... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Inilah Para Advokat yang Siap Bela Ustadz Zulkifli

Foto: Ustadz Zulkifli Muhammad Ali (foto: screenshot Youtube UZMA Media)

KIBLAT.NET, Jakarta- Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian. Dai nasional asal Payakumbuh, Sumatra Barat itu akan menghadap polisi pada Kamis (18/01/2018) di Jakarta.

Ustadz Zulkifli akan didampingi oleh sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Ustadz Zulkifli Muhammad Ali atau disingkat TA UZMA. Sejumlah pengacara yang telah berpengalaman menangani kasus serupa sebelumnya turut bergabung dalam TA UZMA tersebut.

Diantaranya, DR. Sulistyowati, SH,MH, Evi Risna Yanti, SH, MKn, DR. Mahendradatta, SH,MH, Michdan, SH, Nasrullah Nasution, SH, MKn dan para advokat lainnya. Mereka semua siap mendampingi proses hukum dai berdarah Minang itu.

Sesuai undangan penyidik yang diterima tersangka, pemeriksaan akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Sementara penetapan tersangka ini berdasarkan tuduhan pada Pasal 16 jo 4 Huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang_Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sedangkan menurut penuturan Edi Kusmana, adik ipar ustadz Zulkifli, kasus yang diperkarakan ini berupa potongan ceramah tentang paham komunisme, Syiah dan KTP palsu pada tahun 2016 silam. Video itu kembali viral seiring muncul berita penetapan tersangka terhadap ustadz Zulkifli.

BACA JUGA  Gamal Albinsaid Bicara Persatuan di Reuni Akbar 212

“Terkait status tersangka ustadz kita, Zulifli Muhammad Ali, maka dengan ini, disampaikan bahwa beliau dijerat dalam kasus UU ITE, ujaran kebencian dan SARA terkait paham komunisme, KTP palsu Cina, Syiah yang tersebar tahun 2016 silam di medsos,” ungkap Edi Kusmana melalui keterangan tertulisnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Israel dan India Jalin Kerja Sama Hadapi Islamis

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Selasa (16/01), bahwa dia telah membahas langkah-langkah memperkuat kerja sama keamanan dengan India untuk melawan umat Islam yang dihadapi kedua negara.

Rabu, 17/01/2018 17:03 0

Video Kajian

Tiga Cara Tazkiyatun Nafs

Tiga Cara Tazkiyatun Nafs. ni adalah bencana yang bermula dari hati yang telah kotor oleh kerak-kerak nafsu dunia. Lantas bagaimana cara kita menyucikan jiwa agar bersih dari noda? Apa langkah yang utama dan pertamanya, simak penjelasannya dalam kajian Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA berikut ini!

Rabu, 17/01/2018 15:34 0

Yaman

Memprihatinkan, Begini Kondisi Anak-anak Yaman Menurut PBB

Lebih dari tiga juta anak telah lahir di Yaman sejak krisis meletus pada bulan Maret 2015. Demikian menurut Badan PBB yang mengurusi anak-anak, UNICEF, pada hari Selasa (16/01/2018).

Rabu, 17/01/2018 12:17 1

Asia

Pemerintah India Cabut Dana Subsidi Haji

Menteri Urusan Etni Minoritas, Mukhtar Abbas, mengklaim bahwa pemerintah berusaha membantu warga Muslim yang berjumlah 175 juta tanpa menggunakan agama untuk "mendukung" mereka secara politis.

Rabu, 17/01/2018 08:58 0

Afghanistan

Jenderal AS: Kabul Terkepung

“Untuk itu, saat ini mereka (tentara AS) harus melakukan perjalanan menggunakan helikopter, tidak melintasi jalan raya,” imbuhnya.

Rabu, 17/01/2018 08:12 0

Arab Saudi

Empat Bulan Huni Sel Isolasi, Syaikh Al-Audah Dievakuasi ke Rumah Sakit

Putra ulama Saudi Salman Al-Audah, Abdullah Al-Audah, mengabarkan bahwa ayahnya telah dipindahkan ke rumah sakit setelah ditahan di sel isolasi di penjara Zahban, Jeddah, selama empat bulan.

Rabu, 17/01/2018 07:50 0

Analisis

Visi 2030: Di Bawah Muhamad Bin Salman, Arab Saudi Semakin Liberal

Ketika panitia mengumumkan visa untuk berangkat ke Arab Saudi di menit terakhir jelang keberangkatan, ada beberapa hal yang saya khawatirkan. Pertama, terkait profesi saya sebagai jurnalis. Saudi merupakan negara di Timur Tengah yang mengekang kebebasan pers. Kedua, cuaca yang tidak bersahabat. Ketiga, kondisi terkini ekonomi Saudi yang akan berefek kepada daya beli (lebih tepatnya list titipan oleh-oleh dari Tanah Air) dan nilai tukar uang rupiah.

Rabu, 17/01/2018 02:14 0

Suriah

Sikapi 30 Ribu Pasukan AS di Suriah, Turki Siap Gempur Kurdi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (15/01/2018) bahwa pasukan Turki siap kapan saja untuk menggelar operasi militer terbaru di perbatasan yang terkepung di area Afrin dan Manbij, Suriah.

Selasa, 16/01/2018 21:42 0

Iran

Protes Iran Berlanjut Hingga Ke Stadion Sepakbola

Teriakan matilah diktator muncul saat pertandingan Sabahan dan Thub Ahan di Stadion Naghsh-e Jahan, Isfahan

Selasa, 16/01/2018 19:43 0

Suriah

AS Siapkan 30 Ribu Pasukan Dukung Kurdi di Suriah, Turki Geram

Amerika Serikat menyatakan pada hari Ahad (14/01/2018) bahwa mereka akan bekerja sama dengan pihak pemberontak Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Force, SDF) yang dikelola oleh etnis Kurdi.

Selasa, 16/01/2018 17:46 1

Close