... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bela Al-Quds, Al-Qaidah Yaman Imbau Umat Islam Lawan AS dan Yahudi

Foto: Khalid Batarfi, komandan tertinggi Al-Qaidah Yaman.

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemimpin senior Al-Qaidah mengimbau kepada umat Islam untuk bangkit melawan Yahudi dan Amerika. Seruan ini untuk merespon keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel.

Sebagaimana diketahui, Trump pada tanggal 6 Desember mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke kota itu.

Pada hari Senin, Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan pada akhir tahun 2019, dalam sebuah pidato di parlemen Israel. Saat itu, para anggota parlemen Palestina diusir setelah menyerukan aksi protes.

Dalam sebuah video yang dirilis pada Senin (22/01/2017), Khalid Batarfi mengatakan bahwa keputusan Trump adalah sebuah deklarasi perang Yahudi atau Perang Salib gaya baru. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk membebaskan kota suci tersebut.

“Tidak ada Muslim yang rela menyerahkan Yerusalem, tidak peduli apapun yang terjadi,” kata Batarfi, yang menjadi komandan tertinggi Al-Qaidah di Yaman (AQAP). “Hanya pengkhianat yang akan memberikannya atau menyerahkannya,” tegasnya.

“Biarkan mereka (Muslim) bangkit dan menyerang orang-orang Yahudi dan Amerika di manapun,” katanya, dalam video berdurasi 18 menit yang berjudul “Tugas Kami Menuju Yerusalem”.

Keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sendiri telah memicu protes di seluruh dunia Muslim dan mendapat kritik keras dari sekutu AS.

Dalam video tersebut, Batarfi menganggap protes sekutu AS itu tidak murni. “Tidak ada apa pun kecuali debu yang dilemparkan ke mata,” katanya.

“Tanggung jawab terbesar terletak pada kaum Muslim di Amerika dan negara-negara Barat di dunia,” katanya.

“Orang-orang Muslim (Palestina) di tanah yang diduduki harus membunuh setiap orang Yahudi, menyusup dan menikam mereka, atau dengan menggunakan senjata melawan mereka, atau dengan membakar rumah mereka,” jelas Batarfi.

Batarfi merupakan tokoh senior AQAP, yang disebut AS sebagai cabang jaringan militan paling berbahaya di dunia. AQAP sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tahun 2015 di Paris terhadap majalah satir Prancis Charlie Hebdo karena memuat kartun yang menghina Nabi Muhammad.

Sumber: The New Arab
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Aroma Pencitraan dalam Elegi Asmat

Santer diberitakan di sejumlah media bahwa 61 anak suku Asmat di Papua meninggal akibat campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga 11 Januari 2018.

Rabu, 24/01/2018 10:07 0

Indonesia

Prof Euis: Fraksi yang Tak Larang LGBT Berarti Melegalkan

"Sebetulnya apa yang dikatakan oleh Pak Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR itu ada betulnya, istilahnya melegalkan itu adalah jika tidak menyetujui RUU LGBT atau perluasan makna pencabulan sesama jenis dalam KUHP, kan berarti sama saja membiarkan itu dan sama saja dengan melegalkan, karena tidak ada larangan atau tidak ada aturannya," ungkap Euis saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (23/01/2018).

Rabu, 24/01/2018 09:38 0

Indonesia

Impor Beras Zalimi Petani

Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM) menyayangkan sikap pemerintah yang berencana melakukan impor beras. Hal itu ditegaskan oleh Koordinator KAM, Amirullah Hidayat.

Selasa, 23/01/2018 21:55 0

Indonesia

Pansus Bantah Ada Fraksi Setuju Minol Dijual Bebas di Warung

Terkait isu minuman berakohol dijual bebas di warung-warung, Ketua Pansus RUU Minuman Beralkohol, Arwani Thomafi akhirnya bicara.

Selasa, 23/01/2018 21:00 0

Indonesia

Dahnil Anzar: Kasus Novel Jangan Seperti Siyono

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak berharap agar penanganan kasus ini tak seperti Siyono dan Munir.

Selasa, 23/01/2018 20:12 0

Opini

Ketika Khalid Tak Sengaja Menista

Rasulullah SAW masih memarahinya ketika Khalid bin Walid ra “keceplosan” mencela Abdurrahman bin Auf ra

Selasa, 23/01/2018 19:40 0

Indonesia

Ini Alasan Kenapa RUU Larangan Minol Tak Kunjung Digolkan

RUU Larangan Minuman Beralkohol tak kunjung rampung. Hal itu diakui oleh ketua Pansus RUU Larangan Minol, mengingat Pansus ini sudah dibentuk sejak 2015 lalu.

Selasa, 23/01/2018 19:17 0

Indonesia

Guru Besar IPB: Revisi KUHP Harus Perluas Pasal LGBT

"Kami meminta pencabulan sesama jenis oleh siapapun dikatakan ilegal, baik di tempat terbuka atau tempat tertutup"

Selasa, 23/01/2018 18:14 0

Indonesia

Ustadz Fathuddin Ja’far Diperiksa terkait Ceramah Maheer At-Thuwailibi

Ustadz Fathuddin Ja'far hari ini dipanggil oleh pihak kepolisian. Ustadz Ja'far diperiksa bukan karena terjerat kasus tertentu. Namun diperiksa sebagai saksi atas ceramah Maheer At-Thuwalibi.

Selasa, 23/01/2018 17:32 0

Indonesia

AILA: Upaya Melegalkan LGBT Bukan Isapan Jempol

Rita mengatakan hal itu adalah pertarungan ideologis. Ia berharap semoga anggota dewan yang memiliki wewenang menentukan isi KUHP masih sadar bahwa ideologi negara ini berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Selasa, 23/01/2018 17:00 0

Close