... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ARSA: Kejahatan Burma Akan Kami Ungkap pada Waktunya

Foto: Tentara Pemnyelamat Rohingya Arakan (ARSA), sebuah gerakan perlawanan kaum Muslim Rohingya.

KIBLAT.NET, Rakhine- Arakan Rohingya Salvation Army kembali merilis pernyataan melalui akun Twitternya @Arsa_Official pada Sabtu (13/01/2018). Dalam pernyataannya, ARSA menyatakan bahwa Myanmar telah menjual kabar palsu terkait angka kematian dan pembunuhan terhadap warga Rohingya.

Pernyataan ini dirilis sebagai respon atas ditemukannya 10 mayat warga Rohingya di pekuburan massal di desa Inn Din, Maungdaw pada September 2017. Militer Myanmar mengakui bahwa kesepuluh mayat tersebut merupakan anggota ARSA yang dibunuh oleh kelompok Buddha dan aparat setempat.

Kendati demikian, pengakuan itu masih sulit diterima. Pasalnya untuk pertama kalinya dalam sejarah, Myanmar hanya mengakui membunuh 10 rakyat Rohingya. Selain itu, ARSA juga menegaskan bahwa para korban merupakan warga Rohingya biasa dan tak ada kaitannya dengan ARSA.

Oleh sebab itu, ARSA mendesak agar pemerintah Myanmar memberikan akses kepada tim pencari fakta untuk menyelidiki kasus genosida yang melanda etnis Muslim Rohingya. Bila itu tak dipenuhi, ARSA berjanji akan mengungkap fakta kejahatan Myanmar terhadap penduduk Rohingya. Berikut pernyataan utuh dari ARSA:

Press Statement Inn Din Mass Grave Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA)

Dengan sepenuh hati menyambut baik pengakuan komisi terkait terorisme, kejahatan perang, genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap komunitas etnis pribumi Rohingya tidak berdosa di negara bagian Arakan yang dilakukan oleh tentara teroris Burma.

Pertama kali dalam sejarah Kerajaan Burma, tentara teroris Burma baru-baru ini mengakui bahwa tentara Burma bersama dengan beberapa teroris ekstremis Rakhine membunuh secara brutal dan mengubur sepuluh warga sipil Rohingya yang tidak bersalah di sebuah kuburan massal di desa Inn Din, kota Maungdaw, Arakan pada bulan September 2017.

Dengan ini, kami menyatakan bahwa sepuluh warga Rohingya yang tidak bersalah yang ditemukan di kuburan massal tersebut saat tragedi desa Inn Din bukanlah anggota ARSA dan juga tidak memiliki hubungan dengan ARSA.

Meskipun pengakuan komisi kejahatan internasional di atas sudah jelas, alur cerita yang dijual oleh tentara Burma tidak masuk akal dan tidak dapat diterima bahkan oleh anak kecil sekalipun.

Selain itu, pemerintah teroris Burma harus memberikan Misi Pencarian Fakta Internasional Independen (IFFM) atau badan internasional lainnya izin akses ke semua wilayah yang terkena dampak untuk melakukan investigasi yang rinci dan sistematis.

Sebenarnya, seperti taktik biasa, tentara teroris Burma meremehkan kapasitas intelektual masyarakat internasional dengan mencoba memanipulasi fakta di balik berbagai kejahatan yang telah terjadi, di desa Inn Din dengan maksud untuk melepaskan tanggung jawab kejahatannya.

Oleh karena itu, kami sendiri yang akan melakukan penyelidikan terhadap kejahatan internasional ini. Fakta di balik itu semua akan kami ungkap pada waktunya.

 

PRESS STATEMENT [13/01/2018]:

-Inn Din Mass Grave in # Moungdaw
-The Terrorist #Burmese Army had recently admitted its heinous crime first time ever in the history pic.twitter.com/1Wo1H0sd8e

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Terkesan Ada Kebohongan Data Beras Nasional

Terkait impor beras, muncul pertanyaan pihak mana yang salah. Apakah Menteri Pertanian atau Menteri Perdagangan

Senin, 15/01/2018 20:55 0

Indonesia

Myanmar Hanya Akui Bunuh 10 Rohingya, ARSA: Tidak Masuk Akal

Menurut ARSA pengakuan tersebut sudah dibalut dengan kebohongan. Pasalnya, fakta sebenarnya korban yang jatuh akibat serangan militer Myanmar jauh lebih besar dari pengakuan tersebut.

Senin, 15/01/2018 20:27 0

Indonesia

Soal Impor Beras, DPR: Kasihan Petani

Impor beras membuat harga beras panenan petani jatuh

Senin, 15/01/2018 19:39 0

Indonesia

Ombudsman: Ada Maladministrasi Terkait Rencana Impor Beras

Ombudsman menilai impor beras menekan para petani yang akan menhadapi musim panen

Senin, 15/01/2018 18:01 0

Info Event

Komunitas Hijab Syar’i Tangerang Gelar Event Gerakan Menutup Aurat (GEMAR)

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) Komunitas Hijab Syar’i Tangerang

Senin, 15/01/2018 15:28 1

Indonesia

Eksepsi Jonru, Pengacara: Pasal Dakwaan Jaksa Tak Tepat

Jaksa yang menangani perkara Jonru menggunakan pasal 64 ayat (1) KUHP dalam setiap dakwaan perkara Jonru

Senin, 15/01/2018 14:45 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Cara Islam Sikapi Hujan

Kita sudah memasuki musim hujan, nah bagaimanakah kita sebagai muslim menyikapi hujan ?Dan sudah tahukah...

Senin, 15/01/2018 14:37 0

Video News

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

KIBLAT.NET – Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi,...

Senin, 15/01/2018 10:52 0

Indonesia

Jonru Kembali Jalani Sidang, Pengacara Akan Bacakan Eksepsi

Sidang kedua kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting akan kembali dilakukan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hari ini (15/01/2018).

Senin, 15/01/2018 10:02 0

Indonesia

Fadli Zon: Impor Beras Bukti Kekacauan Tata Kelola Pangan Pemerintah

Rencana impor beras oleh Pemerintah pusat di akhir tahun 2018 menuai kritik pedas dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Ia menilai wacana tersebut menjadi bukti buruknya tata kelola pangan pemerintah

Senin, 15/01/2018 09:48 0

Close