... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Beginilah Cara Imam Abu Hanifah Mendakwahi Pemabuk

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Berdakwah atau mengajak orang lain kepada kebaikan tentu tidak boleh berhenti hanya pada  satu cara. Selain menasihati secara langsung, membuat tulisan atau mengirim artikel-artikel islami, ada perangkat  ampuh lain untuk menaklukkan hati seseorang. Yaitu peka dengan  kondisi pribadi seseorang. Dengan cara seperti ini, seorang da’I akan lebih mudah mengajak orang lain agar mau menerima seruannya.

Berikut ini adalah salah satu contoh dakwah yang dipraktekkan oleh Imam Abu Hanifa terhadap seorang pemabuk. Dalam sebuah riwayat disebutkan ada seorang pemuda yang tinggal tepat di belakang tembok rumah Imam Abu Hanifah. Ia kerap kali meminum khamar dan bernyanyi-nyanyi di sepanjang malam dalam keadaan mabuk. Dia berkata, “Mereka telah menyianyiakan hidup saya!” Setiap hari dia selalu dalam kondisi seperti ini.

Pada suatu shubuh, ketika Imam Abu Hanifah hendak melaksanakan shalat, dia merasa terganggu dengan suara bising pemuda ini. Maka, Abu Hanifah mencari-cari waktu yang tepat untuk meluluhkan hati pemuda ini. Pada suatu hari, Imam Abu Hanifah bangun untuk melaksanakan shalat Shubuh. Dia tidak lagi mendengar suara bising pemuda ini, maka dia menanyakan perihal pemuda ini, lalu dia mengetahui bahwa pemuda ini telah ditangkap karena ia kerap kali minum khamr.

Abu Hanifah pergi menjumpainya, dia berkata kepada sipir penjara, “Maukah kalian membebaskan pemuda ini untuk saya?” Mereka berkata, “Ia orang yang gemar minum khamr!” Abu Hanifah berkata, “Keluarkanlah ia demi saya.”

BACA JUGA  Sejarah Perayaan Tahun Baru Bangsa Kuno

Dan mereka pun mengeluarkannya. Lalu, Abu Hanifah membawanya dan menaikkannya ke atas hewan tunggangannya. Ia duduk tepat di belakang Abu Hanifah Dia tidak berbicara sepatah kata pun dengan pemuda ini hingga mereka berdua sampai di rumah. Setelah sampai di rumah Abu Hanifah bertanya, “Apakah kami menyianyiakan hidupmu wahai pemuda?”

Pemuda itu pun menjawab, “Demi Allah tidak, mulai saat ini saya berjanji tidak akan minum khamar lagi!”

Ya Allah, dia seorang peminum khamar! Tetapi lihatlah, bagaimana hikmah dari sebuah kelembutan dan kepekaan rasa! Kebanyakan pemuda, fitrah mereka masih baik dan suci, meskipun mereka telah melakukan perbuatan asusila dan bejat. Tetapi, mereka tidak menemukan sosok seperti Abu Hanifah. Seseorang yang mencari dan memilihkan waktu yang tepat, lalu dia membuka semua pintu yang tertutup dengan kunci kepekaan rasa.

 

Fakhruddin

Sumber: Kecerdasan Seoragn Muslim, Karya Amru Khalid, Penerbit Aqwam, Solo

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mayoritas Kasus Perceraian Atas Gugatan Pihak Perempuan, Ini Penyebabnya

Angka perceraian di Indonesia meningkat tajam, mencapai 400 persen sejak tahun 2008

Sabtu, 20/01/2018 14:04 0

Info Event

Ikuti! Tabligh Akbar Akhir Zaman: Nasib Berubah Rizki Bertambah

Tabligh Akbar Akhir Zaman: Nasib Berubah Rizki Bertambah di Masjid Adz Dzikra - Depan Mall GGP (Mall Grand Galaxy Park), Ahad (21/01/2017)

Sabtu, 20/01/2018 13:36 0

Indonesia

Peran Orang Tua Sangat Penting bagi Masa Depan Keluarga Anak

"Peranan penting orang tua menjadikan mereka profesional di bidang yang anak anak mereka geluti dan juga bagaimana mempersiapkan anak anaknya untuk menjadi orang tua di masa depan," ungkapnya saat ditemui Kiblat.net di Kantor Kementrian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (19/01/2018).

Sabtu, 20/01/2018 11:02 0

Indonesia

Hamid Fahmy Zarkasyi: Mengkriminalisasi Ulama Sifat Islamophobia

"Ini tindakan yang saya rasa hanya bersifat politis, karena sekarang ulama banyak berbicara politik," ungkapnya.

Sabtu, 20/01/2018 09:59 0

Indonesia

BSSN Hanya Buang-buang Anggaran

Panglima Komando Laskar Islam (KLI), sekaligus mantan ketua Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Munarman, SH mengatakan bahwa pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) adalah suatu pemborosan anggaran negara.

Sabtu, 20/01/2018 09:23 0

Indonesia

Perlukah Kurikulum Pranikah untuk SMA?

Tidak dipungkiri, di beberapa pondok pesantren sudah menerapkan kurikulum yang mengandung bekal untuk kehidupan berumah tangga di kemudian hari. Sebut saja Pondok Pesantren Darusy Syahadah di Boyolali, Jawa Tengah, mereka menerapkan kurikulum untuk kelas akhir - setara dengan kelas 3 SMA yang mengandung bekal berumah tangga.

Sabtu, 20/01/2018 08:45 0

Indonesia

Kyai Idrus Romli: Pemimpin Umat Islam Adalah Ulama

Anggota Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Kyai Idrus Ramli mengatakan, para ulama adalah sosok yang layak menjadi pemimpin bagi masyarakat. Pasalnya, ulama yang lebih paham dengan keadaan umat.

Sabtu, 20/01/2018 07:49 0

Indonesia

Kritik Kepolisian, Dahnil Anzar Diperiksa Senin Depan

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak secara mengejutkan mendapatkan surat panggilan dari aparat kepolisian.

Jum'at, 19/01/2018 20:29 0

Indonesia

Laporkan Masalah Limbah Pabrik Tekstil, Warga Sukoharjo Demo DPRD

Warga Sukoharjo demo DPDR laporkan masalah limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (PT RUM)

Jum'at, 19/01/2018 20:18 0

Indonesia

Warga Sukoharjo Keluhkan Bau Busuk Limbah Pabrik Tekstil

Warga Sukoharjo keluhkan bau busuk limbah pabrik tekstil PT Rayon Utama Makmur (PT RUM)

Jum'at, 19/01/2018 19:10 0

Close