Impor Beras Zalimi Petani

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM) menyayangkan sikap pemerintah yang berencana melakukan impor beras. Hal itu ditegaskan oleh Koordinator KAM, Amirullah Hidayat.

“Komunitas Anak Muhammadiyah menyayangkan kebijakan impor beras ini, sebab benar-benar tindakan yang menzalimi rakyat kecil yaitu petani. Yang dalam bahasa Soekarno adalah kaum Marhaenisme,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (23/01/2018).

Bahkan, ia menekankan jika kebijakan impor beras ini tetap dilaksanakan, KAM sebagai paguyuban anak-anak Muhammadiyah yang menyebar di seluruh Indonesia, akan turun ke komunitas para petani di Indonesia untuk mengajak melakukan perlawanan dengan turun ke jalan.

“Sekaligus menggalang supaya dalam Pilpres 2019 nanti, para petani dan komunitas rakyat kecil di Indonesia untuk tidak kembali memilih Presiden Jokowi lagi, ini kita lakukan untuk menjaga kedaulatan rakyat dan NKRI di masa depan,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, kita mendengar beberapa kali statemen Presiden Jokowi, yang mengatakan bahwa beliau sangat sedih melihat Indonesia selalu mengimpor pangan, sehingga beliau memerintahkan menteri pertanian untuk segera melakukan swasembada pangan.

“Tetapi kok tiba-tiba Presiden menyetujui impor beras? Berarti ini menunjukan Presiden tidak komitmen sama yang diucapkannya,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat