... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bahasa Arab Masuk Prioritas Kurikulum Militer AS

Foto: Pasukan AS di Afghanistan

KIBLAT.NET, Washington – Bahasa Arab Modern masih menjadi bahasa terdepan yang dipelajari oleh Marinir AS. Meski pun terjadi penarikan pasukan yang sangat besar dari Iraq pada tahun 2011.

Dalam Defense Language Institute (DLI), pusat pelatihan utama bahasa asing militer AS yang terletak di sebelah selatan San Francisco, sekitar 3.000 personel mempelajari berbagai bahasa asing.

“Ada 250 marinir yang saat ini belajar bahasa Cina, Prancis, bahasa Arab Levantine, Standar Modern Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Korea, Pashto, Persia-Farsi, dan Rusia,” kata laporan yang dikutip The New Arab, Selasa (23/01/2018).

Kelas Bahasa Arab Modern memiliki sekitar 40 siswa, sejauh ini merupakan bahasa yang paling populer.

“Militer selalu mempersiapkan perang terakhir, bukan yang berikutnya,” kata Sean Connery, seorang ahli bahasa Arab yang tinggal hampir dua tahun di Iraq kepada Military Times.

“Saya tidak terkejut bahwa bahasa Arab masih merupakan kelas terbesar di DLI untuk Marinir,” imbuhnya.

Banyak siswa yang belajar bahasa Arab menjadi analis intelijen di masa depan, yang kemudian bekerja dalam perang elektronik dan memberi sinyal kecerdasan, di mana kemampuan bahasa adalah kunci.

“Sebelum invasi ke Iraq, ada dua peleton dari total empat peleton marinir yang didedikasikan untuk belajar bahasa Arab,” kata Military Times.

Meskipun ada penarikan pasukan yang sangat besar dari Iraq pada tahun 2011, dan ancaman lainnya dari Korea Utara, China, dan Rusia, prioritas bahasa marinir tetap stabil sejak invasi 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.

BACA JUGA  Pasca Pembunuhan Khashoggi, Trump Setujui Transfer Teknologi Nuklir ke Arab Saudi

“Saya tidak yakin bisa memprediksi secara tepat peran apa yang bisa dimainkan Marinir, tapi AS jauh dari pencapaian tujuan keamanan nasionalnya di Timur Tengah,” kata Jennifer Cafarella, seorang ahli ISIS di Institut untuk Study of War kepada Military Times.

“Pasukan elit Amerika benar untuk terus mempersiapkan segala kemungkinan,” imbuhnya.

Tahun lalu, sebuah detasemen yang terdiri sekitar 400 marinir dikirim ke Suriah untuk memberikan dukungan artileri bagi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS.

Militer AS juga mengandalkan ribuan ahli bahasa swasta untuk membantu pasukannya di lapangan, terutama selama kampanye militernya di Afghanistan dan Iraq.

Sumber: The New Arab
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Aroma Pencitraan dalam Elegi Asmat

Santer diberitakan di sejumlah media bahwa 61 anak suku Asmat di Papua meninggal akibat campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga 11 Januari 2018.

Rabu, 24/01/2018 10:07 0

Indonesia

Prof Euis: Fraksi yang Tak Larang LGBT Berarti Melegalkan

"Sebetulnya apa yang dikatakan oleh Pak Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR itu ada betulnya, istilahnya melegalkan itu adalah jika tidak menyetujui RUU LGBT atau perluasan makna pencabulan sesama jenis dalam KUHP, kan berarti sama saja membiarkan itu dan sama saja dengan melegalkan, karena tidak ada larangan atau tidak ada aturannya," ungkap Euis saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (23/01/2018).

Rabu, 24/01/2018 09:38 0

Indonesia

Impor Beras Zalimi Petani

Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM) menyayangkan sikap pemerintah yang berencana melakukan impor beras. Hal itu ditegaskan oleh Koordinator KAM, Amirullah Hidayat.

Selasa, 23/01/2018 21:55 0

Indonesia

Pansus Bantah Ada Fraksi Setuju Minol Dijual Bebas di Warung

Terkait isu minuman berakohol dijual bebas di warung-warung, Ketua Pansus RUU Minuman Beralkohol, Arwani Thomafi akhirnya bicara.

Selasa, 23/01/2018 21:00 0

Indonesia

Dahnil Anzar: Kasus Novel Jangan Seperti Siyono

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak berharap agar penanganan kasus ini tak seperti Siyono dan Munir.

Selasa, 23/01/2018 20:12 0

Opini

Ketika Khalid Tak Sengaja Menista

Rasulullah SAW masih memarahinya ketika Khalid bin Walid ra “keceplosan” mencela Abdurrahman bin Auf ra

Selasa, 23/01/2018 19:40 0

Indonesia

Ini Alasan Kenapa RUU Larangan Minol Tak Kunjung Digolkan

RUU Larangan Minuman Beralkohol tak kunjung rampung. Hal itu diakui oleh ketua Pansus RUU Larangan Minol, mengingat Pansus ini sudah dibentuk sejak 2015 lalu.

Selasa, 23/01/2018 19:17 0

Indonesia

Guru Besar IPB: Revisi KUHP Harus Perluas Pasal LGBT

"Kami meminta pencabulan sesama jenis oleh siapapun dikatakan ilegal, baik di tempat terbuka atau tempat tertutup"

Selasa, 23/01/2018 18:14 0

Indonesia

Ustadz Fathuddin Ja’far Diperiksa terkait Ceramah Maheer At-Thuwailibi

Ustadz Fathuddin Ja'far hari ini dipanggil oleh pihak kepolisian. Ustadz Ja'far diperiksa bukan karena terjerat kasus tertentu. Namun diperiksa sebagai saksi atas ceramah Maheer At-Thuwalibi.

Selasa, 23/01/2018 17:32 0

Indonesia

AILA: Upaya Melegalkan LGBT Bukan Isapan Jempol

Rita mengatakan hal itu adalah pertarungan ideologis. Ia berharap semoga anggota dewan yang memiliki wewenang menentukan isi KUHP masih sadar bahwa ideologi negara ini berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Selasa, 23/01/2018 17:00 0

Close