... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penasihat Ali Khemenei: Tanpa Iran, Rezim Suriah Runtuh Hitungan Pekan

Foto: Penasihat Pemimpin Spriritual Tertingi Syiah Iran Ali Khamenei, Ali Akbar Welayati,

KIBLAT.NET, Teheran – Penasihat Pemimpin Spriritual Tertingi Syiah Iran Ali Khamenei, Ali Akbar Welayati, mengatakan bahwa tanpa Iran, pemerintah Suriah akan jatuh dalam hitungan pekan.

“Koordinasi dan dukungan Iran memainkan peran penting di Suriah, jika tidak, orang-orang Rusia tidak dapat melakukan apapun di kawasan ini,” katanya kepada surat kabar Kayhan Iran, Selasa (23/01).

Welayati juga menuduh Amerika Serikat berusaha membagi-membagi Suriah. Dia membantah bahwa Iran memiliki peran dalam operasi militer Turki di Afrin.

“Amerika Serikat dan Barat mencoba mengubah perbatasan negara-negara bagian dan menciptakan Timur Tengah yang besar yang menjangkau wilayah perbatasan Rusia dan China,” katanya dalam sebuah pidato.

Dia mengklaim bahwa dukungan Teheran ke Irak, Suriah dan Lebanon adalah tindakan pencegahan sebelum perawatan. Iran berperang di Irak dan Suriah untuk mencegah dua Negara itu terpecah-pecah.

Di sisi lain, penasihat untuk urusan militer Ali Khemenei, Mayor Jenderal Rahim Safavi mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang mengerjakan pembentukan pasukan militer Kurdi yang terdiri dari tiga puluh ribu pejuang, untuk menemukan daerah otonom bagi orang Kurdi.

Dia menambahkan bahwa wilayah otonomi Kurdi terbentang dari Turki selatan ke Irak barat, dan juga mencakup sekitar 25% wilayah Suriah.

Safavi mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada televisi Iran bahwa strategi baru Washington adalah mempertahankan atau memperluas ketegangan di wilayah tersebut untuk mendapatkan keuntungan secara politis, militer dan ekonomi.

BACA JUGA  Iran Sita Kapal Tanker Inggris Saat Melintas di Selat Hormuz

Dia mengatakan wilayah tersebut tengah mengalami persaingan strategis antara Amerika, Rusia, China dan bahkan India, yang memperingatkan bahwa hal itu bisa berubah menjadi zona konflik di antara kekuatan-kekuatan ini.

Dia mengatakan Arab Saudi telah memasuki arena persaingan di kawasan tersebut dengan memompa uang, namun kebijakannya gagal di Yaman, Lebanon dan Irak.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktru: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Impor Beras Zalimi Petani

Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM) menyayangkan sikap pemerintah yang berencana melakukan impor beras. Hal itu ditegaskan oleh Koordinator KAM, Amirullah Hidayat.

Selasa, 23/01/2018 21:55 0

Indonesia

Pansus Bantah Ada Fraksi Setuju Minol Dijual Bebas di Warung

Terkait isu minuman berakohol dijual bebas di warung-warung, Ketua Pansus RUU Minuman Beralkohol, Arwani Thomafi akhirnya bicara.

Selasa, 23/01/2018 21:00 0

Indonesia

Dahnil Anzar: Kasus Novel Jangan Seperti Siyono

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak berharap agar penanganan kasus ini tak seperti Siyono dan Munir.

Selasa, 23/01/2018 20:12 0

Opini

Ketika Khalid Tak Sengaja Menista

Rasulullah SAW masih memarahinya ketika Khalid bin Walid ra “keceplosan” mencela Abdurrahman bin Auf ra

Selasa, 23/01/2018 19:40 0

Indonesia

Ini Alasan Kenapa RUU Larangan Minol Tak Kunjung Digolkan

RUU Larangan Minuman Beralkohol tak kunjung rampung. Hal itu diakui oleh ketua Pansus RUU Larangan Minol, mengingat Pansus ini sudah dibentuk sejak 2015 lalu.

Selasa, 23/01/2018 19:17 0

Indonesia

Guru Besar IPB: Revisi KUHP Harus Perluas Pasal LGBT

"Kami meminta pencabulan sesama jenis oleh siapapun dikatakan ilegal, baik di tempat terbuka atau tempat tertutup"

Selasa, 23/01/2018 18:14 0

Indonesia

Ustadz Fathuddin Ja’far Diperiksa terkait Ceramah Maheer At-Thuwailibi

Ustadz Fathuddin Ja'far hari ini dipanggil oleh pihak kepolisian. Ustadz Ja'far diperiksa bukan karena terjerat kasus tertentu. Namun diperiksa sebagai saksi atas ceramah Maheer At-Thuwalibi.

Selasa, 23/01/2018 17:32 0

Indonesia

AILA: Upaya Melegalkan LGBT Bukan Isapan Jempol

Rita mengatakan hal itu adalah pertarungan ideologis. Ia berharap semoga anggota dewan yang memiliki wewenang menentukan isi KUHP masih sadar bahwa ideologi negara ini berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Selasa, 23/01/2018 17:00 0

Indonesia

Fahira Idris Ajak Masyarakat Kawal RUU terkait Miras dan LGBT

“Jika benar nanti undang-undang membolehkan miras dijual di warung-warung yang bisa kita lakukan selain melawan secara konstitusional adalah ‘menghukum’ mereka yang mendukung,” kata Fahira Idris melalui rilisnya pada Senin (23/01/2018) malam.

Selasa, 23/01/2018 16:16 0

Video Kajian

Ust. Bachtiar Nasir: Memilih Pemimpin dalam Pilkada 2018

KIBLAT.NET – Syuro atau musyawarah adalah pendekatan Islam dalam menentukan pemimpin dan kandidat yang layak...

Selasa, 23/01/2018 16:10 0

Close