... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Maraknya Kasus Pornografi dan Dampak pada Otak Manusia

Foto: Dampak pornografi pada otak manusia (foto: ilustrasi)

KIBLAT.NET, Bandung- Huzaematul Badriah, Kadiv Pembina dan Pembinaan Kader Tunas Koorpus PII Wati Periode 2017-2020 mengungkapkan bahwa pornografi sebenarnya merupakan fenomena yang sudah terjadi sejak lama. Saking lamanya, banyak diantara masyarakat yang akhirnya menganggap itu hal biasa dan kemudian memilih tak angkat suara.

“Padahal sampai hari ini, pornografi terus meradang dan bahkan berkembang semakin pesat didukung oleh pesatnya pula perkembangan teknologi. Pelaku dan korban sudah meluasdari kalangan orang dewasa hingga anak-anak di bawah usia, sayangnya perhatian para pemangku kebijakan masih juga dipertanyakan dalam menanggulangi kasus pornografi ini,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (14/01/2018).

Ia menyebutkan bahwa hal yang lebih menyedihkannya lagi adalah saat mengetahui fenomena porn addict ini sudah semakin banyak memakan anak sebagai korbannya. Ia mengutip hasil survey yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2014 lalu, 92 dari 100 anak kelas 4, 5, dan 6 SD sudah pernah melihat pornografi.

“Beberapa hari yang lalu masyarakat dihebohkan dengan tersebarnya berita tentang perbuatan mesum yang dilakukan oleh bocah kecil dengan seorang wanita dewasa yang dikabarkan perbuatannya dilakukan di Bandung. Berita ini tentu membuat semua orang mengelus dada dan menarik nafas panjang setiap yang membacanya. Belum lagi, video perbuatannya pun tersebar luas dan bisa diakses oleh siapa saja,” ungkapnya.

Ia menyebut, kasus porno ini sama sekali bukan berita yang bisa dianggap biasa kemudian berlalu begitu saja. Ia mengatakan, seharusnya berita ini menampar moral bangsa akan kondisi sosial yang semakin hari bisa saja terus mengancam keadaan anak indonesia.

BACA JUGA  Mengurungkan Berhaji, Demi Membantu Fakir Miskin

“Dari kasus tersebut kita dapat mengetahui bahwa anak benar-benar telah menjadi korban bahaya pornografi, dan sudah sampai pada tahap adiksi (kecanduan),” ungkapnya.Badri mengungkapkan, bahwa hari ini anak bukan lagi menjadi penikmat tontonan-tontonan dewasa yang tidak pantas, namun sudah menjadi pelaku dari aktifitas porno itu sendiri.

“Menyedihkan bukan? Begitu kerasnya pornografi dapat merusak sistem otak manusia, sehingga yang terjadi adalah candu berlebih yang membuat fungsi sistem bagian otak dalam tubuhnya sudah tidak dapat dikendalikan lagi, dan memilih untuk melakukan apa yang ia lihat dalam tontonan,” ungkapnya.

“Jika hal ini terus dibiarkan, maka sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak saat ia tumbuh dewasa. Mereka akan tumbuh dengan sistem-sistem otak yang sudah tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan sempurna, sehingga akan sangat mudah melakukan aktifitas-aktifitas yang jauh dari norma karena control system dalam otaknya sudah banyak menoleransi perilaku asusila,” lanjutnya.

Badri menyebut, semakin berkembangnya teknologi dan digital life skill memang menjadi peluang besar bagi para pebisnis pornografi menjadikan anak sebagai target utamanya, bahkan sebuah survey terbaru menyebutkan anak usia 12 tahun hingga 13 tahun rentan kecanduan pornografi melalui internet.

“Apalagi tujuannya jika bukan merusak cemerlangnya generasi pembangun peradaban bermoral? Lagi-lagi anak menjadi korban lingkungan yang sebenarnya setiap orang bisa saja dimintai pertanggung jawabannya karena telah menciptakan lingkungan yang tidak kondusif untuk keberadaan anak di sekitarnya,” ungkapnya.

BACA JUGA  YLKI Desak PLN Beri Konsumen Ganti Rugi Akibat Pemadaman Listrik

Dengan melihat kondisi ini, sebut Badri, seharusnya masyarakat membuka mata dan memiliki kesadaran penuh akan perannya sebagai pendidik di manapun ia berada. Setiap orang adalah pendidik bagi lingkungannya, yang mana ia memiliki tanggung jawab untuk melakukan berbagai macam edukasi terhadap lingkungannya, dalam hal ini khususnya terhadap pendidikan anak. Kita sebagai orang dewasa harus terus membuka mata, membangun kepekaan diatas rata-rata, serta menjadi automatic monitorsegala aktifitas yang dilakukan oleh anak.

“Merintis diri menjadi pelopor dalam membangun lingkungan ramah anak yang dapat mengedukasi dan membangun circle valuesebagai pondasi pendidikan anak, agar kemudian anak tidak lagi direnggut haknya dan diarahkan menuju fitrahnya,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

19 Desa di Afghanistan Nyatakan Dukung Taliban

Sekitar 19 desa dari daerah Jalaie, distrik Jawand, provinsi Badghis menyatakan sumpah setia kepada Imarah Islam Afghanistan. Pemerintahan yang dikelola oleh Taliban itu menyambut hangat pernyataan tersebut.

Ahad, 14/01/2018 18:54 0

Turki

Turki Kampanyekan Dukungan untuk Al-Quds dengan Lari Bersama

Klub Pemuda dan Olahraga Turki, Oncu pada hari Ahad (14/01/2018) menggelar acara lari bersama di ibukota Turki, Istanbul. Tujuan diadakannya acara tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap kebengisan Zionis Israel di Yerusalem.

Ahad, 14/01/2018 16:13 0

Amerika

Aktivis HAM Geruduk Gedung Putih, Desak Penutupan Penjara Guantanamo

Seruan untuk menutup penjara Guantanamo mengemukan di sekitar Gedung Putih. Para aktivis HAM berkumpul dan menuntut agar pusat penahanan di Pangkalan Angkatan Laut AS di Kuba itu ditutup.

Ahad, 14/01/2018 14:57 0

Suriah

Pasukan Assad Bongkar Kuburan Kristen Demi Curi Perhiasan

Pasukan Assad membongkar kuburan orang Kristen di Harasta, wilayah Damaskus untuk mendapatkan perhiasan atau barang-barang berharga di dalamnya. 

Ahad, 14/01/2018 13:33 0

Suriah

Pejuang Suriah Rebut Kembali Belasan Desa di Idlib

Pejuang Suriah dikabarkan berhasil merebut kembali empat desa dari pasukan rezim Bashar Assad di wilayah Idlib selatan.

Ahad, 14/01/2018 11:35 0

Suriah

Pasukan Assad Tebarkan Gas Beracun di Pemukiman Warga

Lembaga kemanusiaan Suriah, White Helmets menyatakan bahwa pasukan rezim Assad telah menggunakan gas klorin untuk menyerang di Ghouta Timur.

Ahad, 14/01/2018 10:37 0

Suriah

Serangan Udara Rusia Bunuh 14 Warga Sipil di Idlib

Angkatan bersenjata Rusia dikabarkan kembali menggempur sejumlah wilayah di provinsi Idlib.

Ahad, 14/01/2018 10:10 0

Amerika

Pernyataan Rasis Trump Picu Kemarahan Internasional

Organisasi-organisasi internasional termasuk PBB dan Uni Afrika, para politisi, orang-orang Afrika dan Karibia, marah dan merasa terhina atas pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang dianggap sangat rasis.

Sabtu, 13/01/2018 20:51 0

Turki

Turki Larang Warganya Bepergian ke AS, Ada Apa?

Pemerintah Turki baru-baru ini memperingatkan warganya untuk tidak bepergian —atau berhati-hati jika terpaksa bepergian— ke Amerika Serikat. Peringatan ini dikeluarkan karena warga Turki akan menghadapi risiko penangkapan sewenang-wenang di Negara tersebut.

Sabtu, 13/01/2018 13:37 0

Manhaj

Ketika Lawakan Berbuah Petaka

KIBLAT.NET - Beberapa hari belakangan ini, lini masa media sosial para aktivis kembali dihebohkan dengan video aksi komika Stand Up Comedy yang diduga mengadung unsur SARA. Joshua dan Ge Pamungkas, dua komika sekaligus Actor Film Nasional ini sekarang resmi dilaporkan ke polisi. Pasalnya, dalam panggung yang berbeda, dua komika ini membawakan materi lawakan yang dituding menyudutkan agama Islam.

Sabtu, 13/01/2018 09:44 0

Close