... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Stok Menipis, Alasan Kemendag Ingin Impor Beras

Foto: Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dari Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan. (Viva)

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dari Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan alasan pemerintah melakukan impor untuk menjaga cadangan beras dalam negeri.

“Kita tidak ingin mengambil risiko. Untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah di Bulog harus segera dilakukan impor beras,” katanya kepada Kiblat.net melalui sambungan telefon, Rabu (17/01/2018).

Dalam pantauan Kemendag, kata dia, harga beras bergerak meninggi lantaran kurangnya stok beras dalam negeri. Untuk mengatasi itu Kemendag melakukan operasi pasar di 115 daerah, dengan begitu Kemendag melakukan intervensi supaya bisa mengendalikan harga.

“Operasi pasar bekerjasama dengan Bulog menggelontorkan cadangan beras yang ada di Bulog saat ini, kurang lebih antara 13 ribu digelontorkan ke pasar di seluruh pelosok Indonesia. Penggelontoran itu merupakan cadangan beras pemerintah sementara ini sebelum panen raya,” ujarnya

Maka dari itu pemerintah memutuskan untuk menugaskan Bulog agar mengimpor sebanyak 500 ribu ton, baik itu beras medium maupun premium. Namun pecahannya tidak lebih dari 25 persen.

“Persetujuan impornya sudah diterbitkan dan diharapkan berasnya bisa segera masuk. Sehingga cadangan Bulog tidak terganggu dan operasi pasar bisa terus dilakukan serta diharapkan impor mulai masuk akhir Januari,” ungkapnya.

Oke mengungkapkan impor beras diambil dari berbagai negara tergantung kebutuhan beras di Bulog. Kemendag setidaknya mengizinkan dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, Pakistan, India dan banyak negara lainnya.

BACA JUGA  Defisit Anggaran, PBB Terancam Tak Bisa Gaji Staf

Sementara, Ombudsman mencium maladministrasi di balik rencana pemerintah untuk mengimpor beras. Maladministrasi yang dimaksud terkait penyampaian informasi yang tak akurat kepada publik.

“Menteri pertanian menyatakan beras cukup, sementara menteri perdagangan menyatakan stok langka dan diperlukan impor beras,” ujarnya.

Selanjutnya, keputusan itu juga dinilai mengabaikan prinsip kehati-hatian. Karena sampainya impor kepada konsumen mendekati musim panen raya antara Februari hingga Maret. Hal ini bisa berdampak menurunnya harga gabah di level petani.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Memprihatinkan, Begini Kondisi Anak-anak Yaman Menurut PBB

Lebih dari tiga juta anak telah lahir di Yaman sejak krisis meletus pada bulan Maret 2015. Demikian menurut Badan PBB yang mengurusi anak-anak, UNICEF, pada hari Selasa (16/01/2018).

Rabu, 17/01/2018 12:17 1

Asia

Pemerintah India Cabut Dana Subsidi Haji

Menteri Urusan Etni Minoritas, Mukhtar Abbas, mengklaim bahwa pemerintah berusaha membantu warga Muslim yang berjumlah 175 juta tanpa menggunakan agama untuk "mendukung" mereka secara politis.

Rabu, 17/01/2018 08:58 0

Afghanistan

Jenderal AS: Kabul Terkepung

“Untuk itu, saat ini mereka (tentara AS) harus melakukan perjalanan menggunakan helikopter, tidak melintasi jalan raya,” imbuhnya.

Rabu, 17/01/2018 08:12 0

Arab Saudi

Empat Bulan Huni Sel Isolasi, Syaikh Al-Audah Dievakuasi ke Rumah Sakit

Putra ulama Saudi Salman Al-Audah, Abdullah Al-Audah, mengabarkan bahwa ayahnya telah dipindahkan ke rumah sakit setelah ditahan di sel isolasi di penjara Zahban, Jeddah, selama empat bulan.

Rabu, 17/01/2018 07:50 0

Analisis

Visi 2030: Di Bawah Muhamad Bin Salman, Arab Saudi Semakin Liberal

Ketika panitia mengumumkan visa untuk berangkat ke Arab Saudi di menit terakhir jelang keberangkatan, ada beberapa hal yang saya khawatirkan. Pertama, terkait profesi saya sebagai jurnalis. Saudi merupakan negara di Timur Tengah yang mengekang kebebasan pers. Kedua, cuaca yang tidak bersahabat. Ketiga, kondisi terkini ekonomi Saudi yang akan berefek kepada daya beli (lebih tepatnya list titipan oleh-oleh dari Tanah Air) dan nilai tukar uang rupiah.

Rabu, 17/01/2018 02:14 0

Suriah

Sikapi 30 Ribu Pasukan AS di Suriah, Turki Siap Gempur Kurdi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (15/01/2018) bahwa pasukan Turki siap kapan saja untuk menggelar operasi militer terbaru di perbatasan yang terkepung di area Afrin dan Manbij, Suriah.

Selasa, 16/01/2018 21:42 0

Iran

Protes Iran Berlanjut Hingga Ke Stadion Sepakbola

Teriakan matilah diktator muncul saat pertandingan Sabahan dan Thub Ahan di Stadion Naghsh-e Jahan, Isfahan

Selasa, 16/01/2018 19:43 0

Suriah

AS Siapkan 30 Ribu Pasukan Dukung Kurdi di Suriah, Turki Geram

Amerika Serikat menyatakan pada hari Ahad (14/01/2018) bahwa mereka akan bekerja sama dengan pihak pemberontak Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Force, SDF) yang dikelola oleh etnis Kurdi.

Selasa, 16/01/2018 17:46 1

Suriah

Ratusan Pasukan Assad Tewas di Ghauta Timur, Ini Rinciannya

Pejuang oposisi di Ghouta Timur merilis jumlah korban dari pasukan Bashar Assad sejak awal serangan rezim ke wilayah itu pada akhir 2017.

Selasa, 16/01/2018 16:12 0

Afghanistan

Ghani: Jika AS Tarik Dukungan, Rezim Kabul Runtuh dalam 3 Hari

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan bahwa tentaranya hanya mampu bertahan selama enam bulan jika tanpa dukungan AS.

Selasa, 16/01/2018 09:27 0

Close