... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ARSA: Kelompok Perdagangan Manusia Menyamar Jadi Kami di Bangladesh

Foto: ARSA

KIBLAT.NET, Rakhine – Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) kembali mengeluarkan pernyataan melalui akun Twitter @Arsa_Official. Kali ini, gerilyawan Rohingya itu mengungkapkan bahwa Myanmar telah menempatkan sejumlah orang yang menyamar sebagai anggota ARSA di Bangladesh.

Menurut penjelasan ARSA, mereka yang menyamar bertugas untuk merusak citra ARSA baik di kalangan pengungsi maupun pemerintah Bangladesh. Selain itu, pihak yang dimaksud, disebutkan juga terlibat sindikat perdagangan manusia.

“Kelompok perdagangan manusia dan beberapa kelompok lain yang ditugaskan pemerintah Burma telah menjalankan kegiatan di dalam negara bagian Arakan dan juga kamp pengungsi di Bangladesh,” ungkap ARSA pada Rabu (31/02/2018).

“Mereka menyamar sebagai anggota ARSA dengan maksud menodai citra mulia ARSA di mata masyarakat internasional termasuk Pemerintah Bangladesh,” sambungnya.

Dalam pernyataannya, ARSA kembali menegaskan bahwa tujuan mereka adalah untuk menyelamatkan etnis Muslim tertindas di Rakhine yaitu Rohingya. Langkah yang diambil ini dipandang sah di mata hukum internasional sebagai upaya untuk membela diri dari kekerasan.

“ARSA telah menyatakan dengan tegas dan jelas, tujuan kami untuk mempertahankan, menyelamatkan etnis Rohingya yang tidak bersalah di Negara Bagian Arakan dengan sebaik-baiknya. Karena kita memiliki hak yang sah menurut hukum internasional untuk membela diri,” tegasnya.

ARSA juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin berurusan dengan pihak lain kecuali Pemerintah Myanmar. Perlawanan akan terus dilakukan hingga segala tuntutan ARSA dapat dipenuhi.

BACA JUGA  Takmir Masjid Beberkan Alasan UGM Tolak Ustadz Abdul Somad

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pj Gubernur dari Polri, Adakah Kaitan dengan Pemilu 2019?

Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor, Dr Muhammad Taufik, SH menganalisis pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo prihal dua jenderal kepolisian yang akan mengisi kekosongan kursi gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara pada masa-masa Pilkada 2018.

Kamis, 01/02/2018 16:46 0

Video Kajian

Gus Hamid: Memilih Pemimpin Muslim Saja, Tidak Cukup

KIBLAT.NET – Gus Hamid: Memilih Pemimpin Muslim Saja, Tidak Cukup. Adanya pemimpin bagi umat Islam...

Kamis, 01/02/2018 16:17 0

Indonesia

Hormati Aturan Berlaku, AirAsia Tugaskan Pramugara Rute Aceh

Opsi itu diambil setelah provinsi di Indonesia itu mewajibkan jilbab untuk setiap pramugari yang tiba di wilayah tersebut.

Kamis, 01/02/2018 16:01 0

Indonesia

Tanggulangi KLB Gizi Buruk, ACT Kirim 100 Ton Bahan Pangan ke Asmat

Kapal Kemanusiaan (KK) Papua ACT akan membawa bantuan pangan, medis dan seratus relawan

Kamis, 01/02/2018 14:08 0

Indonesia

Mangkir dari Sidang Alfian Tanjung, Hasto Dinilai Hina Lembaga Peradilan

Hasto dua kali mangkir dari persidangan dengan dalih yang sama, yaitu karena kesibukan di PDIP

Kamis, 01/02/2018 13:50 1

Indonesia

Jenderal Polisi Dijadikan Pj Gubernur, Pakar Hukum: Itu Kacau Balau

Langkah Kemendagri mengusulkan perwira tinggi Polri jadi Pj Gubernur melanggar pasal 28 ayat 3 UU No 2 2002 tentang Undang-undang Kepolisian

Kamis, 01/02/2018 12:13 0

Indonesia

Mangkir dari Sidang Alfian Tanjung, Sekjen PDIP Akan Dijemput Paksa

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mnagkir dari dua kali persidangan Alfian Tanjung

Kamis, 01/02/2018 11:36 1

Indonesia

Pernyataan Kapolri Soal Ormas Islam Dinilai Berpotensi Memecah Belah Bangsa

Pihak-pihak yang merasa dirugikan nama lembaga ormasnya bisa melaporkan Kapolri atas delik aduan pencemaran nama baik

Kamis, 01/02/2018 11:13 0

Indonesia

Kongres Ulama Muda Muhammadiyah: Politik Uang Dilaknat Allah

"Menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk menghindari segala bentuk money politik karena merupakan bentuk penyuapan (risywah) untuk meraih jabatan,"

Kamis, 01/02/2018 08:08 0

Indonesia

DDII: Pernyataan Kapolri Memecah Belah, Harus Minta Maaf

Ketua Umum Dewan Dakwah Indonesia (DDII), Mohammad Siddik memberikan tanggapan terkait pidato Kapolri Tito Karnavian yang menyinggung NU-Muhammadiyah.

Rabu, 31/01/2018 22:25 0

Close