... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

FSA Tahan Dua ‘Delegasi Oposisi’ di Perundingan Sochi

Foto: Dari kanan: Khaled al-Sharaa, Dr Ayesh Ghaneem dan Faisal al-Shahadat pada perundingan Sochi pada akhir Januari.

KIBLAT.NET, Daraa – Faksi Free Syrian Army (FSA) di selatan menahan dua petinggi oposisi Suriah karena berpartisipasi dalam perundingan Sochi di Rusia.

“Khaled al-Sharaa dan Faisal al-Shahadat, menghadiri Kongres Dialog Nasional Suriah di Sochi pada tanggal 30 Januari. Keduanya ditahan di kota Dael, provinsi Daraa,” kata seorang komandan FSA kepada Suriah Direct pada Selasa (06/02/2018).

Keduanya akan diadili di sebuah Pengadilan Tinggi di Daraa, wilayah yang berada dalam kontrol FSA. “Mereka akan dimintai pertanggungjawabannya karena menghadiri perundingan Sochi yang diboikot secara luas,” kata Sheikh Asmet al-Abassi, selaku ketua lembaga peradilan tersebut.

Kota Dael menampung sekitar 45.000 penduduk. Saat ini, al-Sharaa dan al-Shahadat ditahan oleh sukunya masing-masing di wilayah tersebut.

“Suku-suku tersebut ingin menyerahkan mereka,” kata komandan oposisi yang juga anggota Dewan Militer Dael. “Semua yang menghadiri Sochi, yang melayani rezim akan dimintai pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Pengadilan Tinggi mengeluarkan surat perintah penangkapan pada tanggal 3 Februari kepada al-Sharaa dan al-Shahadat serta seorang lainnya yang berasal dari Dael.

Khaled al-Sharaa diketahui berafiliasi dengan Partai Komunis Suriah, sebuah organisasi yang secara politis menentang rezim Suriah, namun beroperasi sesuai sistem Rezim.

Sementara Faisal al-Shahadat, yang berasal dari suku terkemuka di pedesaan Daraa, menghadiri perundingan Sochi mewakili pribadi, tidak terafiliasi dengan organisasi oposisi manapun.

Surat perintah penangkapan tidak tertulis bahwa mereka telah melakukan sebuah kejahatan. Namun, Dewan Revolusi Houran, sebuah organisasi masyarakat sipil meminta pengadilan untuk menuntut mereka karena melakukan “pengkhianatan dan kontak langsung dengan pihak asing”.

BACA JUGA  Idlib Berdarah, Seribu Lebih Orang Tewas dalam Empat Bulan

“Kami mengajukan banding ke jaksa penuntut umum Pengadilan Negeri, yang kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk mereka yang kembali ke wilayah oposisi setelah menghadiri Sochi,” kata Dr Mohammad a-Zouabi, presiden Dewan Revolusi Houran.

Untuk diketahui, faksi-faksi oposisi Suriah, dewan dan organisasi masyarakat sipil telah sepakat memboikot perundingan Sochi. Rusia dianggap gagal menjadi penjamin perdamaian karena melakukan kampanye udara yang menewaskan warga sipil di wilayah zona de-ekskalasi.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jamaah Ansharusy Syariah Sukses Gelar Seminar Kepemimpinan Islam

Jamaah Ansharusy Syariah sukses menggelar Seminar Kepemimipinan Islam bertajuk “Kepemimpinan Islam dalam Dinamika Politik Indonesia” di Hotel Sofyan Betawi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Rabu, 07/02/2018 14:52 0

Indonesia

Jamaah Ansharusy Syariah Dorong Adanya Sinergi Gerakan Islam Intra-Ekstra Parlemen

“Dua gerakan yang secara pemikiran ideologi maupun langkah seakan-akan dua kutub yang tidak bisa disatukan ini harus bisa menyatu dengan berbagai perbedaan yang ada.

Rabu, 07/02/2018 14:35 0

Indonesia

Ustadz Diserang, JAS: Perlu Laskar untuk Mengawal Dakwah

Amir Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Muhammad Achwan turut berkomentar dalam kasus penyerangan terhadap ustadz yang terjadi beberapa waktu lalu.

Rabu, 07/02/2018 14:03 0

Indonesia

Lewat Seminar, JAS Ingatkan Pentingnya Pemimpin Muslim

Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) menggelar Seminar Kepemimpinan Islam pada Selasa (06/02/2018). Acara ini diadakan sebagai proses awal penyadaran umat akan pentingnya memiliki pemimpin Muslim.

Rabu, 07/02/2018 12:00 0

Opini

Ironi Papua, Kekayaan yang Tak Menyejahterakan

Sudah jamak diketahui Papua adalah tanah yang kaya. Proven deposit bahan tambang emas dan tembaga berjumlah 2,5 miliar ton, hanya di kawasan konsesi PT. Freeport Indonesia saja di Tembagapura, Kabupaten Mimika yang nilainya lebih dari US$ 100 miliar.

Rabu, 07/02/2018 11:11 0

Opini

Kartu Kuning untuk Negeriku

Dunia pendidikan melahirkan geliat perubahan dengan munculnya sosok pemuda berani nan kritis. Dialah Muhammad Zaadit Takwa, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tahun 2017.

Rabu, 07/02/2018 09:47 0

Indonesia

FUUI: Ngaku Pancasilais, Tapi Kok Ragu Kriminalkan LGBT

"Justru mengapa pemerintah dan anggota dewan berpendapat bahwa perilaku LGBT adalah suatu hak asasi seseorang yang diakui. Hak asasi juga ada aturan, ini jelas penyimpangan. Kalau atas nama hak asasi, korupsi nanti juga diakui hak asasi," katanya kepada Kiblat.net via sambungan telephone, Selasa (6/2/2018).

Rabu, 07/02/2018 08:34 0

Indonesia

Dubes-dubes Negara Eropa Sambangi DPR terkait Revisi Pasal Perzinaan

Di antara yang mereka khawatirkan, pasal tersebut akan mempengaruhi ekonomi negara Eropa karena terkait turis

Rabu, 07/02/2018 07:55 0

Indonesia

Peristiwa Teror Orang Gila, Ingatkan Sejarah PKI

Teror rencana pembunuhan terhadap para ulama yang terjadi akhir-akhir ini, bisa jadi merupakan skenario ulangan seperti yang pernah dilakukan oleh PKI sebelum terjadi makar keji, tragedi sadis gerakan 30 September 1965, lalu. Hal itu diutarakan oleh H.Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, Wakil Ketua Dewan Syariah Kota Bogor.

Rabu, 07/02/2018 07:02 0

Indonesia

Dewan Syariah Kota Bogor: Aparat Jangan Mainkan Isu Orang Gila

KIBLAT.NET, Bogor – Penyerangan terhadap ulama oleh orang gila dinilai janggal, sehingga aparat kepolisian dituntut...

Selasa, 06/02/2018 21:11 1

Close