... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pernyataan Rasis Trump Picu Kemarahan Internasional

Foto: Presiden AS Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Organisasi-organisasi internasional termasuk PBB dan Uni Afrika, para politisi, orang-orang Afrika dan Karibia, marah dan merasa terhina atas pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang dianggap sangat rasis.

Menurut sumber media-media Amerika, Trump mempermasalahkan arus imigran ke negaranya yang berasal dari El Salvador, Haiti, dan benua Afrika dengan menyebut mereka sebagai kelompok negara-negara “shithole” (secara harfiah berarti lubang kotoran, red).

“Mengapa kita menerima orang-orang itu datang ke sini yang berasal dari negara-negara shithole?” tanya Trump retoris dalam acara pertemuan dengan para anggota Kongres di Gedung Putih. Sebaliknya, Trump menyarankan AS seharusnya fokus pada kebijakan imigrasi terhadap negara-negara seperti Norwegia.

Ini adalah pernyataan rasis. Ia (Trump) sebelumnya juga pernah mengatakan hal yang sama ketika menyinggung orang-orang Nigeria yang ia sebut tidak lagi tinggal di gubug-gubug. Demikian juga ketika ia berbicara tentang orang-orang Haiti yang ia (Trump) tuding membawa AIDS ke Amerika. Itu semua mengkonfirmasi, seperti yang sudah diduga banyak orang bahwa ia (Trump) mendukung rasisme. Demikian komentar Bill Schneider, seorang analis politik yang berbasis di Washington, DC.

Mengomentari pernyataan Trump, Rupert Colville, juru bicara hak asasi manusia PBB mengatakan, “Anda tidak bisa semena-mena menganggap seluruh negara dan benua (di dunia) sebagai ‘shithole’…dan mohon maaf, tidak ada orang yang bisa mengatakan itu kecuali dia seorang rasis”. Colville menambahkan kejadiannya bukan sekedar masalah penggunaan bahasa yang vulgar, tetapi tentang membuka peluang sisi paling buruk dari aspek kemanusiaan.

BACA JUGA  PBB Kritik Pelarangan Burqa di Belanda

Uni Afrika mengatakan mereka mendapat peringatan secara blak-blakan. “Mengingat realita sejarah bagaimana orang-orang Afrika yang datang ke AS berstatus sebagai budak, pernyataan (Trump) itu jelas-jelas merupakan tindakan & perilaku yang tidak bisa diterima,” kata jubir perempuan Uni Afrika bernama Ebba Kalondo.

Pemerintah Haiti mengatakan komentar-komentar Trump menunjukkan cara pandang yang rasis terhadap masyarakat Haiti. Sementara El Salvador mengirim surat protes secara resmi kepada AS dengan mengatakan Trump secara tidak langsung menerima penggunaan kata-kata kasar yang merendahkan martabat El Salvador dan negara-negara lainnya.[hun]

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Ketika Lawakan Berbuah Petaka

KIBLAT.NET - Beberapa hari belakangan ini, lini masa media sosial para aktivis kembali dihebohkan dengan video aksi komika Stand Up Comedy yang diduga mengadung unsur SARA. Joshua dan Ge Pamungkas, dua komika sekaligus Actor Film Nasional ini sekarang resmi dilaporkan ke polisi. Pasalnya, dalam panggung yang berbeda, dua komika ini membawakan materi lawakan yang dituding menyudutkan agama Islam.

Sabtu, 13/01/2018 09:44 0

Artikel

Hiburan Bagi Orang Beriman

Adakalanya rasa penat dan bosan menghinggap karena kesibukan yang berjalan begitu saja. Secara fitrah manusia membutuhkan hiburan untuk memecahkan kebosanan. Bagi orang beriman ada cara tersendiri untuk mengusir kebosanan.. Inilah caranya...

Sabtu, 13/01/2018 08:37 2

Indonesia

FBI Sebut Angka Pedofilia Indonesia Tertinggi di Asia, KPAI Protes

Beberapa waktu lalu muncul statemen dari FBI  dan Interpol yang menyatakan bahwa kasus pedofilia di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Jum'at, 12/01/2018 20:55 0

Indonesia

Ustadz Felix Siauw: Dalam Islam Bercanda Boleh, Asal…

Ustadz Felix Siauw turut berkomentar tentang guyonan komika yang menyinggung agama Islam di acara stand up comedy yang viral belakangan ini.

Jum'at, 12/01/2018 16:28 0

Indonesia

Terbukti Tak Terlibat Kudeta Turki, 1.800 Lebih PNS Dibebaskan

Pemerintah Turki membebaskan lebih dari 1.800 pegawai negeri sipil (PNS) dalam sebuah keputusan darurat pada Jumat (12/01/2018). Setelah diselidiki, para PNS itu terbukti tidak memiliki hubungan dengan kelompok Fethullah Gulen yang dipersalahkan atas kudeta yang gagal pada 2016.

Jum'at, 12/01/2018 16:18 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Jangan Melihat Orang Dari Penampilanya – Ust. Eko Febriyanto

KIBLAT.NET – Banyak sekali kita temui di luar sana, banyak orang yang penampilan luarnya tidak...

Jum'at, 12/01/2018 15:58 0

Indonesia

Soal Lawakan Ge dan Joshua, Mamat Alkatiri: Jika Tak Paham Jangan Disampaikan

Komika asal Papua, Mamat Alkatiri memberikan komentar soal aksi stand up comedy Ge Pamungkas dan Joshua Suherman yang ramai diperbincangkan.

Jum'at, 12/01/2018 14:09 0

Indonesia

Ucapan “Assalamualaikum” Akun TNI AU Diprotes, Ini Reaksi Warganet

Berbeda dengan kebanyakan airmen yang menanggapi dengan menjawab salam dan tanggapan positif lainnya, akun yang dimiliki wanita bernama lengkap Rinatania Fajriani ini malah menyebut TNI terlibat dalam politik praktis karena menggunakan kata "Assalamualaikum" untuk menyapa.

Jum'at, 12/01/2018 11:45 0

Indonesia

Felix Siauw Jawab Argumen “Lawakan sebagai Kritik Sosial”

Ustadz Felix Siauw ikut menyoroti fenomena konten agama Islam yang dijadikan bahan lawakan. Ia menyebut lawakan dengan membawa nama Allah dan agama adalah lawakan rendahan, yang sejatinya untuk menyesatkan manusia.

Jum'at, 12/01/2018 11:07 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Kejatuhan Yerusalem 1967

Kampanye Zionis mengklaim bahwa Yerusalem adalah milik mereka, namun faktanya sangat sedikit situs suci Yahudi di sana. Bahkan jumlah mereka tak lebih dari 115 orang dalam sensus tahun 1752. Pada era Daulah Utsmaniyah tersebut, komunitas Yahudi tenggelam dalam kemiskinan dan menjadi kaum minoritas.

Jum'at, 12/01/2018 10:28 0

Close