammadiyah saja. Ada video yang viral, saya juga sebetulnya pertama agak bingung, ini video kapan, setelah saya minta staff saya untuk menelusuri, ternyata itu video setahun yang lalu. Waktu saya diundang ketua MUI KH Makruf Amin diundang di ponpes beliau di serang, saya datang, kebetulan itu forumnya internal,” terang Tito.

Dari durasi panjang Tito berpidato, video itu kemudian dipotong menjadi hanya dua menit, dan akhirnya sempat membuat polemik di masyarakat khususnya ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah.

BACA JUGA  Ibadah Haji Pernah Ditiadakan, Ini Riwayat dan Alasannya

“Mungkin jika melihat itu ada bapak-bapak yang tidak nyaman. Saya sudah sampaikan kemarin di Lembaga Persatuan Ormas Islam (LPOI), mudah-mudahan mereka bisa memahami,” ungkapnya.

“Karena bahasanya seperti mohon maaf, Polri hanya ingin membangun hubungan dua ormas saja, tidak. Itu kebetulan forumnya adalah internal NU,” terang Tito.

Menurut Tito, di luar potongan video tersebut juga terdapat sejumlah kritikan yang disampaikan kepada NU dan Muhammadiyah. Tito mengatakan, hal-hal yang dikritisinya mengenai keterlibatan tokoh Muhammadiyah dan NU dalam dunia politik.

“Saya sampaikan juga secara lisan kepada orang-orang di Muhammadiyah, ada hal yang perlu diwaspadai oleh teman-teman dari NU dan Muhammadiyah, karena berdasarkan informasi yang kami terima di grass root, ada kalangan elit ketika sudah masuk ke dunia politik, menjadi pejabat misalkan, sehingga di grass root ini serasa tidak didengar lagi,” ungkapnya.

Ia pun beralasan bahwa dalam videonya yang viral tersebut merupakan semangat yang disampaikannya kepada NU dan Muhammadiyah.

“Oleh karena itu, saya memberikan semangat, dari kritikan saya tersebut, saya memberikan semangat NU sebagai salah satu pendiri bangsa ini bisa dapat mengantisipasi hal ini dan menangani hal ini,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Mahalnya Ongkos Perang dan Mimpi Rekonsiliasi AS di Afghanistan

Empat puluh lima miliar dolar Amerika. Itulah ongkos yang harus dikeluarkan Amerika Serikat dalam perang di Afghanistan menurut Pentagon. Tanpa batas akhir, nominal itu diperkirakan akan terus naik yang diambil dari hasil pajak negara.

Rabu, 07/02/2018 17:37 0

Suriah

FSA Tahan Dua ‘Delegasi Oposisi’ di Perundingan Sochi

Faksi Free Syrian Army (FSA) di selatan menahan dua petinggi oposisi karena berpartisipasi dalam perundingan Sochi di Rusia.

Rabu, 07/02/2018 15:28 0

Rusia

Kembalinya Mayat Pilot Su-25 ke Rusia Sisakan Misteri

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa mayat Roman Filipov, pilot Su-25 yang tewas di Idlib telah dikembalikan melalui bantuan intelijen Turki.

Rabu, 07/02/2018 13:45 0

Opini

Ironi Papua, Kekayaan yang Tak Menyejahterakan

Sudah jamak diketahui Papua adalah tanah yang kaya. Proven deposit bahan tambang emas dan tembaga berjumlah 2,5 miliar ton, hanya di kawasan konsesi PT. Freeport Indonesia saja di Tembagapura, Kabupaten Mimika yang nilainya lebih dari US$ 100 miliar.

Rabu, 07/02/2018 11:11 0

Afghanistan

Di Kamp Umar, Taliban Berlatih Perang di Tengah Salju

Imarah Islam (Taliban) kembali merilis dokumentasi kegiatan di muaskar atau kamp pelatihan militer mereka melalui media sosial.

Rabu, 07/02/2018 10:27 0

Opini

Kartu Kuning untuk Negeriku

Dunia pendidikan melahirkan geliat perubahan dengan munculnya sosok pemuda berani nan kritis. Dialah Muhammad Zaadit Takwa, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tahun 2017.

Rabu, 07/02/2018 09:47 0

Amerika

Hasil Audit Badan Logistik di Pentagon, 800 Juta Dolar Mengalir Tak Jelas

Audit internal terhadap sebuah badan penyedia layanan logistik pertahanan (DLA) di bawah Departemen Pertahanan AS terungkap adanya kehilangan dana atau anggaran sebesar US$ 800 juta (sekitar Rp 10,8 triliun) yang penggunannya tidak jelas. Dana yang menguap sebesar itu dikatakan berasal dari proyek-proyek konstruksi militer, dan tidak memiliki a

Rabu, 07/02/2018 07:11 0

Suriah

Serangan Udara Meningkat, Kondisi Idlib-Ghauta Makin Mencemaskan

Dua kawasan besar yang dikuasai oposisi menjadi incaran Rusia dan Suriah belakangan ini. Sedikitnya ada 29 korban tewas akibat serangan udara di Idlib dan Ghauta.

Selasa, 06/02/2018 18:15 0

Suriah

Begini Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi di Idlib Versi Rusia

Jatuhnya pesawat tempur jenis Sukhoi milik Rusia di tangan oposisi di Idlib merupakan pertama kalinya terjadi. Pesawat itu ditempak jatuh oleh pejuang dari Haiah Tahrir Al-Syam pada Sabtu (03/02/2018).

Selasa, 06/02/2018 16:09 0

Suriah

Pengungsi Suriah Terancam Dipulangkan Paksa ke Negara Asal

Pengungsi Suriah terancam dipulangkan ke negara asalnya menurut laporan lembaga-lembaga kemanusiaan terkemuka.

Selasa, 06/02/2018 14:41 0

Close