... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi IV: Kondisi Beras Stabil, Kenapa Ada Impor?

Foto: Petani memanen padi (foto: Inilah)

KIBLAT. NET, Jakarta- Rencana pemerintah yang akan mengimpor beras sebesar 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand mulai memunculkan pertanyaan. Pasalnya, bahan pangan di Indonesia saat ini terbilang stabil. Ditambah lagi, produksi beras dari petani di Indonesia melimpah karena akan panen dalam waktu dekat.

Pertanyaan itu diutarakan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo. Politisi Parta Gerindra itu heran dengan kebijakan pemerintah yang terlihat ‘memaksakan’ impor beras. Selain itu, produksi beras petani dipandang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia hingga pertengahan tahun ini.

“Kenapa saat kondisi iklim sedang normal seperti sekarang ini malah melakukan impor beras besar-besaran? Ada apa di balik semua ini?,” ujar Edhy dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (16/02/2018).

Selain itu, Edhy juga menyoroti anggaran yang diturunkan untuk sektor pertanian jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Seharusnya dengan meningkatnya anggaran pemerintah mampu menjaga ketersediaan pangan tanpa melakukan impor.

“Karena penambahan anggaran tidak mengubah hasil pencapaian. Karena masih melakukan impor beras,“ sambungnya.

Hal lain yang menjadi sorotan Edhy, impor beras yang tidak lagi dipercayakan oleh Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Namun, malah menunjuk BUMN bernama Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Padahal dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018, persoalan seperti ini menjadi domain Bulog.

“Apakah PPI memiliki insfrastruktur yang lebih memadai dari Bulog? Apakah PPI lebih mengerti persoalan beras daripada Bulog? Atau ada kepentingan lain di balik semua ini?,” tutur edhy.

BACA JUGA  MUI Keluarkan Fatwa tentang Shalat Jum'at di Masa Pandemi

Selain itu, ia juga menyinggung kepemimpinan Jokowi yang dulu pernah berjanji dalam kampanye bahwa akan kembali mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. Dan sudah tiga tahun lebih menjabat, wacana itu tidak kunjung terbukti. Padahal anggaran yang dialokasikan untuk pertanian hampir dua kali lipat dari pemerintahan sebelumnya.

“Kita berhak menagih janji mereka untuk mewujudkan swasembada pangan demi memakmurkan petani kita dan mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Reporter: Julian
Editor: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Ratusan Pasukan Assad Tewas di Ghauta Timur, Ini Rinciannya

Pejuang oposisi di Ghouta Timur merilis jumlah korban dari pasukan Bashar Assad sejak awal serangan rezim ke wilayah itu pada akhir 2017.

Selasa, 16/01/2018 16:12 0

Afghanistan

Ghani: Jika AS Tarik Dukungan, Rezim Kabul Runtuh dalam 3 Hari

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan bahwa tentaranya hanya mampu bertahan selama enam bulan jika tanpa dukungan AS.

Selasa, 16/01/2018 09:27 0

Turki

Turki: AS Sedang “Bermain Api” di Suriah

Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, menggambarkan bahwa pengumuman Amerika Serikat membentuk kekuatan militer baru di Suriah di komando milisi Kurdi, tidak dapat diterima

Selasa, 16/01/2018 08:17 0

Palestina

Hamas Minta Bantuan Lebanon Selidiki Penyerang Kadernya

"Hamas berhubungan dengan pihak berwenang Lebanon untuk mengungkap penyebab di balik kejahatan teroris ini," kata Ali Barka, perwakilan Hamas di Lebanon.

Selasa, 16/01/2018 07:40 0

Amerika

Trump Berterimakasih kepada Emir Qatar karena Bantu Perangi “Terorisme”

Presiden AS dan Emir Qatar dalam sambungan itu lebih banyak membahas isu-isu yang dapat ditangani bersama dalam menjaga stabilitas yang lebih luas di kawasan.

Selasa, 16/01/2018 06:30 0

Suriah

Rudal Assad Sasar Kamp Pengungsi di Idlib

Tekanan pemerintah Turki tampaknya tak begitu dihiraukan oleh rezim Suriah, Bashar Al Assad. Serangan terhadap Idlib terus diluncurkan.

Senin, 15/01/2018 21:53 0

Suriah

Kapal Tempur Rusia Gempur Idlib dengan Rudal Balistik

Tak hanya pasukan udara, militer Rusia juga mengerahkan armada tempur laut untuk menggempur pejuang revolusi Idlib. Serangan dari laut itu menghantam sekitar Kota Abu Dzuhur di pedesaan Idlib timur dan Ad-Dier timur di pedesaan idlib selatan.

Senin, 15/01/2018 21:45 0

Myanmar

ARSA: Kejahatan Burma Akan Kami Ungkap pada Waktunya

Dalam pernyataannya, ARSA menyatakan bahwa Myanmar telah menjual kabar palsu terkait angka kematian dan pembunuhan terhadap warga Rohingya.

Senin, 15/01/2018 21:17 0

Info Event

Komunitas Hijab Syar’i Tangerang Gelar Event Gerakan Menutup Aurat (GEMAR)

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) Komunitas Hijab Syar’i Tangerang

Senin, 15/01/2018 15:28 1

Asia

Israel-India Perkuat Kerja Sama Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu tiba di India untuk pertama kalinya pada Ahad (14/01/2018). Selama kunjungan enam hari, Benyamin ingin memperluas hubungan pertahanan, perdagangan dan energi antar kedua negara.

Senin, 15/01/2018 15:21 0

Close