... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

YLBHI: Proyek Menggila, Kelompok Bisnis Bajak Politik Indonesia

Foto: Koordinator YLBHI, Arif Yogi

KIBLAT.NET, Jakarta – Era pemerintahan Joko Widodo dinilai mengalami kebobrokan sistem demokrasi. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengatakan kelompok-kelompok bisnis memonopoli situasi politik di Indonesia. Sehingga mengakibatkan demokrasi seakan dibajak oleh pelaku bisnis dalam setiap pemilihan kepala daerah atau pemilihan umum lainnya.

Koordinator YLBHI, Arif Yogi mengatakan rezim Joko Widodo semakin memperkuat kekuasaannya. Hal itu dinilai dari beberapa ciri, antara lain kekerasan justru semakin meningkat, terjadi penghalangan kebebasan berekspresi dan menyampaikan berpendapat. Semua itu terjadi sebab adanya Trending Influence atau pengaruh kelompok tertentu.

“Politik dalam negeri seakan disetir oleh kelompok bisnis, semua itu untuk melancarkan proyek infrastruktur yang menggila. Satu sisi ada penggerakan kekuasaan dengan kekerasan dalam menjalankan proyek negara. Saya melihat ini ancaman merusak marwah reformasi,” kata Arif Yogi dalam wawancara khusus kepada Kiblat.net di Jakarta Pusat, Selasa (09/01/2018).

Dia menjelaskan pengaruh kelompok bisnis sangat kuat dalam politik Indonesia, dari tingkat daerah hingga pusat. Di tingkat daerah kelompok bisnis mencoba menentukan bakal calon kepala daerah yang berpihak dengan proyek mereka. Sebab melalui Pemerintah Daerah (Pemda) peraturan tentang tata kelola wilayah atau tata ruang RT/ RW, izin usaha dan izin-izin lainnya dalam proyek bersumber dari Pemda.

Contoh besar ada reklamasi di Teluk Jakarta dan ada proyek Meikarta di Cikarang, Bekasi. Arif menilai kepala daerah yang pro kepada mereka lah yang akan melancarkan proyek tersebut. Padahal dalam proyek banyak didapati pelanggaran izin bangun.

BACA JUGA  Musim Haji 2018, Kemenag Rilis Versi Terbaru Aplikasi Haji Pintar

“Sehingga saya melihat justru proyek tersebut malah menjadi negoisasi calon Kepala Daerah dalam berkampanye. Kepala Daerah inilah yang akan melancarkan investasi kelompok tertentu, melaluinya menjadikan kondisi tetap stabil sehingga mencegah penolakan dari masyarakat,” ungkapnya.

Arif menambahkan, keadaan semakin memburuk bilamana kekuasaan daerah atau pusat dikuasai oleh anggota TNI atau Polri yang mempunyai kuasa kuat. Akhirnya terjadilah penggusuran secara paksa dengan mengerahkan aparat dalam menjalankan proyek kelompok tertentu.

“Kekerasan terhadap masyarakat akan bertambah buruk jika suatu daerah dipimpin oleh anggota TNI atau Polri. Penggusuran paksa akan kerap terjadi, pada akhirnya rakyatlah yang menjadi korban,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “YLBHI: Proyek Menggila, Kelompok Bisnis Bajak Politik Indonesia”

  1. ADE

    KALAU MEMANG BENAR ITU TERJADI PERANG SIPIL DIMULAI…..
    MERDEKA ATAU MATI JANGAN MAU DISETIR AM PEBISNIS2 KELAS CERE…..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah

Kami dibuat terkejut ketika hari pertama daurah, seorang yang datang dari Sudan menodongkan pertanyaan, “Apakah Anda dari Jami’ah Islamiyah?” Kami yang belum mengetahui apa itu Jami’ah Islamiyah sempat kebingungan.

Kamis, 11/01/2018 12:01 0

Opini

Remaja Brutal, Tanggung Jawab Siapa?

KIBLAT.NET – Definisi remaja menurut Wikipedia adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja...

Kamis, 11/01/2018 11:23 0

Myanmar

Militer Myanmar Akui Eksekusi 10 Muslim Rohingya, Begini Caranya

Warga Budha, yang disebutnya marah karena kerabatnya tewas akibat serangan warga Rohingya, ikut menyiksa 10 “tawanan” itu. Mereka menggali kuburan dan memaksa para tawanan masuk ke dalamnya. Sementara pengikut Budha menusuki tubuh mereka. Polisi kemudian mengeksekusi dengan puluhan peluru panas sesudah 10 warga Muslim itu masuk ke liang lahat.

Kamis, 11/01/2018 08:10 0

Iran

Kapal Perang Iran Tabrak Beton, 2 Awak Hilang

Enam awak kapal terjatuh ke laut ketika kapal menabrak. Empat di antaranya berhasil diselamatkan sementara dua sisanya hilang ditelan ombak.

Kamis, 11/01/2018 07:10 0

Pakistan

Pakistan Tangguhkan Kerja Sama Militer dan Intelijen dengan AS

"Kami telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa tetangga kami, Pakistan, menyediakan tempat perlindungan bagi kelompok teroris dan juga mendanai kelompok teroris," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Kamis, 11/01/2018 06:26 1

Turki

Respon Serangan Assad di Idlib, Turki Panggil Dubes Iran dan Rusia

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Rusia dan Iran merespon serangan rezim Bashar Al Assad di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 21:01 0

Amerika

Foto: Begini Ganasnya Bencana Tanah Longsor di California

Tanah longsor menutupi permukaan daerah Santa Barbara, California sejak Selasa petang (09/01/2018). Hujan lebat sejak beberapa lalu menjadi pemicu bencana alam ini.

Rabu, 10/01/2018 16:50 1

Turki

Turki kepada Rusia dan Iran: Apa Guna Perundingan Jika Warga Sipil Dibom?

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mendesak Iran dan Rusia untuk mewujudkan tugas sebagai penjamin negara di Suriah dan menghentikan pelanggaran rezim Assad melawan pejuang oposisi moderat di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 15:27 0

Amerika

Pasca Kebakaran, California Dilanda Longsor: 13 Tewas

Jika bulan lalu, gempulan asap menutupi ruas-ruas jalan di California, kini justru dipenuhi pepohonan, bebatuan, lumpur dan puing-puing bangunan.

Rabu, 10/01/2018 14:48 1

Pakistan

AS Akan Bekukan Bantuan untuk Pakistan hingga 2 Miliar Dolar

Di tengah hubungan AS dengan Pakistan yang semakin memburuk, pekan lalu ada laporan pada hari Kamis (04/01/2017) bahwa bantuan Washington untuk Islamabad kemungkinan akan dipotong sebesar $ 255 juta hingga $ 400 juta.

Rabu, 10/01/2018 13:53 0

Close