... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Poin Eksepsi Jonru atas Dakwaan JPU

Foto: Sidang Jonru, Senin (15/01/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

KIBLAT.NET, Jakarta– Aktifis media sosial, Jon Riah Ukur Ginting alisa Jonru hari ini menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan agenda pembacaan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum. Dalam agenda ini, Jonru membantah tuduhan yang disematkan terhadapnya yaitu menghina presiden.

“Adapun nota keberatan yang saya ajukan pribadi adalah pertama, apa yang ditulis oleh Guntur Romli tidak sama dengan apa yang diucapkan saya saat di acara ILC,” ungkap Jonru, Senin (15/01/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Adapun maksud Jonru adalah di dalam dakwaan jaksa, terdapat bagian yang menyebutkan, “Bahwa lebih lanjut dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) bertajuk Halal Haram Saracen yang diselenggarakan oleh TV One pada hari selasa tanggal 29 Agustus 2017 sekitar pukul 19.30 WIB sampai dengan 24.00 WIB yang dihadiri oleh terdakwa, saat itu Guntur Romli menyampaikan di status Facobook dengan nama Jonru Ginting menulis bahwa, “NU (Nahdatul Ulama) telah menerima uang 1,5 triliyun yang dikaitkan dengan pembubaran HTI,” lalu Akbar Faisal mengajukan pertanyaan kepada terdakwa, “Apakah benar saudara pernah menulis di Facebook bahwa ‘Jokowi adalah satu-satunya calon presiden yang belum jelas siapa orang tuanya, sungguh aneh untuk jabatan sepenting Presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal muasalnya serba belum jelas.’ Apakah betul pernah Anda (terdakwa) posting ini?” Kemudian terdakwa menjawab, “Benar”.

BACA JUGA  Surat Telegram Kapolri Soal Penginaan Presiden Berpotensi Penyalahgunaan Kekuasaan

Menurut Jonru, apa yang ditulis Guntur Romli tidak sama dengan apa yang disampaikan dirinya di dalam ILC. Lalu Kedua, ketika Jonru menulis “Jokowi adalah satu-satunya calon presiden yang orang tuanya belum jelas,” sebut Jonru, posisi Jokowi adalah sebagai calon Presiden.

“Posisi beliau adalah sebagai calon presiden, karenanya saya sangat keberatan jika ini disebut sebagai penghinaan kepada presiden, karena saat itu posisi Jokowi belum menjadi presiden,” ungkapnya.

Lalu terakhir, sebut Jonru, mengenai dakwaan yang menyebut acara Indonesia Lawyer Club, Jonru mengaku hal tersebut sama sekali tidak ada di dalam Berita Acara Pemeriksaan.

“Apa yang disampaikan di dalam dakwaan mengenai acara ILC tersebut sama sekali tidak ada di dalam BAP, saya hanya itu saja dari saya, terimakasih,” tutupnya.

Mengenai dakwaan yang tidak ada di dalam pemeriksaan BAP, salah satu pengacara Jonru menimpali usai persidangan, bahwa dakwaan jaksa harus berdasarkan pemeriksaan BAP yang dilakukan kepolisian.

“Ya harusnya dakwaan jaksa hanya dari pemeriksaan polisi, karena jaksa kan tidak lagi melakukan pemeriksaan, jika tidak dari pemeriksaan polisi ya dari mana coba, ini seharusnya tidak bisa dimasukkan ke dalam dakwaan,” ungkap Dedi Suhendar usai persidangan. Persidangan pun ditutup oleh majelis hakim dan akan dilanjutkan pada hari Kamis dengan agenda pembacaan tanggapan jaksa atas nota keberatan terdakwa.

BACA JUGA  Tolak Darurat Sipil, Haris Azhar: Nanti yang Dimasalahkan Rakyat

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rudal Assad Sasar Kamp Pengungsi di Idlib

Tekanan pemerintah Turki tampaknya tak begitu dihiraukan oleh rezim Suriah, Bashar Al Assad. Serangan terhadap Idlib terus diluncurkan.

Senin, 15/01/2018 21:53 0

Suriah

Kapal Tempur Rusia Gempur Idlib dengan Rudal Balistik

Tak hanya pasukan udara, militer Rusia juga mengerahkan armada tempur laut untuk menggempur pejuang revolusi Idlib. Serangan dari laut itu menghantam sekitar Kota Abu Dzuhur di pedesaan Idlib timur dan Ad-Dier timur di pedesaan idlib selatan.

Senin, 15/01/2018 21:45 0

Myanmar

ARSA: Kejahatan Burma Akan Kami Ungkap pada Waktunya

Dalam pernyataannya, ARSA menyatakan bahwa Myanmar telah menjual kabar palsu terkait angka kematian dan pembunuhan terhadap warga Rohingya.

Senin, 15/01/2018 21:17 0

Info Event

Komunitas Hijab Syar’i Tangerang Gelar Event Gerakan Menutup Aurat (GEMAR)

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) Komunitas Hijab Syar’i Tangerang

Senin, 15/01/2018 15:28 1

Asia

Israel-India Perkuat Kerja Sama Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu tiba di India untuk pertama kalinya pada Ahad (14/01/2018). Selama kunjungan enam hari, Benyamin ingin memperluas hubungan pertahanan, perdagangan dan energi antar kedua negara.

Senin, 15/01/2018 15:21 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Cara Islam Sikapi Hujan

Kita sudah memasuki musim hujan, nah bagaimanakah kita sebagai muslim menyikapi hujan ?Dan sudah tahukah...

Senin, 15/01/2018 14:37 0

Pakistan

Silang Pendapat Komandan CENTCOM dan Donald Trump soal Pakistan

Menurut keterangan Divhumas Militer Pakistan (ISPR), Votel menyampaikan kepada Bajwa bahwa AS menghargai peran Pakistan dalam “perang melawan teror” dan berharap ketegangan atau perang urat syaraf saat ini antara AS dengan Pakistan, termasuk pembekuan bantuan finansial hanya bersifat sementara.

Senin, 15/01/2018 13:32 0

Lebanon

Anggota Hamas di Lebanon Jadi Target Serangan Bom

Seorang anggota kelompok perlawanan Palestina Hamas terluka akibat ledakan bom di kota Sidon, Lebanon, pada Ahad (14/01/2018).

Senin, 15/01/2018 11:37 0

Video News

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

KIBLAT.NET – Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi,...

Senin, 15/01/2018 10:52 0

Yaman

Kabur dari Barisan Pasukan Syiah Hutsi, Anak Belasan Tahun Dieksekusi

Di tengah perjalanan, anak-anak tersebut diberitahu bahwa mereka bukan untuk mengikuti pelatihan namun sedang menuju ke front tempur Maidy. Waktu istirahat dimanfaatkan Harby untuk melarikan diri.

Senin, 15/01/2018 08:54 0

Close