... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dubes-dubes Negara Eropa Sambangi DPR terkait Revisi Pasal Perzinaan

Foto: Tifatul Sembiring, berbincang kepada media usai seminar kebangsaan bertema: Zina dan LGBT dalam Tinjauan Konstitusi, Gedung Nusantara V MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (06/02/2018).

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi III DPR RI menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah perwakilan negara-negara Eropa membahas Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) tentang pasal perzinaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (05/02/2018). Sebanyak 25 nama perwakilan duta besar Uni Eropa diagendakan hadir dalam pertemuan tersebut.

Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, menyebut bahwa ke-25 perwakilan Dubes itu datang untuk memberikan sejumlah masukan ke DPR terkait pembahasan LGBT di dalam RKUHP yang tengah digodok di DPR.

“Mereka mendengar bahwa akan masuk di RUU KUHP itu pasal perzinaan, yang mengatur orang-orang yang yang tidak terikat perkawinan dan terkait LGBT. Menurut perwakilan Dubes Uni Eropa ini, mereka khawatir bahwa itu (RUU KUHP) akan berdampak pada ekonomi mereka, terkait masalah turisme di antaranya,” ungkap Tifatul usai seminar kebangsaan bertema: Zina dan LGBT dalam Tinjauan Konstitusi, Gedung Nusantara V MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (06/02/2018).

Tifatul menyebut, ada Duta Besar Jerman yang mengatakan bahwa di Jerman sekarang banyak pasangan yang disebut couple, dan tidak terikat pernikahan. Dubes Jerman menanyakan apakah dengan adanya RKUHP ini, pasangan itu akan ditangkap polisi.

“Soal berikutnya adalah tentang Gay dan larangannya. Apakah dengan adanya RKUHP ini mereka akan ditangkap. Jadi secara umum hal itu sudah dijawab oleh DPR, bahwa ada nilai-nilai kita yang berbeda dengan mereka,” ungkap Tifatul.

BACA JUGA  Pandemi Corona, Jokowi Tetapkan Status Darurat Kesehatan

Adapun dalam pertemuan DPR dan Dubes Uni Eropa kemarin (05/02/2018) diantara yang berbicara kepada DPR adalah Duta Besar Itali, Irlandia, Jerman, Hungaria, dan Spanyol.

“Ada yang bilang bahwa ini adalah tekanan atau pelajar terhadap proses legislasi di DPR ada tekanan atau pressure. Nah itu kalau penilaian ya boleh-boleh saja tapi kira-kira nuansa seperti itu saya kira ada,” lanjutnya.

Ia pun sempat berbincang dengan Dubes Inggris, mengapa mereka mengajak bicara tentang LGBT dalam hal ekonomi, sedangkan di uni Eropa ada masalah yang disebut Brexit, dan LGBT bukan masalah ekonomi di sana.

“Ya kalau ingin diterjemahkan adanya upaya mempengaruhi ya nuansa seperti itu ada ke arah sana, namun DPR itu tidak bisa diintervensi. Kami kemarin juga sudah menjawab bahwa ada nilai sendiri di tiap negara. Dan di Indonesia baik agama maupun kultur budaya, tidak ada yang melegalkan LGBT dan zina ini,” tukasnya.

Pembahasan RKUHP saat ini masih alot dikarenakan terdapat 14 isu krusial yang belum menemui kesepakatan. Di antaranya yang paling ramai adalah soal pasal pidana yang mengatur penyimpangan seksual sesama jenis atau lesbian, gay, biseksual, dan transgender.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Hasil Audit Badan Logistik di Pentagon, 800 Juta Dolar Mengalir Tak Jelas

Audit internal terhadap sebuah badan penyedia layanan logistik pertahanan (DLA) di bawah Departemen Pertahanan AS terungkap adanya kehilangan dana atau anggaran sebesar US$ 800 juta (sekitar Rp 10,8 triliun) yang penggunannya tidak jelas. Dana yang menguap sebesar itu dikatakan berasal dari proyek-proyek konstruksi militer, dan tidak memiliki a

Rabu, 07/02/2018 07:11 0

Suriah

Serangan Udara Meningkat, Kondisi Idlib-Ghauta Makin Mencemaskan

Dua kawasan besar yang dikuasai oposisi menjadi incaran Rusia dan Suriah belakangan ini. Sedikitnya ada 29 korban tewas akibat serangan udara di Idlib dan Ghauta.

Selasa, 06/02/2018 18:15 0

Suriah

Begini Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi di Idlib Versi Rusia

Jatuhnya pesawat tempur jenis Sukhoi milik Rusia di tangan oposisi di Idlib merupakan pertama kalinya terjadi. Pesawat itu ditempak jatuh oleh pejuang dari Haiah Tahrir Al-Syam pada Sabtu (03/02/2018).

Selasa, 06/02/2018 16:09 0

Suriah

Pengungsi Suriah Terancam Dipulangkan Paksa ke Negara Asal

Pengungsi Suriah terancam dipulangkan ke negara asalnya menurut laporan lembaga-lembaga kemanusiaan terkemuka.

Selasa, 06/02/2018 14:41 0

Rusia

Pejuang Suriah Miliki Rudal Anti Pesawat, Rusia Sebut Ancaman Besar

“Sistem pertahanan udara portabel yang dimiliki dan digunakan oposisi Suriah merupakan ancaman besar bagi semua pemerintah,” kata juru pemerintah Rusia, Dmitry Piskov, Senin (05/02), seperti dilansir Reuters.

Selasa, 06/02/2018 11:10 0

Opini

Murid Aniaya Guru Hingga Meninggal “Hal yang Wajar”

Disadari atau tidak, pendidikan merupakan bidang yang sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Sehingga tujuan pendidikan yang ada di suatu negeri tentunya harus dirumuskan dengan sebaik-baiknya.

Selasa, 06/02/2018 10:40 1

Video Kajian

Muslim Tidak Suka Islam Jaya, Tanya Kenapa?

KIBLAT.NET – Muslim Tidak Suka Islam Jaya, Tanya Kenapa? Sebagian orang yang secara lahir tampak...

Selasa, 06/02/2018 10:09 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Urusan Dunia Melalaikan Manusia

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Urusan Dunia Melalaikan Manusia. Kesibukan dunia dan himpitan kebutuhan hidup...

Selasa, 06/02/2018 10:05 0

Suriah

Serangan Udara Kembali Meningkat di Ghautah Timur, Damaskus

Pasukan pemerintah rezim Assad dilaporkan kembali melakukan penyerangan di wilayah Ghouta Timur.

Selasa, 06/02/2018 09:28 0

Rusia

Rusia Instruksikan Jetnya Terbang Lebih Tinggi di Suriah

Pejuang Suriah diketahui memiliki rudal portable yang ditembakkan dari atas pundak itu setelah berhasil menembak jatuh SU 25 milik Rusia di Idlib, Sabtu lalu.

Selasa, 06/02/2018 08:36 0

Close