... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidang Perdana Uji Materi, Pemohon Tegaskan UU Ormas Langgar Konstitusi

Foto: Suasana sidang perdana uji materi Undang-undang Ormas, Senin (15-01-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sidang perdana gugatan uji materi (jucial review) Undang-undang Ormas digelar di Mahkamah Konstitusi hari ini, Senin (15/01/2018). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan permohonan dari para pemohon.

Sidang perdana uji materi UU Ormas dihadir lima pemohon, yang berasal dari berbagai organisasi. Dalam kesempatan itu, permohonan dibacakan oleh Munarman sebagai pemohon V. Dalam permohonan yang dibacakan, ditegaskan UU Ormas bertentangan dengan konstitusi.

“Undang-undang ormas bertentangan dengan prinsip negara hukum, undang-undang ormas bertentangan dengan hak asasi manusia yang diatur dalam pasal 28,” kata Munarman di kompleks Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (15/01/2018).

“Dan Undang-undang Ormas juga bertentangan dengan prinsip hukum pidana bahwa tiada orang yang dihukum itu tanpa kesalahan-kesalahan,” imbuhnya.

Dengan adanya Undang-undang Ormas yang disahkan akhir tahun lalu, seseorang bisa dihukum pidana hanya karena afiliasinya dengan organisasi tertentu. Meskipun, yang bersanagkutan tidak bersalah dan tidak melakukan apapun.

Munarman menyebut sidang perdana di MK sebagai sebuah proses tahap awal. Dalam persidangan hakim meminta kepada pihak pemohon untuk lebih memperkaya permohonan dengan teori-teori hukum dan teori hak asasi manusia.

Munarman mengatakan bahwa secara normatif, bisa lihat bahwa undang-undang ormas meniadakan proses pembubaran Ormas yang diwajibkan melalui proses pengadilan. “Nah, yang menjadi bukti nyata adalah telah dibubarkannya Hizbut Tahrir Indonesia. Jadi sudah ada fakta yang merupakan akibat dari terbitnya undang-undang Ormas,” tandasnya.

BACA JUGA  Netty Aher: Ustadz Hilmi Aminuddin Berjasa Atas Kebangkitan Politik Islam

Kepada kiblat.net, Munarman mengaku optimis permohonan gugatan UU Ormas akan dikabulkan. “Kami para pemohon mempunyai argumentasi yang sangat kuat, karena sangat jelas pelanggaran norma konstitusinya,” kata mantan Ketua Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu.

“Yang ada di dalam undang-undang ormas ini sangat jelas sekali bertentangan dengan konstitusi kita.” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

ARSA: Kejahatan Burma Akan Kami Ungkap pada Waktunya

Dalam pernyataannya, ARSA menyatakan bahwa Myanmar telah menjual kabar palsu terkait angka kematian dan pembunuhan terhadap warga Rohingya.

Senin, 15/01/2018 21:17 0

Info Event

Komunitas Hijab Syar’i Tangerang Gelar Event Gerakan Menutup Aurat (GEMAR)

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) Komunitas Hijab Syar’i Tangerang

Senin, 15/01/2018 15:28 1

Asia

Israel-India Perkuat Kerja Sama Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu tiba di India untuk pertama kalinya pada Ahad (14/01/2018). Selama kunjungan enam hari, Benyamin ingin memperluas hubungan pertahanan, perdagangan dan energi antar kedua negara.

Senin, 15/01/2018 15:21 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Cara Islam Sikapi Hujan

Kita sudah memasuki musim hujan, nah bagaimanakah kita sebagai muslim menyikapi hujan ?Dan sudah tahukah...

Senin, 15/01/2018 14:37 0

Pakistan

Silang Pendapat Komandan CENTCOM dan Donald Trump soal Pakistan

Menurut keterangan Divhumas Militer Pakistan (ISPR), Votel menyampaikan kepada Bajwa bahwa AS menghargai peran Pakistan dalam “perang melawan teror” dan berharap ketegangan atau perang urat syaraf saat ini antara AS dengan Pakistan, termasuk pembekuan bantuan finansial hanya bersifat sementara.

Senin, 15/01/2018 13:32 0

Lebanon

Anggota Hamas di Lebanon Jadi Target Serangan Bom

Seorang anggota kelompok perlawanan Palestina Hamas terluka akibat ledakan bom di kota Sidon, Lebanon, pada Ahad (14/01/2018).

Senin, 15/01/2018 11:37 0

Video News

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

KIBLAT.NET – Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi,...

Senin, 15/01/2018 10:52 0

Yaman

Kabur dari Barisan Pasukan Syiah Hutsi, Anak Belasan Tahun Dieksekusi

Di tengah perjalanan, anak-anak tersebut diberitahu bahwa mereka bukan untuk mengikuti pelatihan namun sedang menuju ke front tempur Maidy. Waktu istirahat dimanfaatkan Harby untuk melarikan diri.

Senin, 15/01/2018 08:54 0

Suriah

Operasi Terkoordinir Pejuang Suriah Balikkan Situasi Pertempuran Idlib

Pejuang merebut kembali desa-desa yang sebelumnya terlepas. Kemajuan pejuang revolusi itu membuat peta militer menjadi seimbang.

Senin, 15/01/2018 07:46 0

Suriah

Koalisi AS Bentuk Pasukan Baru dengan Kekuatan 30 Ribu Personil di Suriah

Koalisi militer Amerika Serikat, Ahad (14/01), mengumumkan tengah membentuk pasukan militer baru di Suriah dengan kekuatan 30 ribu pasukan. Pasukan ini dilatih khusus untuk menjaga perbatasan.

Senin, 15/01/2018 06:39 0

Close