... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hakim Tolak Nota Keberatan Jonru, Ini Alasannya

Foto: Sidang pegiat media sosial, Jonru di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (22/01/2018)

KIBLAT.NET, Jakarta- Pegiat sosial media, Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru meneriakkan takbir dengan lantang di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Terdakwa dalam kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik ini berteriak setelah putusan hakim ketua Antonio Simbolon yang menolak nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Majelis hakim beralasan, apa yang disampaikan pengacara dan Jonru dalam menjawab dakwaan JPU sudah memasuki pokok perkara. Sedangkan, dalam Eksepsi hal yang bisa dibantah hanyalah masalah formil materil dakwaan, bukan pokok perkara.

“Dengan ini menyatakan nota keberatan terdakwa ditolak untuk seluruhnya. Dan melanjutkan perkara dengan terdakwa Jon Riah Ukur Ginting dalam pembuktian-pembuktian. Sidang kami skors sampai Kamis (25/01/2018) dengan agenda pemanggilan saksi-saksi dari JPU,” ungkap Antonio (22/01/2018).

Mendengar putusan itu, Jonru lantas bersuara, “Kebenaran tak akan pernah bisa dikalahkan, Allahu Akbar!. Selanjutnya keberatan akan disampaikan kuasa hukum saya.”

Pengacara pun menggugat putusan hakim yang menolak nota keberatan pihak terdakwa. Salah satu pengacara Jonru, Irfan Iskandar melihat bahwa ada hal-hal yang salah dalam dakwaan jaksa.

“Kami melihat bahwa ini tidak bisa dilanjutkan karena kesalahan dakwaan yang harus diperbaiki. Jika ini dilanjutkan, maka pembuktian-pembuktian itu akan bermasalah,” ungkap Irfan Iskandar, salah satu pengacara Jonru kepada majelis hakim.

Irfan pun meminta waktu kepada majelis hakim untuk memberikan keberatan atau gugatan atas putusan sela ini ke pengadilan tinggi dan meminta pembuktian tidak dimulai terlebih dahulu maksimal selama dua minggu.

BACA JUGA  Daripada Bahas Cadar, Menag Diminta Pastikan RUU Miras Rampung

“Menurut Pasal 156 Ayat 4 bahwa jika kami mengajukan keberatan atas putusan sela, perlawanan yang diajukan oleh terdakwa atau penasihat hukumnya diterima oleh pengadilan tinggi. Maka dalam waktu empat belas hari, pengadilan tinggi dengan surat penetapannya membatalkan putusan pengadilan negeri dan memerintahkan pengadilan negeri yang berwenang untuk memeriksa perkara,” terang Irfan.

Kuasa hukum Jonru masih bersikeras untuk diberikan kesempatan melawan. “Kami minta waktu dua minggu lagi untuk melakukan perlawanan, sesuai dengan Pasal 156 tentang eksepsi,” ujar Irfan.

Namun, oleh majelis hakim, berdasarkan pemahamannya menyatakan bahwa pengajuan keberatan dapat dibarengi dengan perkara pidana setelah pembuktian. Artinya, pembuktian dilakukan terlebih dahulu, baru keberatan pengacara atas putusan sela bisa disampaikan ke pengadilan tinggi. Hakim pun menjelaskan, apabila kuasa hukum tidak terima dengan pokok perkara maka dapat diajukan bersamaan dengan upaya banding setelah ada putusan pengadilan.

Sidang ini ditutup dengan keputusan untuk melanjutkan persidangan pada, Kamis, (25/01/2018) dengan agenda mendengarkan kesaksian saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

(Foto) Ribuan Warga Payakumbuh Sambut Kedatangan Ustadz Zulkifli

Sekitar pukul 15.00 WIB, Ustadz Zulkifli tiba di Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Kepulangannya setelah pemanggilan dari Bareskrim Polri ini disambut ribuan warga Payakumbuh.

Senin, 22/01/2018 20:24 0

Asia

Bangladesh Tunda Pemulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Rencana pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar mengalami penundaan. Bangladesh mengatakan, verifikasi daftar orang yang akan dikirim kembali tidak lengkap.

Senin, 22/01/2018 17:38 0

Philipina

Bom Meledak di Thailand Selatan, 3 Tewas

Sebuah bom meledak di sebuah pasar di provinsi selatan Yala, Thailan pada Senin (22/01/2018). Ledakan ini menewaskan tiga orang dan melukai 22 orang lainnya.

Senin, 22/01/2018 17:00 0

Palestina

Mossad Bunuh Setidaknya 3.000 Orang, Targetnya Anggota Hamas

Sebuah buku yang ditulis oleh peneliti Israel dan wartawan Ronen Bergman mengungkapkan bahwa dinas intelijen Israel Mossad membunuh setidaknya 3.000 orang.

Senin, 22/01/2018 13:07 0

Suriah

Rezim Assad Bantu Pasukan Kurdi di Afrin

Pasukan rezim Bashar Assad memberikan bantuan kepada milisi Kurdi PYD di Aleppo untuk mengirim pasokan senjata ke kota barat laut Afrin, tempat Turki melancarkan operasi yang dimulai pada hari Sabtu.

Senin, 22/01/2018 11:57 0

Afghanistan

Taliban Serbu Hotel Tempat Menginap Warga Asing di Kabul

Ini merupakan serangan kedua. Pada 2011 silam, hotel itu juga menjadi sasaran Taliban

Senin, 22/01/2018 10:57 0

Artikel

Akhir Zaman, Narasi yang Menggelisahkan Barat

Lagi, istilah khas dalam Islam disorot. Tema akhir zaman yang menjadi salah satu rukun Iman, oleh Tony Blair Institute masuk dalam tema yang dianggap sering dijadikan kelompok jihad sebagai alat propaganda.

Senin, 22/01/2018 10:15 1

Suriah

25.000 Pasukan FSA Gabung Operasi Turki di Afrin

Sekitar 25.000 pasukan dari Free Syrian Army (FSA) bergabung dengan operasi militer Turki di Suriah utara.

Senin, 22/01/2018 09:33 0

Editorial

Editorial: Ilusi Swasembada Beras

Akhirnya, wong cilik lagi-lagi menjadi korban janji-janji swasembada yang hanya sebatas ilusi

Ahad, 21/01/2018 22:28 0

Turki

Pasca Serang Afrin, Tiga Roket dari Suriah Sambar Turki

Tiga roket menyambar daerah perbatasan Kilis, Turki pada Ahad dini hari (21/01/2018). Serangan ini terjadi selang beberapa setelah Turki melepaskan serangan ke Afrin, Suriah, basis militan Kurdi.

Ahad, 21/01/2018 21:10 0

Close