... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Ilusi Swasembada Beras

Foto: Editorial: Ilusi Swasembada Beras

KIBLAT.NET – Pergantian tahun ditandai dengan meroketnya harga komoditas beras. Keterbatasan stok menjadi pemicu terjadinya lonjakan harga bahan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Kebijakan impor lagi-lagi diambil untuk menyelesaikan persoalan yang menyangkut perut orang banyak itu.

Gejala kenaikan harga beras mulai terasa di bulan-bulan terakhir tahun 2017. Harga beras di pasaran perlahan mulai merangkak naik, dan terjadi merata hampir di seluruh wilayah. Puncaknya, saat memasuki Januari 2018, harga beras jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Sebagai komoditas utama, harga beras berpengaruh besar pada inflasi dan segera diikuti kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Melonjaknya harga beras akibat keterbatasan persediaan jelas tak serta merta bisa diterima logika sehat rakyat. Pasalnya, selama ini masyarakat selalu disuguhi kabar surga Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mengatakan persediaan beras aman. Pernyataan itu selalu diiringi data-data luasan area sawah yang siap dipanen, angkanya mencapai jutaan hektar.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertanian selalu optimis memaparkan data produksi beras. Untuk Januari ini misalnya, mereka dengan jumawa menyebut produksi sebesar 2,8 juta ton. Dengan hitungan konsumsi per bulan maksimal sebesar 2,5 juta ton, maka klaim surplus dengan mudah dilontarkan.

Situasi di pasaran menunjukkan fakta yang berkebalikan, kurangnya stok menjadikan jumlah beras yang beredar terbatas. Dengan prinsip penawaran dan permintaan maka kenaikan harga menjadi keniscayaan. Lagi-lagi, kebijakan impor diambil dengan dalih sebagai solusi mengamankan persediaan.

BACA JUGA  Arab Saudi dan Rusia Tandatangani 20 Kesepakatan Baru

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memutuskan mengimpor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand. Diperkirakan beras akan mulai masuk ke Indonesia pada Februari 2018. Rencananya, beras impor dijual dengan HET setara beras medium, yaitu Rp9.450 per kilogram.

Mulanya Enggar menugaskan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) untuk melakukan impor sekaligus mendistribusikannya, melalui Permendag No 1/2018 tentang Impor dan Ekspor. Keputusan itu diprotes karena dianggap bertentangan Peraturan Presiden No 48/2016 tentang penugasan Perum Bulog, yang menjadi acuan impor beras dilakukan oleh Perum Bulog untuk keperluan stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional. Bulog resmi ditunjuk sebagai pelaksana impor beras dan sekaligus mendistribusikannya.

Sengkarut impor beras ini membuka tabir ilusi swasembada beras, yang jadi janji kampanye Jokowi saat Pemilu 2014. Dia menargetkan Indonesia tak lagi impor beras setelah tahun ketiga pemerintahannya. Artinya 2017 seharusnya menjadi tahun terakhir Indonesia medatangkan beras dari negara lain.

Situasi ini juga membuktikan kacaunya data di Kementerian Pertanian terkait beras. Selama ini yang selalu diumbar adalah luasan lahan pertanian beserta prediksi capaian panennya, yang semuanya hanya hitung-hitungan di atas kertas. Klaim surplus beras pupus setelah realita di lapangan menunjukkan hasil panen tak sesuai dengan perkiraan akibat serangan hama yang tak terelakkan. Alih-alih mengakui situasi dan mencari solusi, kementerian yang dipimpin Amran terus mengumbar data yang tak terjamin akurasinya.

BACA JUGA  Meski Dilarang, Ratusan Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Keputusan impor beras juga memunculkan tanggapan miring, karena bisnis komoditas utama itu selama ini begitu lekat dengan jaringan kartel. Dugaan permainan fee menguatkan kesan kebijakan ini jadi momentum mengeruk untung untuk modal menghadapi tahun politik.

Ditunjuknya Bulog untuk melakukan impor sekaligus mendistribusikannya juga menyisakan kegamangan. Pasalnya, permainan rente di perusahaan plat merah itu telah jadi rahasia umum. Tak perlu susah payah untuk membuktikannya, jejak digital begitu mudah menunjukkan nama-nama pejabat Bulog yang terjerat kasus hukum akibat penyalahgunaan wewenang untuk mengeruk keuntungan. Tak cukup di tingkat pusat, praktik rente terjadi hingga ke daerah-daerah.

Akhirnya, wong cilik lagi-lagi menjadi korban janji-janji swasembada yang hanya sebatas ilusi. Harga beras yang meroket membuat rakyat terjepit, di saat tingginya harga kebutuhan-kebutuhan lain makin menghimpit. Kedatangan beras impor saat masa panen raya di bulan Februari diyakini membuat jatuh harga beras panenan dalam negeri, memaksa para petani hanya bisa gigit jari.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Pasca Serang Afrin, Tiga Roket dari Suriah Sambar Turki

Tiga roket menyambar daerah perbatasan Kilis, Turki pada Ahad dini hari (21/01/2018). Serangan ini terjadi selang beberapa setelah Turki melepaskan serangan ke Afrin, Suriah, basis militan Kurdi.

Ahad, 21/01/2018 21:10 0

Turki

Sejak Jumat, Artileri Turki Serang Milisi Kurdi di Afrin

Sejak Jumat (19/01/2018), artileri Turki telah melepaskan serangan terhadap kawasan basis Kurdi di Suriah, Afrin. Serangan ini menjadi tanda dimulainya kampanye militer melawan militan Kurdi di perbatasan Turki-Suriah.

Ahad, 21/01/2018 17:16 0

Indonesia

Kuasa Hukum Beberkan Kejanggalan Pemanggilan Dahnil

Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah, Ghufroni menegaskan bahwa pemanggilan Dahnil Anzar mengada-ngada. Bahkan, ia menilai tindakan ini bentuk kriminalisasi terhadap Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu.

Ahad, 21/01/2018 16:30 0

Indonesia

Dipanggil Polisi, Dahnil Anzar Simanjuntak Temui Keganjilan

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak akan memenuhi panggilan Polisi soal ucapannya tentang ketidakpercayaan terhadap penanganan Polri dalam kasus Novel Baswedan.

Ahad, 21/01/2018 15:04 0

Indonesia

Dukungan 5 Parpol untuk LGBT Menyalahi Konstitusi

Pernyataan Ketua MPR, Zulkifli Hasan yang menyebutkan bahwa ada lima fraksi yang setuju LGBT menyita perhatian publik.

Ahad, 21/01/2018 14:45 0

Arab Saudi

Amnesty Desak Arab Saudi Bebaskan Syaikh Salman Al Audah

Ulama kharismatik itu kini dipindahkan ke rumah sakit di Jeddah akibat penyakit yang dideritanya setelah mendekam di penjara selama hampir 5 bulan.

Ahad, 21/01/2018 13:28 0

Irak

Koalisi AS Bunuh Tiga Kali Lipat Warga Sipil di Tahun 2017

LSM yang berbasis di Inggris, Airwars, melaporkan penghitungan operasi udara koalisi anti-ISIS pimpinan AS di tahun 2017. Operasi udara mencakup serangan di Iraq dan Suriah.

Ahad, 21/01/2018 13:00 0

Indonesia

Sodik Mudjahid Akui Banyak Anggota DPR Setujui LGBT

Oleh karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia supaya memahami dan senantiasa waspada untuk mengatasi upaya-upaya legalisasi perilaku tersebut.

Ahad, 21/01/2018 12:12 0

Suriah

Bantah Klaim Hizbullah, HTS: Bandara Abu Dhuhur Masih Kita Kontrol

Unit media Syiah Hizbullah mengklaim bandara Abu Dhuhur di Idlib berhasil dikuasai pasukan Bashar Assad dan sekutunya.

Ahad, 21/01/2018 11:31 0

Indonesia

Ust. Nur Asyur As-Safkani: Keluarga Ideal Harus Miliki Empat Fungsi 

Menurut Ustadz Nur Asyur As-Safkani, kasus-kasus fenomena sosial ini merupakan dampak dari disfungsi peran keluarga. Seharusnya apabila peran keluarga dalam membangun akhlak dilakukan secara maksimal maka fenomena-fenomena tersebut tidak akan terjadi.

Ahad, 21/01/2018 10:20 0

Close