... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Silang Pendapat Komandan CENTCOM dan Donald Trump soal Pakistan

Foto: Komandan CENTCOM, Joseph Votel.

KIBLAT.NET, Islamabad – Dalam sebuah percakapan dengan panglima militer Pakistan, institusi militer negara itu mengklaim komandan CENTCOM Jenderal Joseph Votel mengatakan, adanya anggapan bahwa Taliban menggunakan Pakistan sebagai “wilayah aman” merupakan sikap yang mengecilkan kontribusi Pakistan dalam perang melawan terorisme.

Posisi Pakistan dalam percakapan tersebut nampaknya ingin mengkonfrontir secara langsung Jenderal Votel dengan pemerintahan Trump yang telah memutuskan akan mengambil tindakan tegas terhadap Pakistan. Hal itu dilakukan karena Washington menganggap Pakistan masih terus mendukung jihadis di Afghanistan.

CENTCOM menolak berkomentar terhadap laporan Long War Journal terkait upaya positioning Pakistan mengenai percakapan dengan Votel. Mereka hanya mengatakan masih terus berkomunikasi dengan militer Pakistan. Sementara Divisi Humas Militer Pakistan (ISPR) telah mempublikasikan isi diskusi antara Jenderal Votel dengan panglima Bajwa pada tanggal 12 Januari menurut versi mereka yang diberi judul “Kerjasama keamanan Pakistan-AS pasca cuitan Presiden Trump.”

ISPR merujuk pada cuitan Trump di Twitter pada tanggal 1 Januari yang mengungkit-ungkit soal bantuan AS yang diterima Pakistan sebesar US$ 33 miliar selama 16 tahun terakhir, namun Pakistan dianggap masih melindungi dan mendukung Taliban. Implikasinya, pemerintah AS memotong seluruh bantuan finansial untuk alokasi Dana Pendukung Koalisi dan Bantuan Keamanan yang diberikan kepada Pakistan selama operasi perang terhadap kelompok-kelompok teroris.

Yang dipersoalkan Washington bahwa Pakistan hanya memerangi kelompok-kelompok teroris sesuai selera dan kepentingannya. Di satu sisi militer Pakistan hanya menargetkan kelompok-kelompok yang mengancam Pakistan, seperti Gerakan Taliban Pakistan (TTP), namun di sisi lain masih melindungi dan mendukung kelompok lain seperti Taliban Afghanistan dan Lashkar-e-Taiba yang kerap dikategorikan sebagai “Taliban yang baik”.

BACA JUGA  Pasukan India Tewaskan Dua Warga Sipil Kashmir

Menurut keterangan Divhumas Militer Pakistan (ISPR), Votel menyampaikan kepada Bajwa bahwa AS menghargai peran Pakistan dalam “perang melawan teror” dan berharap ketegangan atau perang urat syaraf saat ini antara AS dengan Pakistan, termasuk pembekuan bantuan finansial hanya bersifat sementara.

Ditambahkannya, Votel mengatakan bahwa militer AS tidak berfikir untuk melakukan aksi sepihak di dalam wilayah Pakistan seperti operasi penggerebekan atau serangan udara terhadap pemimpin-pemimpin Taliban, termasuk operasi-operasi lain yang bersifat supporting. Namun, militer Amerika hanya ingin bekerjasama supaya orang-orang Afghan tidak menggunakan wilayah Pakistan untuk memerangi pemerintah Afghanistan.

Dengan kata lain, ISPR mengatakan, Votel telah menyampaikan pesan kepada Bajwa bahwa AS tidak akan menyerang Taliban, namun hanya ingin bekerjasama dengan Pakistan untuk menghentikan Taliban supaya tidak beroperasi di tanah Pakistan. Jika kutipan ISPR tersebut benar adanya dan akurat, maka sama saja dengan menempatkan Jenderal Votel berhadap-hadapan secara langsung dengan pemerintahan Trump.

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

KIBLAT.NET – Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi,...

Senin, 15/01/2018 10:52 0

Indonesia

Jonru Kembali Jalani Sidang, Pengacara Akan Bacakan Eksepsi

Sidang kedua kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting akan kembali dilakukan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hari ini (15/01/2018).

Senin, 15/01/2018 10:02 0

Indonesia

Fadli Zon: Impor Beras Bukti Kekacauan Tata Kelola Pangan Pemerintah

Rencana impor beras oleh Pemerintah pusat di akhir tahun 2018 menuai kritik pedas dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Ia menilai wacana tersebut menjadi bukti buruknya tata kelola pangan pemerintah

Senin, 15/01/2018 09:48 0

Artikel

Lelucon Berbahaya Komika Ge dan Joshua

Punchline dari lelucon Ge dan Joshua ternyata hanya berefek di atas panggung, sebatas membuat para penonton tertawa. Selebihnya, kecaman dan sindiran pedas lah yang dipanen ketika lelucon keduanya viral di media sosial.

Senin, 15/01/2018 01:00 1

Indonesia

Media Pemerintah Suriah Tuding Turki Terlibat Serangan Bersama Oposisi di Idlib

KIBLAT.NET, Damaskus- Buntut serangan balik pejuang-pejuang oposisi Suriah pada hari Kamis (11/01/2018) lalu yang menyebabkan...

Ahad, 14/01/2018 23:09 0

Indonesia

Pererat Ukhuwah, Umat Islam Solo Raya Ikuti Long March

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Jawa Tengah menggelar long march dengan tema 'Indahnya Ukhuwah Islamiyah'.

Ahad, 14/01/2018 21:38 0

Indonesia

Maraknya Kasus Pornografi dan Dampak pada Otak Manusia

Huzaematul Badriah, Kadiv Pembina dan Pembinaan Kader Tunas Koorpus PII Wati Periode 2017-2020 mengungkapkan bahwa pornografi sebenarnya merupakan fenomena yang sudah terjadi sejak lama.

Ahad, 14/01/2018 20:40 0

Indonesia

Solusi PKS Agar Pemerintah Tak Mudah Impor Beras

Pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap Permendag 57/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dan Permentan 31/2017 tentang Kelas Mutu Beras.

Ahad, 14/01/2018 12:10 0

Indonesia

Kebijakan Impor Beras Dinilai Rugikan Petani

Kebijakan impor beras jelas bukan solusi, melainkan semakin menekan petani.

Ahad, 14/01/2018 11:43 0

Indonesia

Cara Muslimah Negarawan Bandung Bentengi Anak dari LGBT 

Maraknya isu penyimpangan seksual seperti Lesbian, Biseksual, Homoseksual, Transgender (LGBT) membuat khawatir para muslimah yang juga sebagai calon ibu.

Ahad, 14/01/2018 11:03 0

Close