... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakistan Merasa Dikhianati Amerika Serikat

Foto: Salah satu ekspresi kebencian yang ditunjukkan rakyat Pakistan terhadap Amerika

KIBLAT.NET, Islamabad – Kepala tentara Pakistan Letnan Jenderal Qomar Javied Bajwa menegaskan bahwa Pakistan merasa dikhianati oleh Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Islamad berbohong, menipu dan tidak berbuat banyak untuk memerangi terorisme.

Pernyataan militer Pakistan menyebut bahwa ucapan Jenderal Bajwa itu disampaikan langsung kepada komandan Komando Pusat AS, Jenderal Joseph Fotel, dalam sebuah percakapan telepon antara keduanya.

“Seluruh rakyat Pakistan merasa tidak nyaman dengan pernyataan AS baru-baru ini meskipun berpuluh-puluh tahun kerja sama,” kata pernyataan militer Pakistan mengutip perkataan Bajwa, seperti dilansir Al-Jazeera, Jumat (12/01).

Bajwa menekankan kepada AS bahwa Pakistan tidak akan meminta bantuan keuangan kepada Washington, namun akan menuntut “pengakuan Amerika atas kontribusi Musharraf terhadap perang melawan terorisme.”

Pakistan, lanjut Bajwa, akan melanjutkan upayanya untuk memerangi terorisme, bahkan tanpa dukungan keuangan Amerika. Perang melawan terorisme untuk kepentingan nasional Pakistan. Ini merupakan perang membutuhkan penyelesaian yang sempurna dan logis.

Pakistan sepenuhnya menyadari kekhawatiran Washington akibat aktivitas beberapa elemen Afghanistan yang tinggal di Pakistan. Kami, kata Bajwa, berupaya dengan penuh kesungguhan untuk memulangkan pengungsi Afghanistan ke Negara mereka. Ini merupakan kebutuhan mendesak dalam rangka memperkuat dan mengamankan perbatasan pemisah Negara.
.

Pada bagiannya, Komandan Komando Pusat AS Joseph Fotel mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mencampuri semua pergerakan yang dilakukan Pakistan. Namun dia berharap Islamabad mau bekerja sama memulangkan pengungsi Afghanistan yang diyakini dimanfaatkan untuk persembunyian para “teroris”.

Fotel mengatakan dalam sambungan telepon tersebut bahwa Washington “sangat menghargai” kontribusi Pakistan untuk memerangi terorisme. Ia mengingatkan bahwa “kekacauan saat ini dalam hubungan bersifat sementara.”

Hubungan antara Amerika Serikat dan Pakistan memburuk setelah Trump menulis di Twitter pada 1 Januari bahwa Washington hanya mendapat “kebohongan dan penipuan” dari Pakistan, meskipun telah memberi bantuan dana miliaran dolar ke Negara itu.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

FBI Sebut Angka Pedofilia Indonesia Tertinggi di Asia, KPAI Protes

Beberapa waktu lalu muncul statemen dari FBI  dan Interpol yang menyatakan bahwa kasus pedofilia di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Jum'at, 12/01/2018 20:55 0

Indonesia

Ustadz Felix Siauw: Dalam Islam Bercanda Boleh, Asal…

Ustadz Felix Siauw turut berkomentar tentang guyonan komika yang menyinggung agama Islam di acara stand up comedy yang viral belakangan ini.

Jum'at, 12/01/2018 16:28 0

Indonesia

Terbukti Tak Terlibat Kudeta Turki, 1.800 Lebih PNS Dibebaskan

Pemerintah Turki membebaskan lebih dari 1.800 pegawai negeri sipil (PNS) dalam sebuah keputusan darurat pada Jumat (12/01/2018). Setelah diselidiki, para PNS itu terbukti tidak memiliki hubungan dengan kelompok Fethullah Gulen yang dipersalahkan atas kudeta yang gagal pada 2016.

Jum'at, 12/01/2018 16:18 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Jangan Melihat Orang Dari Penampilanya – Ust. Eko Febriyanto

KIBLAT.NET – Banyak sekali kita temui di luar sana, banyak orang yang penampilan luarnya tidak...

Jum'at, 12/01/2018 15:58 0

Indonesia

Soal Lawakan Ge dan Joshua, Mamat Alkatiri: Jika Tak Paham Jangan Disampaikan

Komika asal Papua, Mamat Alkatiri memberikan komentar soal aksi stand up comedy Ge Pamungkas dan Joshua Suherman yang ramai diperbincangkan.

Jum'at, 12/01/2018 14:09 0

Indonesia

Ucapan “Assalamualaikum” Akun TNI AU Diprotes, Ini Reaksi Warganet

Berbeda dengan kebanyakan airmen yang menanggapi dengan menjawab salam dan tanggapan positif lainnya, akun yang dimiliki wanita bernama lengkap Rinatania Fajriani ini malah menyebut TNI terlibat dalam politik praktis karena menggunakan kata "Assalamualaikum" untuk menyapa.

Jum'at, 12/01/2018 11:45 0

Indonesia

Felix Siauw Jawab Argumen “Lawakan sebagai Kritik Sosial”

Ustadz Felix Siauw ikut menyoroti fenomena konten agama Islam yang dijadikan bahan lawakan. Ia menyebut lawakan dengan membawa nama Allah dan agama adalah lawakan rendahan, yang sejatinya untuk menyesatkan manusia.

Jum'at, 12/01/2018 11:07 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Kejatuhan Yerusalem 1967

Kampanye Zionis mengklaim bahwa Yerusalem adalah milik mereka, namun faktanya sangat sedikit situs suci Yahudi di sana. Bahkan jumlah mereka tak lebih dari 115 orang dalam sensus tahun 1752. Pada era Daulah Utsmaniyah tersebut, komunitas Yahudi tenggelam dalam kemiskinan dan menjadi kaum minoritas.

Jum'at, 12/01/2018 10:28 0

Indonesia

Kongres JITU IV Kukuhkan Pizaro Jadi Ketum Masa Bakti 2018-2021

"Kami menetapkan ketua umum JITU periode 2018-2021 kami amanahkan kepada saudara Pizaro," kata Ketua Dewan Syura JITU, Ubaidillah Salman di arena Kongres JITU, Cisarua, Bogor, Jumat (12/01/2018).

Jum'at, 12/01/2018 10:05 0

Indonesia

Ge Pamungkas dan Joshua Didesak Akui Kesalahan dan Terima Konsekuensi

Komeka G Pamungkas dan Joshua Suherman dituntut untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada umat Islam serta mengikuti proses hukum. Pasalnya, apa yang dibawakan keduanya dalam lawakan dipanggung dinilai melecehkan agama.

Jum'at, 12/01/2018 09:56 0

Close