... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terkesan Ada Kebohongan Data Beras Nasional

Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

KIBLAT.NET, Jakarta – Rencana impor beras oleh pemerintah memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pernah melontarkan pernyataan yang memastikan stok beras tahun 2018 aman.

Keputusan pemerintah untuk mengimpor beras mengingatkan masyarakat pada pernyataan menteri pertanian, yang menyebut stok beras nasional tak ada masalah dengan persediaan mencapai 1 juta ton. Melihat situasi saat ini, anggota Komisi IV DPR, Zainut Tauhid Saadi menyebut ada kesan kebohongan dalam pernyataan itu.

“Apa yang disampaikan Menteri Pertanian tersebut jauh dari kenyataan. Bahkan terkesan ada kebohongan dengan melakukan mark up data beras nasional hanya untuk menunjukkan capaian prestasi kerjanya. Karena nyatanya harga beras di pasaran melonjak,” ungkap Zainut melalui keterangan tertulisnya, Senin (15/01/2018).

Zainut menegaskan kondisi saat ini membuktikan adanya ketidakseimbangan antara produksi, distribusi dan konsumsi beras nasional. Penawaran dan permintaan terhadap kebutuhan pokok itu di masyarakat tidak seimbang.

Pertanyaan mendasarnya, menurut Zainut, adalah siapakah sesungguhnya yang bersalah atas situasi ini. “Apakah Menteri Pertanian me-mark up data beras, atau Menteri Perdagangan yang me-mark down data beras?” ujarnya.

“Jika tidak keduanya berarti ada pihak ketiga yaitu gurita besar yang bernama kartel yang sengaja ingin mengambil keuntungan di tengah kelemahan data birokrasi kita.

Jika memang ada pihak ketiga, maka hal itu membenarkan anggapan bahwa negara memang tidak berdaya berhadapan dengan para mafioso pangan, yang rakus memburu rente semata.

BACA JUGA  Politisi Nasdem Sebut Luhut Menteri Palu Gada

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berencana mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan impor beras beras khusus sebanyak 500 ribu ton tahun ini dilakukan untuk mengamankan stok beras. Di sisi lain, petani lokal diperkirakan akan melakukan panen raya pada bulan Maret mendatang.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Komunitas Hijab Syar’i Tangerang Gelar Event Gerakan Menutup Aurat (GEMAR)

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) Komunitas Hijab Syar’i Tangerang

Senin, 15/01/2018 15:28 1

Asia

Israel-India Perkuat Kerja Sama Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu tiba di India untuk pertama kalinya pada Ahad (14/01/2018). Selama kunjungan enam hari, Benyamin ingin memperluas hubungan pertahanan, perdagangan dan energi antar kedua negara.

Senin, 15/01/2018 15:21 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Cara Islam Sikapi Hujan

Kita sudah memasuki musim hujan, nah bagaimanakah kita sebagai muslim menyikapi hujan ?Dan sudah tahukah...

Senin, 15/01/2018 14:37 0

Pakistan

Silang Pendapat Komandan CENTCOM dan Donald Trump soal Pakistan

Menurut keterangan Divhumas Militer Pakistan (ISPR), Votel menyampaikan kepada Bajwa bahwa AS menghargai peran Pakistan dalam “perang melawan teror” dan berharap ketegangan atau perang urat syaraf saat ini antara AS dengan Pakistan, termasuk pembekuan bantuan finansial hanya bersifat sementara.

Senin, 15/01/2018 13:32 0

Lebanon

Anggota Hamas di Lebanon Jadi Target Serangan Bom

Seorang anggota kelompok perlawanan Palestina Hamas terluka akibat ledakan bom di kota Sidon, Lebanon, pada Ahad (14/01/2018).

Senin, 15/01/2018 11:37 0

Video News

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

KIBLAT.NET – Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi,...

Senin, 15/01/2018 10:52 0

Yaman

Kabur dari Barisan Pasukan Syiah Hutsi, Anak Belasan Tahun Dieksekusi

Di tengah perjalanan, anak-anak tersebut diberitahu bahwa mereka bukan untuk mengikuti pelatihan namun sedang menuju ke front tempur Maidy. Waktu istirahat dimanfaatkan Harby untuk melarikan diri.

Senin, 15/01/2018 08:54 0

Suriah

Operasi Terkoordinir Pejuang Suriah Balikkan Situasi Pertempuran Idlib

Pejuang merebut kembali desa-desa yang sebelumnya terlepas. Kemajuan pejuang revolusi itu membuat peta militer menjadi seimbang.

Senin, 15/01/2018 07:46 0

Suriah

Koalisi AS Bentuk Pasukan Baru dengan Kekuatan 30 Ribu Personil di Suriah

Koalisi militer Amerika Serikat, Ahad (14/01), mengumumkan tengah membentuk pasukan militer baru di Suriah dengan kekuatan 30 ribu pasukan. Pasukan ini dilatih khusus untuk menjaga perbatasan.

Senin, 15/01/2018 06:39 0

Artikel

Lelucon Berbahaya Komika Ge dan Joshua

Punchline dari lelucon Ge dan Joshua ternyata hanya berefek di atas panggung, sebatas membuat para penonton tertawa. Selebihnya, kecaman dan sindiran pedas lah yang dipanen ketika lelucon keduanya viral di media sosial.

Senin, 15/01/2018 01:00 1

Close