... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sikapi 30 Ribu Pasukan AS di Suriah, Turki Siap Gempur Kurdi

Foto: Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan

KIBLAT.NET, Ankara– Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (15/01/2018) bahwa pasukan Turki siap kapan saja untuk menggelar operasi militer terbaru di perbatasan yang terkepung di area Afrin dan Manbij, Suriah.

“Pasukan militer Turki akan turun tangan menyelesaikan persoalan Afrin dan Manbij secepatnya. Persiapan kami sudah melewati tahap final, dan sebuah operasi militer akan siap digelar sewaktu-waktu,” kata Erdogan saat membuka sebuah perhelatan di ibukota Ankara.

Satuan-satuan tempur Turki telah siap dikerahkan ke Afrin yang merupakan sebuah distrik di Aleppo di dekat perbatasan Turki dengan Suriah. Saat ini, distrik tersebut terblokade dan dikepung oleh kelompok milisi PKK/PYD. PYD adalah cabang/afiliasi PKK yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.

Operasi di Afrin ini nantinya akan menjadi kelanjutan dari operasi militer Turki sebelumnya yang diklaim sukses, yaitu operasi “Euphrate Shield” selama 7 bulan dan berakhir pada bulan Maret 2017.

Merespon pengumuman AS yang berencana akan membentuk pasukan berkekuatan 30.000 tentara di perbatasan yang didominasi oleh milisi PKK/PYD, Erdogan mengatakan, “AS sudah mengakui akan membentuk pasukan teroris di sepanjang perbatasan Turki”. Erdogan pun bersumpah bahwa Turki akan menghabisi “pasukan” tersebut sebelum berhasil dibentuk.

Selama ini Turki menyatakan protes keras atas dukungan AS terhadap milisi PKK/PYD. Di lain pihak, Washington terkesan mengabaikan berbagai protes dan kritik negara sekutunya itu dengan berdalih bahwa Amerika membutuhkan kelompok teroris tersebut untuk membantu memerangi ISIS.

BACA JUGA  Gelombang Pengungsi dari Idlib Kembali Mengalir ke Perbatasan Turki

PKK telah mengobarkan perlawanan & pemberontakan selama lebih dari 30 tahun terhadap Turki. Lebih dari 40 ribu orang tewas termasuk aparat keamanan dan warga sipil akibat konflik yang berpusat di bagian tenggara Turki itu. Khusus pada bulan Juli 2015, sedikitnya 1.200 orang tewas akibat konflik yang sama.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Gerindra: Ada yang Terima Fee dari Impor Beras

Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan bahwa ada oknum tertentu yang mengambil keuntungan pribadi di balik impor beras yang direncanakan pemerintah. Menurutnya, telah banyak pihak yang melihat potensi tersebut.

Selasa, 16/01/2018 19:03 0

Indonesia

Bertolak ke Mesir, Menag Tegaskan Indonesia Tetap Dukung Palestina

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertolak menuju Mesir untuk menghadiri Konferensi Internasional di Al Azhar.

Selasa, 16/01/2018 17:00 0

Indonesia

Komisi IV: Kondisi Beras Stabil, Kenapa Ada Impor?

Pasalnya, bahan pangan di Indonesia saat ini terbilang stabil. Ditambah lagi, produksi beras dari petani di Indonesia melimpah karena akan panen dalam waktu dekat.

Selasa, 16/01/2018 16:22 0

Indonesia

Impor Beras, Swasembada Pangan Jokowi Dipertanyakan

Kebijakan impor beras bertentangan dengan janji pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Andi Fajar Asti, menilai kebijakan itu kontrapoduktif.

Selasa, 16/01/2018 14:02 0

Indonesia

Kebijakan Impor Beras Abaikan Prinsip Kehati-hatian

Komisioner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih menilai, keputusan pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton mengabaikan prinsip kehati-hatian. Pasalnya, keputusan itu dilakukan dalam masa yang kurang tepat.

Selasa, 16/01/2018 12:12 0

Indonesia

Aksi 212 Ditunggangi Parpol? Ini Jawaban Arie Untung

Arie Untung membantah aksi besar di Monas tersebut ditunggangi oleh sebuah kelompok atau parpol. Menurutnya itu tidak mungkin.

Selasa, 16/01/2018 11:50 1

Indonesia

Dakwaan Dinilai Tidak Tepat, Pengacara Minta Jonru Dibebaskan

Tim pengacara menilai dakwaan yang ditetapkan kepada klien mereka tidak tepat. Untuk itu, hakim diminta untuk mengabulkan nota keberatan dan memutus bebas Jonru.

Selasa, 16/01/2018 10:55 0

Indonesia

Ini Poin Eksepsi Jonru atas Dakwaan JPU

Aktifis media sosial, Jon Riah Ukur Ginting alisa Jonru hari ini menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan agenda pembacaan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Senin, 15/01/2018 22:13 0

Indonesia

Sidang Perdana Uji Materi, Pemohon Tegaskan UU Ormas Langgar Konstitusi

Sidang perdana uji materi UU Ormas berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (15/01/2018)

Senin, 15/01/2018 21:21 0

Indonesia

Terkesan Ada Kebohongan Data Beras Nasional

Terkait impor beras, muncul pertanyaan pihak mana yang salah. Apakah Menteri Pertanian atau Menteri Perdagangan

Senin, 15/01/2018 20:55 0

Close