... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Desak Arab Saudi Bebaskan Syaikh Salman Al Audah

Foto: Syaikh Salman Al Audah

KIBLAT.NET, Jeddah- Amnesty Internasional meminta pihak kerajaan Arab Saudi agar membebaskan Syaikh Salman Al-Audah. Ulama kharismatik itu kini dipindahkan ke rumah sakit di Jeddah akibat penyakit yang dideritanya setelah mendekam di penjara selama hampir 5 bulan.

Menurut keterangan Amnesty, kabar sakitnya Syaikh Salman Al Audah telah mengejutkan keluarganya. Hingga kini, kondisi kesehatan pengkhotbah 61 tahun itu menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih, keluarga Al Audah belum diizinkan untuk membesuk maupun sekedar berkomunikasi.

“Selain sangat mengkhawatirkan dan traumatis karena keluarganya menyoroti perlakuan yang memalukan dari pemerintah Saudi. Pihak berwenang harus memastikan bahwa Syaikh Al Audah mendapatkan semua perawatan medis yang dibutuhkan. Dia harus diizinkan untuk berkomunikasi dengan keluarganya dan seorang pengacara,” ungkap Amnesty seperti dikutip dari Middle East Monitor pada Sabtu (20/01/2018).

Salman Al Audah adalah seorang ulama dengan banyak karya yang fenomenal. Banyak tulisannya yang telah diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk Indonesia. Namun pada bulan September 2017, ia menjadi satu dari 20 tokoh agama yang ditangkap oleh kerajaan Arab Saudi.

Penangkapan itu dikarenakan perbedaan sikapnya dengan pihak kerajaan berkenaan boikot Qatar. Namun Saudi melihat, pesan damai yang disampaikan Al Audah melalui Twitter merupakan bentuk perlawanan atas kebijakan kerajaan.

Amnesty menyatakan bahwa penangkapan dan penahanan terhadap Al Audah adalah sikap sewenang-wenang. Langkah itu dinilai sebagai perlakuan buruk terhadap kebebasan berpendapat dan pelanggaran hukum internasional. Menurut keterangan keluarga, pihak kerajaan meminta Al Audah untuk mendukung boikot Arab Saudi terhadap Qatar namun ia menolak.

BACA JUGA  Kunjungi Saudi, Putin Perluas Pengaruh di Timur Tengah

Penolakan itu disampaikan secara halus melalui kicauan di Twitter. Dalam kicauannya, Al Audah menyampakan,”Semoga Allah menyelaraskan antara hati mereka dengan apa yang baik untuk rakyat mereka.” Namun beberapa jam kemudian, Syeikh Salman Al-Ouda ditangkap di rumahnya tanpa diperlihatkan adanya surat perintah penangkapan.

Menurut Samah Hadid, Direktur Amnesty International kawasan Timur Tengah, “Penangkapan Syeikh Salman Al-Audah tampaknya merupakan bagian dari tindakan keras yang lebih luas oleh otoritas Arab Saudi mengenai kebebasan berekspresi di negara tersebut. Semua yang dipenjara semata-mata karena secara damai menjalankan hak mereka atas kebebasan berekspresi, berasosiasi dan berkumpul. Mereka harus segera dibebaskan tanpa syarat.”

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sodik Mudjahid Akui Banyak Anggota DPR Setujui LGBT

Oleh karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia supaya memahami dan senantiasa waspada untuk mengatasi upaya-upaya legalisasi perilaku tersebut.

Ahad, 21/01/2018 12:12 0

Indonesia

Ust. Nur Asyur As-Safkani: Keluarga Ideal Harus Miliki Empat Fungsi 

Menurut Ustadz Nur Asyur As-Safkani, kasus-kasus fenomena sosial ini merupakan dampak dari disfungsi peran keluarga. Seharusnya apabila peran keluarga dalam membangun akhlak dilakukan secara maksimal maka fenomena-fenomena tersebut tidak akan terjadi.

Ahad, 21/01/2018 10:20 0

Indonesia

Soal Pernyataan 5 Fraksi Dukung LGBT, AILA: Harus Ada Klarifikasi

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Rita Soebagio menanggapi pernyataan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan terkait 5 fraksi DPR pendukung LGBT dan pernikahan sejenis. Ia meminta agar pernyataan itu lebih diperjelas.

Ahad, 21/01/2018 09:50 0

Indonesia

Ust. Zaitun Usul Pembentukan Forum Musyawarah Antar Ulama

Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Zaitun Rasmin khawatir melihat kondisi umat Islam saat ini. Dari sini, ia berharap sebuah lembaga atau forum musyawarah antar ulama dapat dibentuk.

Ahad, 21/01/2018 07:53 1

Indonesia

Dibahas di RUU KUHP, PKS Tegaskan Konsistensi Tolak LGBT

PKS Tegaskan Konsistensi Tolak LGBT

Sabtu, 20/01/2018 22:03 0

Indonesia

Kata Ketua MPR UU Pernikahan Sesama Jenis Dibahas DPR, Lima Partai Setuju LGBT

"Di DPR saat ini dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT"

Sabtu, 20/01/2018 20:58 0

Indonesia

Ustadz Fadlan Garamatan Digelari Kuda Hitam Sunnah dari Timur

Ustadz Fadlan Garamatan mendapatkan gelar Kuda Hitam Sunnah dari duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi

Sabtu, 20/01/2018 20:30 1

Indonesia

Penanganan Kasus Joshua Lamban Tunjukkan Adanya Ketimpangan Hukum

Penanganan Kasus Joshua Lamban Tunjukkan Adanya Ketimpangan Hukum

Sabtu, 20/01/2018 20:21 0

Indonesia

Kabar Wafatnya Syaikh Salman Al Audah Hanya Rumor

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia membantah berita wafatnya Syaikh Salman Al Audah

Sabtu, 20/01/2018 17:44 0

Indonesia

Pemancangan Tiang Pertama Masjid Agung Nuu Waar Dihadiri Dubes Arab Saudi

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Muhammad Abdullah Al Shuaib meresmikan pemancangan tiang pertama Masjid Agung Nuu Waar, Sabtu (20/01/2018)

Sabtu, 20/01/2018 17:36 0

Close