... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Impor Beras: Petani Rugi, Pengusaha dan Pemerintah Untung Besar

Foto: Komisioner KPPU, Saidah Sakwan

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan kebijakan impor beras jelas merugikan para petani. Komisioner KPPU, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki enam daerah penghasil padi, jikalau dilakukan impor mau dikemanakan hasil padi enam daerah yang melimpah ini.

“Seharusnya pemerintah bisa mensejahterakan petani bukan justru memihak pada pelaku pedagang saja. Selama ini hasil padi petani masih banyak yang tidak laku dan mengalami keanjlokan harga, pasalnya minimnya alat pengering sehingga gabah basah,” kata Saidah dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2018).

Dia mengungkapkan, kebijakan mengimpor beras dari Vietnam atau Thailand memiliki margin keuntungan yang besar. Pasalnya, jikalau dihitung, beras asal Vietnam hanya Rp4.300 per liter, kemudian masuk ke Indonesia menjadi Rp7.300 dan di pasaran dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp9.300.

“Ini marginnya gede banget. Keuntungan itu untuk siapa, hal ini hanya permainan para pedagang dan pemerintah. Tapi justru hasil padi petani tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Adapun 6 provinsi yang memasok beras yaitu Sumatera Utara sekitar 5,4 persen atau 5,4 juta ton, Sumatera Selatan 6,6 persen atau 4,7 juta, kemudian Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur) hampir 50 persen dan Sulawesi Selatan.

“Sayangnya, kita tidak punya pasar beras sentral di masing-masing wilayah, makanya cost logistik tinggi. Akhirnya beras itu tour keliling daerah dan berakibat kenaikan harga disetiap daerah,” katanya.

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

KPPU juga telah mengantongi data akurat pengusaha besar yang bermain di industri beras. Pihaknya bakal membeberkan data pengusaha dan perusahaan tersebut jika terjadi eksploitasi harga beras.

“Kita sudah punya datanya tuh by name, by address siapa yang bermain di provinsi besar, siapa yang bermain di Sumut, Sumsel bermain di Jawa kita sudah datanya,” kata Saidah.

Saidah menuturkan, dari enam provinsi yang menjadi sumber distributor beras terkonsentrasi pada empat pelaku usaha. “Kita sudah tahu dan mereka sudah tahu kalau kita awasi,” ucap dia.

Sayangnya, Saidah enggan mengungkapkan pemain besar industri beras tersebut. “Empat pelaku saya ada datanya cuma menjadi konsumsi kita aja. Kita sudah tahu dia siapa dia punya berapa PT, dan kita awasi betul dan mereka tahu,” imbuhnya.

Terkait peran KPPU, dia mengaku sudah memonitor pelaku usaha beras dan belum ditemukan adanya permainan harga atau penahanan stok.

“Kita lihat dan monitor kita belum ada perilakunya ini semata-mata gak ada pasokannya, Perpadi kita tanya memang gak ada stoknya, di Cipinang PT Food Station kita tanya memang berkurang stoknya artinya berlakulah hukum pasar ketika stok berkurang harga akan naik,” pungkasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Abu Rusydan: Hati Hati, Jangan Mudah Mengafirkan

Abu Rusydan: Hati Hati, Jangan Mudah Mengafirkan. Sampai pada suatu masa, ia tidak lagi bermakmum di belakang Abdullah Azzam, dan tidak pernah lagi dalam waktu lama. Lalu ditanya, mengapa engkau tidak lagi shalat berjamaah bersama saya? Jawabannya mengejutkan!

Kamis, 18/01/2018 07:35 0

Indonesia

Eksepsi Ditolak, Pengacara Alfian: Masih Ada Proses Pembuktian Dakwaan

Sidang putusan sela atas eksepsi yang diajukan pengacara Alfian Tanjung digelar hari ini (17/01/2018). Majelis Hakim dalam putusanya menolak seluruh eksepsi pengacara terdakwa.

Kamis, 18/01/2018 06:10 0

Indonesia

Impor Beras Diduga Bukan Soal Stok, Lalu Apa?

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengatakan kekurangan stock beras di pasaran sehingga menyebabkan kenaikan harga dinilainya bukan karena kurangnya stok hasil beras tani.

Rabu, 17/01/2018 20:35 0

Indonesia

Eksepsi Alfian Tanjung Ditolak, Sidang Dilanjutkan Rabu Depan

Sidang ketiga pengamat Partai Komunis Indonesia, Alfian Tanjung hari ini beragendakan pembacaan putusan sela oleh majelis hakim.

Rabu, 17/01/2018 20:27 0

Indonesia

Anggota DPR Heran, Tahun 2018 Tak Ada Laporan Akan Impor Beras

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyatakan Komisi VI tidak pernah menerima laporan bahwa di awal tahun 2018 pemerintah akan melakukan impor beras.

Rabu, 17/01/2018 20:18 0

Indonesia

Tolak Penghayat Kepercayaan Masuk Kolom Agama KTP, Ini Solusi MUI

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor perkara 97/PPU-XIV/2016 terkait pencantuman kolom penghayat kepercayaan ke dalam KTP elektronik bersifat final dan mengikat (final and binding).

Rabu, 17/01/2018 19:29 0

Indonesia

Inilah Para Advokat yang Siap Bela Ustadz Zulkifli

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian. Dai nasional asal Payakumbuh, Sumatra Barat itu akan menghadap polisi pada Kamis (18/01/2018) di Jakarta.

Rabu, 17/01/2018 17:16 0

Indonesia

Pengamat Duga Ada Permainan soal Data Stok Beras

Pakar Komunikasi Politik, Prof. Tjipta Lesmana menyoroti keputusan impor beras oleh pemerintah karena kurangnya stok. Menurutnya, itu bukan solusi. 

Rabu, 17/01/2018 16:44 0

Indonesia

CIIA: Bahrun Naim Tewas Ketika Ribat

Harits kemudian menegaskan Bahrun Nain bukan salah satu tokoh ISIS, terlebih pemimpin ISIS Asia Tenggara sebagaimana kerap disebut pihak aparat keamanan.

Rabu, 17/01/2018 15:47 0

Video Kajian

Tiga Cara Tazkiyatun Nafs

Tiga Cara Tazkiyatun Nafs. ni adalah bencana yang bermula dari hati yang telah kotor oleh kerak-kerak nafsu dunia. Lantas bagaimana cara kita menyucikan jiwa agar bersih dari noda? Apa langkah yang utama dan pertamanya, simak penjelasannya dalam kajian Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA berikut ini!

Rabu, 17/01/2018 15:34 0

Close