... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jenderal AS: Kabul Terkepung

KIBLAT.NET, Kabul – Jenderal John Nicholson, komandan tinggi pasukan AS dan NATO di Afghanistan, mengungkapkan bahwa ibukota Kabul telah terkepung. Pernyataan ini keluar setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan bahwa Kabul bisa runtuh dalam waktu tiga hari jika AS menarik diri.

Dalam wawancara dengan TV CBS, seperti dinukil Al-Jazeera pada Selasa (16/01), Nicholson menambahkan mengontrol ibukota yang berpenduduk lima juta jiwa sangat sulit. Prioritas untuk saat ini menjaga keselamatan nyawa tentara AS.

“Untuk itu, saat ini mereka harus melakukan perjalanan menggunakan helikopter, tidak melintasi jalan raya,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ashraf Ghani memperingatkan keruntuhan kekuatan militer dan polisi dalam enam bulan jika AS menarik diri dari Afghanistan.

Ghani menjelaskan, biaya perang selama 16 tahun sudah mencapai $1 triliun. Meski sudah mengeluarkan dana sebesar itu, keamanan dan stabilitas di Kabul belum didapat.

Dia menekankan, negaranya menjadi tempat 21 organisasi “teroris” lintas Negara. Puluhan “pembom bunuh diri” setiap saat mengintai pasukan pemerintah dan asing. Sehingga harus menyatukan seluruh sumber daya untuk mengatasi masahal yang dihadapi.

Taliban, lanjutnya, bekerja menyebarkan benih keraguan terhadap pemerintah di kalangan masyarakat. Sehingga warga marah dan berani melakukan operasi berani mati di ibukota.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Visi 2030: Di Bawah Muhamad Bin Salman, Arab Saudi Semakin Liberal

Ketika panitia mengumumkan visa untuk berangkat ke Arab Saudi di menit terakhir jelang keberangkatan, ada beberapa hal yang saya khawatirkan. Pertama, terkait profesi saya sebagai jurnalis. Saudi merupakan negara di Timur Tengah yang mengekang kebebasan pers. Kedua, cuaca yang tidak bersahabat. Ketiga, kondisi terkini ekonomi Saudi yang akan berefek kepada daya beli (lebih tepatnya list titipan oleh-oleh dari Tanah Air) dan nilai tukar uang rupiah.

Rabu, 17/01/2018 02:14 0

Indonesia

Ini Penyebab Kelangkaan Beras di Pasar Menurut Pedagang

Harga beras terus meroket di pasaran. Penjual beras di Pasar Induk Beras Cipinang mengaku merasakan kelangkaan beras sejak Desember 2017.

Selasa, 16/01/2018 22:59 0

Indonesia

Soal Impor Beras, Gerindra: Jangan-jangan untuk Dana Politik

Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono menilai bahwa seharusnya pemerintah melakukan operasi pasar terlebih dahulu untuk mencari akar masalah. Sebab, Ferry menilai impor ini karena masyarakat di kota merasa beras terlalu mahal.

Selasa, 16/01/2018 22:37 0

Indonesia

Gerindra: Ada yang Terima Fee dari Impor Beras

Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan bahwa ada oknum tertentu yang mengambil keuntungan pribadi di balik impor beras yang direncanakan pemerintah. Menurutnya, telah banyak pihak yang melihat potensi tersebut.

Selasa, 16/01/2018 19:03 0

Indonesia

Bertolak ke Mesir, Menag Tegaskan Indonesia Tetap Dukung Palestina

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertolak menuju Mesir untuk menghadiri Konferensi Internasional di Al Azhar.

Selasa, 16/01/2018 17:00 0

Indonesia

Komisi IV: Kondisi Beras Stabil, Kenapa Ada Impor?

Pasalnya, bahan pangan di Indonesia saat ini terbilang stabil. Ditambah lagi, produksi beras dari petani di Indonesia melimpah karena akan panen dalam waktu dekat.

Selasa, 16/01/2018 16:22 0

Indonesia

Impor Beras, Swasembada Pangan Jokowi Dipertanyakan

Kebijakan impor beras bertentangan dengan janji pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Andi Fajar Asti, menilai kebijakan itu kontrapoduktif.

Selasa, 16/01/2018 14:02 0

Indonesia

Kebijakan Impor Beras Abaikan Prinsip Kehati-hatian

Komisioner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih menilai, keputusan pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton mengabaikan prinsip kehati-hatian. Pasalnya, keputusan itu dilakukan dalam masa yang kurang tepat.

Selasa, 16/01/2018 12:12 0

Indonesia

Aksi 212 Ditunggangi Parpol? Ini Jawaban Arie Untung

Arie Untung membantah aksi besar di Monas tersebut ditunggangi oleh sebuah kelompok atau parpol. Menurutnya itu tidak mungkin.

Selasa, 16/01/2018 11:50 1

Indonesia

Dakwaan Dinilai Tidak Tepat, Pengacara Minta Jonru Dibebaskan

Tim pengacara menilai dakwaan yang ditetapkan kepada klien mereka tidak tepat. Untuk itu, hakim diminta untuk mengabulkan nota keberatan dan memutus bebas Jonru.

Selasa, 16/01/2018 10:55 0

Close