... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Peristiwa Teror Orang Gila, Ingatkan Sejarah PKI

Foto: Komandan Brigade Persis Prawoto dianiaya orang gila. (Hidayatullah)

KIBLAT.NET, Bogor – Teror rencana pembunuhan terhadap para ulama yang terjadi akhir-akhir ini, bisa jadi merupakan skenario ulangan seperti yang pernah dilakukan oleh PKI sebelum terjadi makar keji, tragedi sadis gerakan 30 September 1965, lalu. Hal itu diutarakan oleh H.Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, Wakil Ketua Dewan Syariah Kota Bogor.

Dia beranggapan karena, rejim penguasa yang saat ini sedang berkuasa, mungkin oleh “mereka” (anak cucu PKI dan simpatisan gerakan komunis gaya baru) yang bekerjasama dan didukung negara komunis aseng, dianggap memberi angin segar untuk melanjutkan gerakan perjuangan PKI.

“Saya melihat itu dalam rangka merebut kekuasaan dan ingin menjadi penguasa di NKRI yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila dan UUD 1945, setelah itu, mereka ingin merubah dasar dan haluan NKRI menjadi Negara Komunis Republik Indonesia,” ujarnya kepada Kiblat.net, via telekomunikasi, Selasa, (6/2/2018).

Wakil Ketua GNPF Ulama Bogor Raya itu juga menjelaskan sudah menjadi fakta sejarah, perjuangan makar mereka selalu digagalkan dan terganjal oleh militansi umat Islam dan para ulama-ulamanya. Mereka adalah orang-orang yang istiqomah dalam perjuangan membela bangsa dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yg berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila dan UUD 1945 yang asli.

“Saya menduga partisan PKI sudah menyusup dalam segala lini institusi dan birokrasi pemerintah maupun swasta. Sebagian pelarian yang dimasa pasca G30 S PKI tahun 1965 juga belum tertangkap, mungkin banyak juga yg menyusup dalam segala profesi, menyusup masuk pesantren dan mungkin sudah ada yang jadi kyai atau ustadz,” analisisnya.

BACA JUGA  Cholil Nafis: Peristiwa di Nduga Pelakunya Teroris

Ustadz Dhani menganalisa bahwa mereka saat ini merasa sudah kuat dan situasinya mendukung, sehingga mereka ingin kembali merebut kekuasan untuk menguasai bangsa Indonesia. Penguasaan itu melalui parlemen dan kekuasaan pemerintahan, yang prosesi systemnya melalui pilkada, pemilu legislatif dan pilpres di tahun 2018 ini dan tahun 2019 yang akan datang.

“Lalu agar gerakan mereka mulus, mereka menteror umat Islam dan ulama-ulamanya yang lurus, anti penjajahan dan anti PKI. Teror itu dengan ancaman-ancaman seperti yang sudah mulai mereka jalankan dengan mengirimkan pembunuh bayaran yang pura-pura gila, agar nanti tidak diproses oleh aparat kepolisian,” ungkapnya.

Dia menegaskan skenario keji seperti ini harus disadari oleh seluruh umat Islam, para ulama dan rakyat Indonesia. Sehingga mereka (partisan PKI) tidak merajalela menghancurkan masa depan dan kejayaan bangsa Indonesia dengan menyusup mejadi aparat pemerintah dan ingin menjadi penguasa.

Namun himbaunya, umat tidak boleh lengah, bahwa skenario tersebut mungkin saja sebagai bagian dari strategi mengalihkan perhatian kita sebagai muslim dan warga bangsa pejuang yang selalu rela syahid. Berjuang untuk membela dan menyelamatkan bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahnya, dari gerakan mereka untuk menjadi penguasa, untuk menguasai aset-aset dan sumber daya bangsa Indonesia.

“Penguasaan itu melalui penjajahan dan penjarahan ekonomi yang sedang dan terus mereka lancarkan melalui proyek-proyek yang dikerjakan oleh dan bekerjasama dengan pemerintah resmi bangsa ini,” pungkasnya.

BACA JUGA  Setelah Bebas, Apakah Jonru Akan Seperti Dulu?

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Hunef Ibrahim

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Serangan Udara Meningkat, Kondisi Idlib-Ghauta Makin Mencemaskan

Dua kawasan besar yang dikuasai oposisi menjadi incaran Rusia dan Suriah belakangan ini. Sedikitnya ada 29 korban tewas akibat serangan udara di Idlib dan Ghauta.

Selasa, 06/02/2018 18:15 0

Suriah

Begini Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi di Idlib Versi Rusia

Jatuhnya pesawat tempur jenis Sukhoi milik Rusia di tangan oposisi di Idlib merupakan pertama kalinya terjadi. Pesawat itu ditempak jatuh oleh pejuang dari Haiah Tahrir Al-Syam pada Sabtu (03/02/2018).

Selasa, 06/02/2018 16:09 0

Suriah

Pengungsi Suriah Terancam Dipulangkan Paksa ke Negara Asal

Pengungsi Suriah terancam dipulangkan ke negara asalnya menurut laporan lembaga-lembaga kemanusiaan terkemuka.

Selasa, 06/02/2018 14:41 0

Rusia

Pejuang Suriah Miliki Rudal Anti Pesawat, Rusia Sebut Ancaman Besar

“Sistem pertahanan udara portabel yang dimiliki dan digunakan oposisi Suriah merupakan ancaman besar bagi semua pemerintah,” kata juru pemerintah Rusia, Dmitry Piskov, Senin (05/02), seperti dilansir Reuters.

Selasa, 06/02/2018 11:10 0

Opini

Murid Aniaya Guru Hingga Meninggal “Hal yang Wajar”

Disadari atau tidak, pendidikan merupakan bidang yang sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Sehingga tujuan pendidikan yang ada di suatu negeri tentunya harus dirumuskan dengan sebaik-baiknya.

Selasa, 06/02/2018 10:40 1

Video Kajian

Muslim Tidak Suka Islam Jaya, Tanya Kenapa?

KIBLAT.NET – Muslim Tidak Suka Islam Jaya, Tanya Kenapa? Sebagian orang yang secara lahir tampak...

Selasa, 06/02/2018 10:09 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Urusan Dunia Melalaikan Manusia

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Urusan Dunia Melalaikan Manusia. Kesibukan dunia dan himpitan kebutuhan hidup...

Selasa, 06/02/2018 10:05 0

Suriah

Serangan Udara Kembali Meningkat di Ghautah Timur, Damaskus

Pasukan pemerintah rezim Assad dilaporkan kembali melakukan penyerangan di wilayah Ghouta Timur.

Selasa, 06/02/2018 09:28 0

Rusia

Rusia Instruksikan Jetnya Terbang Lebih Tinggi di Suriah

Pejuang Suriah diketahui memiliki rudal portable yang ditembakkan dari atas pundak itu setelah berhasil menembak jatuh SU 25 milik Rusia di Idlib, Sabtu lalu.

Selasa, 06/02/2018 08:36 0

Irak

Gerilyawan “Bendera Putih” Ancam Jalur Minyak Iran-Iraq

"Kelompok yang disebut Bendera Putih tidak ada hubungannya dengan Da'ash (ISIS) atau Pemerintah Daerah Kurdistan," kata Hashemi.

Selasa, 06/02/2018 07:50 0

Close