... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

15 Pengungsi Suriah Tewas Membeku di Perbatasan Lebanon

Foto: Sedikitnya 15 orang termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak tewas akibat kedinginan hingga tubuh mereka membeku saat mencoba menyeberangi perbatasan dari Suriah ke Lebanon.

KIBLAT.NET, Damaskus – Sedikitnya 15 orang termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak tewas akibat kedinginan hingga tubuh mereka membeku saat mencoba menyeberangi perbatasan dari Suriah ke Lebanon. Demikian menurut laporan PBB. Tiga belas jasad mereka ditemukan pada hari Jumat (19/01/2018) sementara dua lainnya ditemukan pada hari berikutnya menyusul badai salju dahsyat yang menghantam daerah itu.

Para pengungsi Suriah itu menyeberang dengan cara mengikuti jejak jalur penyelundupan di dekat pos pemeriksaan perbatasan Masnaa yang terletak di antara Suriah dan Lebanon. Namun badai salju tiba-tiba datang pada hari Kamis yang membuat mereka terjebak dan menghentikan upaya mereka keluar dari Suriah.

Beberapa pengungsi lainnya berhasil diselamatkan di antaranya seorang wanita hamil dan seorang remaja yang kemudian ditemukan saat berusaha keluar dari badai salju sendirian.

“Para korban saat itu sedang berusaha menyeberangi jalan setapak yang medannya sangat berat dan sulit di tengah suhu udara yang berada di bawah titik beku,” kata juru bicara Komisi PBB untuk pengungsi. “Kematian tragis ini menggambarkan betapa nekadnya mereka demi mencari sebuah tempat yang aman di Lebanon, dan betapa situasi di dalam negeri Suriah masih sedemikian sulit hingga warga berani mengambil resiko tinggi untuk keluar menyeberangi perbatasan,” imbuhnya.

Belum diketahui dari mana asal para pengungsi yang tewas membeku tersebut. Namun tingginya intensitas pertempuran di propinsi Idlib yang dikuasai oposisi diduga telah menyebabkan puluhan ribu orang meninggalkan rumah-rumah mereka, sebagian besar menuju perbatasan Turki.

BACA JUGA  Din Menilai Cara Kerja Densus 88 Sampingkan Peran Ormas Islam

Kelompok pengungsi ini menempuh rute yang sama yang pernah dilalui ratusan ribu pengungsi Suriah sebelum mereka yang ingin menyelamatkan diri ke negara lain. Lebanon, negara tetangga Suriah dengan jumlah penduduk sekitar 4 juta jiwa telah menampung hampir sejuta warga Suriah sejak perang pecah pada tahun 2011.

Pada tahun 2015, pihak berwenang Lebanon menerapkan aturan baru untuk membatasi arus pengungsi ke negaranya. Dengan aturan baru tersebut, pengungsi diijinkan masuk jika dianggap memiliki alasan yang tepat seperti adanya properti di Lebanon, perjanjian dengan kantor kedutaan, atau memiliki ijin tinggal. Sementara alasan mencari pekerjaan dan tempat tinggal yang aman adalah tidak mungkin. Sehingga banyak para pengungsi tersebut berstatus ilegal dan akan ditangkap jika ketahuan.

Sumber: Orient News
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Pentagon Danai Milisi Pelaku Kejahatan HAM Serius di Afghanistan

Sebuah laporan rahasia mengungkap bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mendanai dan mendukung unit keamanan Afghanistan yang terbukti terlibat pelanggaran HAM serius. Pentagon menutup mata atas pelanggaran berat itu

Rabu, 24/01/2018 16:41 0

Yaman

Bela Al-Quds, Al-Qaidah Yaman Imbau Umat Islam Lawan AS dan Yahudi

Pemimpin senior Al-Qaidah mengimbau kepada umat Islam untuk bangkit melawan Yahudi dan Amerika. Seruan ini untuk merespon keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel.

Rabu, 24/01/2018 12:10 0

Amerika

Bahasa Arab Masuk Prioritas Kurikulum Militer AS

Bahasa Arab Modern masih menjadi bahasa terdepan yang dipelajari oleh Marinir AS. Meski pun terjadi penarikan pasukan yang sangat besar dari Iraq pada tahun 2011.

Rabu, 24/01/2018 11:19 0

Opini

Aroma Pencitraan dalam Elegi Asmat

Santer diberitakan di sejumlah media bahwa 61 anak suku Asmat di Papua meninggal akibat campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga 11 Januari 2018.

Rabu, 24/01/2018 10:07 0

Myanmar

Rezim Myanmar Hancurkan Masjid Bersejarah Muslim Rohingya

Pemerintah Myanmar, Senin (23/01), menghancurkan sebuah masjid bersejarah di kota Maungdaw, ibukota Negara bagian Rakhine (Arakan), basis minoritas Muslim Rohingya

Rabu, 24/01/2018 08:36 0

Turki

Turki: Operasi Kami di Suriah Berakhir Ketika Pengungsi Bisa Pulang

Juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogann, Ibrahim Kalin, Selasa (23/01), mengatakan bahwa operasi militer di Suriah akan berakhir jika pengungsi di Turki bisa pulang ke kampung halaman mereka.

Rabu, 24/01/2018 07:37 0

Iran

Penasihat Ali Khemenei: Tanpa Iran, Rezim Suriah Runtuh Hitungan Pekan

Penasihat Pemimpin Spriritual Tertingi Syiah Iran Ali Khamenei, Ali Akbar Welayati, mengatakan bahwa tanpa Iran, pemerintah Suriah akan jatuh dalam hitungan pekan.

Rabu, 24/01/2018 06:57 0

Turki

Perang Afrin: Ujian Kekuatan Militer dan Hubungan Diplomatik Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Operasi militer dengan sandi “Cabang Zaitun” di kota Afrin, Aleppo, Suriah, membawa...

Selasa, 23/01/2018 20:41 0

Opini

Ketika Khalid Tak Sengaja Menista

Rasulullah SAW masih memarahinya ketika Khalid bin Walid ra “keceplosan” mencela Abdurrahman bin Auf ra

Selasa, 23/01/2018 19:40 0

Video Kajian

Ust. Bachtiar Nasir: Memilih Pemimpin dalam Pilkada 2018

KIBLAT.NET – Syuro atau musyawarah adalah pendekatan Islam dalam menentukan pemimpin dan kandidat yang layak...

Selasa, 23/01/2018 16:10 0

Close