... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi Suntik Bank Sentral Yaman Dua Miliar Dolar

Foto: Bank Sentral Yaman

KIBLAT.NET, Aden – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan, Rabu (17/01), menyuntik dana sebesar dua miliar dolar kepada Bank Sentral Yaman untuk mendukung mata uang Negara itu. Krisis berkepanjangan di Negara tersebut membuat mata uang Riyal Yaman jatuh di dunia. Hal itu pun menyebabkan krisis ekonomi.

“Sebagai upaya untuk mengatasi krisis ekonomi yang dihadapi warga Yaman karena perbuatan milisi Hutsi yang didukung Iran, Raja Salman bin Abdul Aziz memutuskan menyuntik dana sebesar dua miliar dolar ke Bank Sentral yaman dalam rangka upaya Kerajaan mendukung rakyat Yaman,” kata pernyataan Departemen Dalam Negeri Saudi, seperti dinukil BBC dari AFP, Rabu.

Langkah Saudi ini terjadi sehari setelah presiden Yaman meminta dukungan dana untuk mengangkat nilai uang Riyal Yaman yang saat ini terjun bebas dan meminta bantuan untuk menyelamatkan Negara dari kelaparan.

“Menyelamatkan Riyal Yaman sama saja menyelamatkan warga Yaman dari ancaman kelaparan yang tak terelakkan,” kata presiden Yaman yang diakusi internasional, Ahmad bin Daghr.

Riyal Yaman kehilangan lebih dari setengah nilainya terhadap dolar AS yang berujung pada naiknya harga dan beberapa komoditas poko. Akibatnya, warga tak mampu membeli barang-barang kebutuhan hidup.

Sementara itu, Bank Sentral Yaman, yang berbasis di kota selatan Aden, sedang berjuang untuk membayar gaji pegawai pemerintah.

Setelah bertahun-tahun perang saudara, Yaman menghadapi ancaman kelaparan. Belum lagi wabah penyakit yang menyebar akibat tak ada penanganan.

Konflik Yaman telah menyebabkan krisis ekonomi dan kemanusiaan di negara itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa Yaman dapat menghadapi salah satu bencana terburuk di masa ini.
Menurut statistik PBB, lebih dari 8.670 orang, 60 persen di antaranya warga sipil, telah terbunuh dan 49.960 orang terluka dalam serangan udara dan bentrokan tanah sejak koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi dalam perang sipil Yaman pada Maret 2015.

Pada tahun 2014, Hutsi merebut daerah yang luas di negara ini, termasuk ibukota Sana’a, dan memaksa pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi untuk pergi.

Koalisi Saudi mendukung Hadi dan memindahkan ibukota ke provinsi Aden. Di sisi lain, seluruh aset Negara di ibukota Sanaa dikuasai penuh oleh pemberontak Syiah.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KPPU: Manajemen Stok Beras Kacau, Validasi Data Penting!

Komisioner KPPU Saidah Sakwan mengatakan antisipasi ini penting lantaran berpengaruh terhadap stok beras nasional. Selain itu validasi data juga menjadi hal penting, sebab bagaimana memanajemen stok sedangkan data tidak akurat.

Kamis, 18/01/2018 09:24 0

Video Kajian

Abu Rusydan: Hati Hati, Jangan Mudah Mengafirkan

Abu Rusydan: Hati Hati, Jangan Mudah Mengafirkan. Sampai pada suatu masa, ia tidak lagi bermakmum di belakang Abdullah Azzam, dan tidak pernah lagi dalam waktu lama. Lalu ditanya, mengapa engkau tidak lagi shalat berjamaah bersama saya? Jawabannya mengejutkan!

Kamis, 18/01/2018 07:35 0

Indonesia

Eksepsi Ditolak, Pengacara Alfian: Masih Ada Proses Pembuktian Dakwaan

Sidang putusan sela atas eksepsi yang diajukan pengacara Alfian Tanjung digelar hari ini (17/01/2018). Majelis Hakim dalam putusanya menolak seluruh eksepsi pengacara terdakwa.

Kamis, 18/01/2018 06:10 0

Indonesia

Impor Beras Diduga Bukan Soal Stok, Lalu Apa?

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengatakan kekurangan stock beras di pasaran sehingga menyebabkan kenaikan harga dinilainya bukan karena kurangnya stok hasil beras tani.

Rabu, 17/01/2018 20:35 0

Indonesia

Eksepsi Alfian Tanjung Ditolak, Sidang Dilanjutkan Rabu Depan

Sidang ketiga pengamat Partai Komunis Indonesia, Alfian Tanjung hari ini beragendakan pembacaan putusan sela oleh majelis hakim.

Rabu, 17/01/2018 20:27 0

Indonesia

Anggota DPR Heran, Tahun 2018 Tak Ada Laporan Akan Impor Beras

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyatakan Komisi VI tidak pernah menerima laporan bahwa di awal tahun 2018 pemerintah akan melakukan impor beras.

Rabu, 17/01/2018 20:18 0

Indonesia

Tolak Penghayat Kepercayaan Masuk Kolom Agama KTP, Ini Solusi MUI

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor perkara 97/PPU-XIV/2016 terkait pencantuman kolom penghayat kepercayaan ke dalam KTP elektronik bersifat final dan mengikat (final and binding).

Rabu, 17/01/2018 19:29 0

Indonesia

Inilah Para Advokat yang Siap Bela Ustadz Zulkifli

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian. Dai nasional asal Payakumbuh, Sumatra Barat itu akan menghadap polisi pada Kamis (18/01/2018) di Jakarta.

Rabu, 17/01/2018 17:16 0

Indonesia

Pengamat Duga Ada Permainan soal Data Stok Beras

Pakar Komunikasi Politik, Prof. Tjipta Lesmana menyoroti keputusan impor beras oleh pemerintah karena kurangnya stok. Menurutnya, itu bukan solusi. 

Rabu, 17/01/2018 16:44 0

Indonesia

CIIA: Bahrun Naim Tewas Ketika Ribat

Harits kemudian menegaskan Bahrun Nain bukan salah satu tokoh ISIS, terlebih pemimpin ISIS Asia Tenggara sebagaimana kerap disebut pihak aparat keamanan.

Rabu, 17/01/2018 15:47 0

Close