... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Filipina Klaim Tahan Ahli Kimia Hamas

KIBLAT.NET, Manila – Pihak berwenang Filipina, Senin (22/01), mengaku menahan anggota Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) berkewarganegaraan Iraq. Terduga anggota Hamas itu ditahan karena izin tinggalnya di Negara itu kadaluarsa.

Anggota Hamas yang disebut ahli kimia itu bernama Toha Muhammad Al-Jabouri. Toha ditahan oleh pihak berwenang pada Ahad karena masalah imigrasi.

“Dia adalah warga asing yang tinggal secara ilegal. Visanya sudah habis, jadi dia harus segera dideportasi,” kata komandan polisi Filipina, Ronald Dello Rosa, dalam konferensi pers.

Masih menurut pihak berwenang, Toha mengaku sebagai anggota Hamas dan ahli kimia. Perannya, kata polisi, mengembangkan teknologi rudal yang digunakan gerakan itu untuk menargetkan wilayah Israel.

Polisi mengungkapkan bahwa pihaknya baru pertama kali menangani seorang elemen yang diduga anggota Hamas.

Sementara itu, Rosa mengaku tidak mengetahui tujuan Toha berada di Filipina. Padahal, dia sudah berada di Manila sejak setahun lalu.

“Toha menghabiskan sebagian besar waktunya di Manila dan daerah-daerah sekitarnya. Ia mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak berniat melakukan tindakan teroris di Filipina,” kata Rosa.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Selama Ditahan Jonru Tulis Dua Buku, Tentang Apa?

Jon Riah Ukur Ginting, aktifis media sosial pada Senin (22/01/2018) mengungkapkan aktivitasnya selama berada di balik jeruji besi.  Ia menuturkan, masa penahanannya itu banyak diisi dengan ibadah dan menulis.

Senin, 22/01/2018 22:25 0

Indonesia

Hakim Tolak Nota Keberatan Jonru, Ini Alasannya

Terdakwa dalam kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik ini berteriak setelah putusan hakim ketua Antonio Simbolon yang menolak nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Senin, 22/01/2018 21:34 0

Indonesia

Larangan Minol Bawa Masyarakat Lebih Bermartabat

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa minumal beralkohol (Minol) menimbulkan banyak kerusakan. Maka, ia menegaskan bahwa pelarangan Minol akan membawa masyarakat agar lebih bermartabat.

Senin, 22/01/2018 21:09 0

Foto

(Foto) Ribuan Warga Payakumbuh Sambut Kedatangan Ustadz Zulkifli

Sekitar pukul 15.00 WIB, Ustadz Zulkifli tiba di Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Kepulangannya setelah pemanggilan dari Bareskrim Polri ini disambut ribuan warga Payakumbuh.

Senin, 22/01/2018 20:24 0

Indonesia

PKS Konsisten Tolak Minuman Beralkohol Dijual Bebas

Anggota Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol) dari Fraksi PKS, Fikri Faqih juga menegaskan pihaknya tidak pernah menyetujui miras dijual bebas di warung atau di minimarket.

Senin, 22/01/2018 20:12 0

Indonesia

Penembakan Kader Gerindra Bisa Berdampak pada Pilkada 2018

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak Polri untuk segera memecat Brimob 'koboi' yang terlibat dalam kasus kematian kader Gerindra, Fernando Wowor.

Senin, 22/01/2018 18:06 0

Indonesia

Pengacara Jonru Minta Hakim dan Jaksa Bersikap Adil

Aktivis media sosial, Jonru menjalani sidang keempat hari ini, Senin (22/01/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan agenda putusan sela. 

Senin, 22/01/2018 16:51 0

Indonesia

50 Mobil Kawal Kepulangan Ustadz Zulkifli dari Padang ke Payakumbuh

Setelah lebih kurang lima hari berada di Jakarta, pada Senin (22/01/2018) tepatnya pukul 07.35 WIB Ustadz Zulkifli tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatra Barat.

Senin, 22/01/2018 13:09 1

Artikel

Akhir Zaman, Narasi yang Menggelisahkan Barat

Lagi, istilah khas dalam Islam disorot. Tema akhir zaman yang menjadi salah satu rukun Iman, oleh Tony Blair Institute masuk dalam tema yang dianggap sering dijadikan kelompok jihad sebagai alat propaganda.

Senin, 22/01/2018 10:15 1

Editorial

Editorial: Ilusi Swasembada Beras

Akhirnya, wong cilik lagi-lagi menjadi korban janji-janji swasembada yang hanya sebatas ilusi

Ahad, 21/01/2018 22:28 0

Close