... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Eksepsi Jonru, Pengacara: Pasal Dakwaan Jaksa Tak Tepat

Foto: Sidang eksepsi Jonru, Senin (15-01-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sidang perkara pegiat sosial media, Jon Riah Ukur Ginting hari ini mengagendakan pembacaan nota keberatan atau eksepsi. Pengacara pria yang akrab disapa Jonru itu menilai pasal yang didakwakan Jaksa tidak tepat.

“Bahwa dengan diajukannya terdakwa Jonru Ginting di persidangan saat ini telah mengabaikan hak-hak konstitusi warga negara yang dilindungi dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, yang berbunyi ‘Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat’,” ungkap Dedi Suhardadi, salah satu pengacara Jonru di muka persidangan, Senin (15/01/2018).

Dedi Suhardadi menyebut Negara Republik Indonesia adalah negara hukum (rechtsstaat) bukan negara kekuasaan belaka (machtsstaat). Dengan kata lain, seseorang dihadapkan di depan persidangan pidana tidak boleh melanggar hak asasi dalam diri terdakwa sebagai warga negara Indonesia yang merdeka, termasuk kebebasan berpendapat di media sosial sebagai wujud perubahan zaman dan tekhnologi.

“Kami percaya, bahwa majelis hakim sangatlah arif dan bijaksana dalam menyikapi perkara ini, sehingga pada akhirnya dapat memberi keputusan yang berkeadilan, bahwa terdakwa Jonru tidak patut dihukum sebagai pelaku tindak pidana karena menjalankan hak-hak asasi manusianya sebagai warga negara Indonesia yang merdeka,” terang Dedi Suhardadi.

Lalu, terkait isi dakwaan JPU, Dedi menyebut bahwa suatu dakwaan harus jelas dan terinci serta memuat semua unsur tindak pidana yang didakwakan. Apabila ketentuan tersebut tidak dipenuhi mengakibatkan batalnya surat dakwaan.

BACA JUGA  Ini Dua "Kartu" Jokowi untuk Masyarakat Hadapi Corona

“Surat dakwaan batal demi hukum karena dalam uraian Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum baik dakwaan Kesatu atau Kedua atau Ketiga terdapat penerapan hukum (juncto) Pasal 64 ayat (1) KUHP. Pasal tersebut berarti perbuatan berlanjut tidak saja diperlukan adanya perbuatan-perbuatan yang sama jenis yang telah dilakukan, disamping itu perbuatan-perbuatan tersebut harus mewujudkan keputusan perbuatan terlarang yang sama,” sebut Dedi.

Dedi menjelaskan satu keputusan kehendak merupakan pengertian yuridis yang dikonstruksikan bahwa pelaku melakukan beberapa tindak pidana tersebut berasal dari satu niat. Artinya, perbuatan pidana yang dituduhkan kepada Jonru tertuju pada satu objek tindak pidana. Tapi, hal itu tak ada dalam perkara Jonru.

“Perbuatan yang dituduhkan dalam diri terdakwa berbeda-beda dan tidak mempunyai hubungan satu sama lainnya. Sehingga penerapan hukum Pasal 64 ayat (1) di semua dakwaan dalam uraian Surat Dakwaan; baik Dakwaan Kesatu atau Dakwaan Kedua atau Dakwaan Ketiga adalah keliru dan atau tidak tepat,” ungkapnya.

Di akhir pengacara Jonru menegaskan penerapan  pasal 64 ayat (1) KUHP dalam dakwaan kliennya tidak pada tempatnya. Dengan demikian, hkaim diminta memutus perkara Jonru batal demi hukum.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Jadi Tahu : Cara Islam Sikapi Hujan

Kita sudah memasuki musim hujan, nah bagaimanakah kita sebagai muslim menyikapi hujan ?Dan sudah tahukah...

Senin, 15/01/2018 14:37 0

Pakistan

Silang Pendapat Komandan CENTCOM dan Donald Trump soal Pakistan

Menurut keterangan Divhumas Militer Pakistan (ISPR), Votel menyampaikan kepada Bajwa bahwa AS menghargai peran Pakistan dalam “perang melawan teror” dan berharap ketegangan atau perang urat syaraf saat ini antara AS dengan Pakistan, termasuk pembekuan bantuan finansial hanya bersifat sementara.

Senin, 15/01/2018 13:32 0

Lebanon

Anggota Hamas di Lebanon Jadi Target Serangan Bom

Seorang anggota kelompok perlawanan Palestina Hamas terluka akibat ledakan bom di kota Sidon, Lebanon, pada Ahad (14/01/2018).

Senin, 15/01/2018 11:37 0

Video News

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

KIBLAT.NET – Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi,...

Senin, 15/01/2018 10:52 0

Yaman

Kabur dari Barisan Pasukan Syiah Hutsi, Anak Belasan Tahun Dieksekusi

Di tengah perjalanan, anak-anak tersebut diberitahu bahwa mereka bukan untuk mengikuti pelatihan namun sedang menuju ke front tempur Maidy. Waktu istirahat dimanfaatkan Harby untuk melarikan diri.

Senin, 15/01/2018 08:54 0

Suriah

Operasi Terkoordinir Pejuang Suriah Balikkan Situasi Pertempuran Idlib

Pejuang merebut kembali desa-desa yang sebelumnya terlepas. Kemajuan pejuang revolusi itu membuat peta militer menjadi seimbang.

Senin, 15/01/2018 07:46 0

Suriah

Koalisi AS Bentuk Pasukan Baru dengan Kekuatan 30 Ribu Personil di Suriah

Koalisi militer Amerika Serikat, Ahad (14/01), mengumumkan tengah membentuk pasukan militer baru di Suriah dengan kekuatan 30 ribu pasukan. Pasukan ini dilatih khusus untuk menjaga perbatasan.

Senin, 15/01/2018 06:39 0

Artikel

Lelucon Berbahaya Komika Ge dan Joshua

Punchline dari lelucon Ge dan Joshua ternyata hanya berefek di atas panggung, sebatas membuat para penonton tertawa. Selebihnya, kecaman dan sindiran pedas lah yang dipanen ketika lelucon keduanya viral di media sosial.

Senin, 15/01/2018 01:00 1

Afghanistan

19 Desa di Afghanistan Nyatakan Dukung Taliban

Sekitar 19 desa dari daerah Jalaie, distrik Jawand, provinsi Badghis menyatakan sumpah setia kepada Imarah Islam Afghanistan. Pemerintahan yang dikelola oleh Taliban itu menyambut hangat pernyataan tersebut.

Ahad, 14/01/2018 18:54 0

Turki

Turki Kampanyekan Dukungan untuk Al-Quds dengan Lari Bersama

Klub Pemuda dan Olahraga Turki, Oncu pada hari Ahad (14/01/2018) menggelar acara lari bersama di ibukota Turki, Istanbul. Tujuan diadakannya acara tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap kebengisan Zionis Israel di Yerusalem.

Ahad, 14/01/2018 16:13 0

Close