... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polri Jadi Pj Gubernur, SNH: Ada Dua Aturan Dilanggar

Foto: Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Silviany Abdul Hamid (foto: snhadvocacycenter.org)

KIBLAT.NET, JAKARTA – Wacana Kementerian Dalam Negeri menunjuk perwira tinggi Polri sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara menuai kritik. Pasalnya, niat penunjukan dua jenderal dari Polri dinilai menyalahi aturan. Hal ini disampaikannya oleh Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Silviany Abdul Hamid dalam diskusi bertajuk “Netralitas TNI/POLRI Dalam Pilkada Serentak” di bilangan Cijantung, Jakarta Timur.

“Setidaknya ada dua aturan yang dilanggar,” ujarnya pada Kiblat.net dalam, Kamis (01/02/2018).

Aturan tersebut, katanya merupakan aturan khusus yang tidak multitafsir. Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara bagi Gubernur dan Wakil Gubernur. Ia melanjutkan, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota menyebutkan selama gubernur menjalani cuti di luar tanggungan negara ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur sampai selesainya masa kampanye.

Pada ayat (2) nya, masih kata Sylvi secara tegas dan jelas dinyatakan pelaksana tugas tersebut berasal dari pejabat pimpinan tinggi madya Kementerian Dalam Negeri atau Pemerintah Daerah Provinsi. “Aturan itu saja sudah jelas, jangan sampai Kementerian (Kementerian Dalam Negeri) melanggar aturan yang dibuatnya sendiri,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Undang-Undang Kepolisian, sambung Sylvi, juga mengingatkan kepada para aparatur kepolisian untuk mengundurkan diri kalau menduduki jabatan di luar kepolisian. “Harus mundur atau sudah pensiun baru aparat kepolisian bisa menduduki jabatan di luar kepolisian,” katanya.

BACA JUGA  Soroti Pernikahan Usia Dini, Politisi NasDem Salahkan Video Dewasa

Pengacara yang akrab disapa Silvi ini pun mensinyalir ada aroma politik dalam penunjukan dua jenderal Polri untuk menduduki jabatan pelaksana tugas Gubernur. “Muatan politiknya kentara, karena setelah pilkada ini ada pilpres,” cetusnya.

Hal itu dinilai berhubungan dengan pilpres tahun 2019 mendatang. Menurutnya, untuk melanggengkan pilpres ke depan dibutuhkan perangkat penyokongnya. “Nah pilkada ini menentukan untuk memenangkan calon gubernur pilihannya, sehingga untuk pilpres sudah ada modal,” pungkasnya

Reporter: Afriza DS
Editor: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

AS Masukkan Ismail Haniyeh dalam Daftar Teroris, Begini Respon Hamas

Hamas secara tegas menolak keputusan Amerika Serikat yang menempatkan Ismail Haniyeh dalam daftar teroris global.

Kamis, 01/02/2018 18:47 0

Amerika

Trump: Negara Penentang Keputusan AS atas Yerusalem adalah Musuh

Presiden AS Donald Trump menggambarkan negara-negara yang menentang langkahnya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebagai "musuh Amerika".

Kamis, 01/02/2018 17:30 0

Myanmar

ARSA: Kelompok Perdagangan Manusia Menyamar Jadi Kami di Bangladesh

Gerilyawan Rohingya itu mengungkapkan bahwa Myanmar telah menempatkan sejumlah orang yang menyamar sebagai anggota ARSA di Bangladesh.

Kamis, 01/02/2018 17:05 0

Video Kajian

Gus Hamid: Memilih Pemimpin Muslim Saja, Tidak Cukup

KIBLAT.NET – Gus Hamid: Memilih Pemimpin Muslim Saja, Tidak Cukup. Adanya pemimpin bagi umat Islam...

Kamis, 01/02/2018 16:17 0

Fikih

Shalat Gerhana Sendirian, Bolehkah?

Para ulama sepakat bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah. Boleh dilaksanakan secara sendirian di rumah atau di tempat-tempat yang lain. Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanbali, tidak ada perbedaan antara gerhana bulan dan matahari. Kedua-duanya disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Sementara dalam mazhab Hanafiah dan Malikiah menyatakan tidak disunnahkan berjamaah dalam shalat gerhana bulan.

Rabu, 31/01/2018 16:31 0

Tazkiyah

Mana yang Lebih Tua, Rasulullah atau Al-Abbas bin Abdul Muthalib

Sebagian orang pernah menanyakan kepada Al-Abbas bin Abdul Muthalib, salah seorang paman Nabi perihal siapa di antara keduanya yang lebih tua, apakah dia sendiri ataukah Rasulullah Muhammad.

Rabu, 31/01/2018 15:30 0

Amerika

Trump Teken Perintah Eksekutif Tolak Penutupan Penjara Guantanamo

Trump menjelaskan niatnya selama kampanye 2016 untuk membiarkan penjara itu tetap terbuka. Perintah ini memungkinkan sekretaris pertahanan dapat memasukkan seseorang yang dianggap bersalah dan ditangkap oleh AS ke dalam penjara yang terletak di Kuba itu.

Rabu, 31/01/2018 12:24 0

Rusia

Pidato di Sochi, Menlu Rusia Diteriaki Delegasi Oposisi

Anggota faksi oposisi Suriah yang menghadiri perundingan Sochi di Rusia meneriaki Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov ketika berpidato. Ia mengecam Rusia yang mendukung rezim Suriah Bashar Assad.

Rabu, 31/01/2018 10:22 0

Rusia

Hasil Konferensi Sochi Abaikan Tuntutan Oposisi Suriah

Kongres Perdamaian Suriah di Sochi, Rusia, Selasa (30/01), menyimpulkan pernyataan yang menyerukan pemilihan secara demokrasi namun mengabaikan tuntutan utama oposisi

Rabu, 31/01/2018 08:58 0

Rusia

Tiba di Sochi, Sekelompok Oposisi Suriah Balik Sebelum Turun Pesawat

Sekelompok oposisi Suriah yang bertolak ke Konferensi Dialog Nasional Suriah di Sochi, Rusa, Selasa (30/01), akhirnya balik sebelum turun dari pesawat. Rombongan berjumlah 120 tokoh politik oposisi Suriah itu terbang dari Turki.

Rabu, 31/01/2018 07:22 0

Close