... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

INDEF Minta Pemerintah Tak Lagi Klaim Surplus Beras

Foto: Beras

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga riset independen The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengeluarkan rilis perekenomian tahun 2018. Terkait pangan, pemerintah diminta tak lagi mengklaim surplus beras.

Awal 2018 perekonomian Indonesia diwarnai dengan dinamika harga pangan dan energi yang berpotensi menjadi batu sandungan bagi upaya akselerasi perekonomian. Bahan pangan beras mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, sehingga mendesak Pemerintah untuk melakukan stabilisasi dengan mengambil kebijakan impor.

INDEF menilai pengelolaan pangan dan energi belum menyelesaikan pokok persoalan. “Pangan dan energi merupakan penentu utama stabilitas perekonomian Indonesia. Sementara pengelolaan pemenuhan dan stabilitas harga pangan dan energi masih dilakukan secara ad hoc belum menyelesaikan pokok persoalan,” ungkap lembaga itu melalui rilis tertulis, Kamis (25/01/2018).

INDEF menyebut tingkat kecanduan impor Indonesia terhadap komoditas pokok tersebut kian mengkhawatirkan. Akibatnya, perekonomian sangat rentan dengan dinamika perekonomian global. Selain itu produktivitas nasional tidak pernah maksimal karena potensi ekonomi domestik tidak dikelola dengan baik.

Terkait pangan, jika harga kebutuhan itu terus mengalami gejolak, maka upaya pemulihan daya beli masyarakat akan terhambat. Artinya target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen akan sulit dicapai.

Lembaga itu pun meminta pemerintah tak terus melakukan klaim surplus beras. “Tidak lagi mengklaim surplus beras sebelum melakukan pendataan produksi beras secara faktual dan sistematis,” kata pihak INDEF.

BACA JUGA  Revisi UU TNI Dinilai Akan Kembalikan Dwifungsi ABRI

Setelah kebijakan impor diambil INDEF pun meminta pemerintah menyalurkan beras secara bertahap, sehingga tak merugikan petani. “Menggelontorkan beras secara bertahap dengan tujuan stabilkan harga, lalu dihentikan ketika masa panen tiba sehingga tidak kurangi pendapatan petani Indonesia,” tandas lembaga itu.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Profesor Gaza: Dijajah Israel, Palestina Bagaikan Penjara Terbuka

"Palestina bagaikan penjara terbuka," kata Ketua Senat Universitas Islam Gaza (IUG), Prof. Dr. Nasruddin Shodiq El Mezaini

Kamis, 25/01/2018 16:36 0

Yaman

Senior Al-Qaidah Yaman Masuk Daftar Teroris AS Pasca Bela Al-Quds

Amerika Serikat pada Selasa (23/01/2018), memasukkan Khalid Batarfi, seorang senior Al-Qaidah Yaman ke dalam daftar teroris global. Keputusan tersebut diklaim untuk mencegah serangan teroris lebih lanjut terhadap basis-basis AS di berbagai negara. 

Kamis, 25/01/2018 14:23 0

Video Kajian

Arti dan Dahsyatnya Doa bagi Seorang Mukmin

KIBLAT.NET – Arti dan Dahsyatnya Doa bagi Seorang Mukmin. Al-Qur’an memberikan porsi sebanyak 203 ayat...

Kamis, 25/01/2018 13:37 0

Pakistan

Pakistan Kecam Serangan Drone AS di Kurram

Media Pakistan mencatat, sosok komandan yang terbunuh adalah Ahsan alias Khoray, selain anggota Jaringan Haqqani lainnya.

Kamis, 25/01/2018 13:27 0

Suara Pembaca

BMH Gelar Program Sehat Peduli Gizi Serentak di 28 Provinsi

BMH gelar program sehat peduli gizi serentak di 28 provinsi

Kamis, 25/01/2018 13:22 0

Artikel

Kurdi dalam Persimpangan Kepentingan AS dan Turki di Suriah

Kurdi dalam Persimpangan Kepentingan AS dan Turki di Suriah. Konflik di perbatasan Turki Suriah kembali memanas, dipicu oleh rencana Amerika untuk melatih 30 ribu militan Kurdi. Bagaimana sejatinya kepentingan Turki dan AS di Suriah, apa pula tuntutan Kurdi di wilayah tersebut?

Kamis, 25/01/2018 12:18 0

Suriah

SDF: Warga AS, Inggris dan Jerman Bergabung Lawan Turki di Afrin

Pejabat SDF Redur Xelil, mengatakan bahwa pejuang asing memilih pergi ke Afrin untuk mendukung upaya melawan serangan Turki.

Kamis, 25/01/2018 11:45 0

Turki

Turki Tangkap 150 Orang Karena Komentari Operasi Militer di Afrin, Suriah

Pihak berwenang Turki dilaporkan menangkap sedikitnya 150 orang karena dituduh “menyebar propaganda teroris” di media social terkait operasi militer di Afrin, lapor media Turki, Rabu (24/01).

Kamis, 25/01/2018 09:45 0

Amerika

Empat Warga AS Tewas dalam Serangan Taliban di Hotel Kabul

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Rabu (24/01), mengonfirmasi sedikitnya empat warganya termasuk dari puluhan korban tewas akibat serangan Taliban ke Hotel Intercontinental di pusat ibu kota Kabul pada Sabtu lalu. Sedikitnya lima pejuang Taliban berhasil memasuki hotel tempat menginap warga asing itu dan menyandera pengunjungnya.

Kamis, 25/01/2018 09:10 0

Suriah

FSA Sudah di Pinggiran Afrin, Militer Turki Terus Menggempur

Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), Rabu malam (24/01), sudah mencapai pinggiran kota Rajo di sekitar Afrin. Sementara pasukan Turki terus menggempur dari udara dan darat milisi Kurdi PKK.

Kamis, 25/01/2018 08:01 0

Close