... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komentari Pembakaran Kapal Asing, Nasionalisme JK dan Luhut Dipertanyakan

Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane menyayangkan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan yang meminta agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan aksi pembakaran kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia.

Di tengah maraknya pencuriah ikan oleh kapal asing, pernyataan itu dinilai Neta menunjukkan kedua pejabat tersebut tidak memiliki nasionalisme yang tinggi. Selain itu, juga bisa membuat mafia pencuri ikan internasional melecehkan Indonesia.

“Sebab itu IPW mengimbau Menteri KKP Susi tetap konsisten dengan sikap tegasnya, yakni tetap melakukan pembakaran terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Kamis (11/01/2018).

“Sikap tegas Susi itu akan membuat orang asing segan dengan wibawa bangsa Indonesia. Para nelayan pun pasti akan selalu mendukung apa yang dilakukan Susi,” lanjutnya.

IPW juga berharap Polri lewat Polisi Perairannya dan TNI AL tetap konsisten membantu Susi memburu, menangkap dan membakar kapal kapal asing pencuri ikan. Bagaimana pun gebrakan Susi ini sarat nasionalisme dan membuat bangsa lain menjadi segan dengan Indonesia.

Sementara itu, alasan JK dan Luhut dinilai Neta sangat tidak masuk akal bahkan sangat memalukan. “Sebab kapal yang ditangkap akan diserahkan kepada nelayan Indonesia untuk usaha penangkapan ikan. Jadi pertanyaan, bagaimana mekanisme penyerahannya. Apakah lewat bantuan hibah atau lewat sistem lelang,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kapitra: Pasal Penodaan Agama Harus Ada, untuk Jaga Keutuhan Republik

Jika lewat bantuan hibah, apakah para nelayan Indonesia mau menerima alat kejahatan pencurian ikan diserahkan kepada mereka. Pemberian itu dinilainya tak barokah.

“Yang ada nelayan Indonesia akan dilecehkan nelayan nelayan asing. Dianggap sebagai “penjahat baru” yang menikmati alat bukti kejahatan untuk meraup rezeki. Jika pemberiannya lewat mekanisme lelang, berbagai kecurigaan akan muncul bahwa pelelangan ini hanya patgulipat dan sarat KKN sehingga muncul masalah baru,” terang Neta.

Neta mengungkapkan, bahwa dalam berbagai pelelangan barang sitaan disinyalir cenderung terjadi patgulipat sehingga pemiliknya bisa kembali mendapatkan harta bendanya yang disita. Sebab itulah, menurut Neta agar tidak muncul masalah baru, Menteri KKP Susi harus konsisten, kapal kapal asing pencuri ikan harus tetap dibakar agar wibawa Indonesia di negara lain tetap tinggi.

Sebelum Susi membakar kapal kapal tersebut, lanjut Neta, kasus pencurian ikan tidak pernah selesai dan makin marak. Pelelangan kapal kapal asing yang ditangkap pun tidak pernah jelas juntrungannya. “Sebab itu JK dan Luhut tidak perlu mengevaluasi Kebijakan Menteri KKP Susi agar menghentikan penenggelaman dan pembakaran kapal asing pencuri ikan,” ungkap Neta.

“Justru kebijakan Susi patut didukung karena telah membawa dampak positif pada peningkatan produksi ikan dalam negeri dan kehidupan para nelayan. Justru yang diperlukan adalah dukungan maksimal Polisi Perairan dan TNI AL terhadap Menteri KKP Susi dalam menjaga perairan Indonesia agar tidak dimasuki para pencuri ikan,” tukasnya.

BACA JUGA  IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kebijakan penenggelaman kapal asing yang melakukan illegal fishing atau pencurian ikan di perairan Indonesia dihentikan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak lagi menenggelamkan kapal pada tahun 2018.

“Pandangan pemerintah, cukuplah. Ini juga menyangkut hubungan kita dengan negara lain,” ujar Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (09/01/2018).

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

ACT Dorong Masyarakat Indonesia Bantu Palestina

Presiden Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengimbau kepada masyarakat Indonesia supaya turut andil dalam membantu warga Palestina.

Kamis, 11/01/2018 13:14 0

Artikel

Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah

Kami dibuat terkejut ketika hari pertama daurah, seorang yang datang dari Sudan menodongkan pertanyaan, “Apakah Anda dari Jami’ah Islamiyah?” Kami yang belum mengetahui apa itu Jami’ah Islamiyah sempat kebingungan.

Kamis, 11/01/2018 12:01 0

Opini

Remaja Brutal, Tanggung Jawab Siapa?

KIBLAT.NET – Definisi remaja menurut Wikipedia adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja...

Kamis, 11/01/2018 11:23 0

Myanmar

Militer Myanmar Akui Eksekusi 10 Muslim Rohingya, Begini Caranya

Warga Budha, yang disebutnya marah karena kerabatnya tewas akibat serangan warga Rohingya, ikut menyiksa 10 “tawanan” itu. Mereka menggali kuburan dan memaksa para tawanan masuk ke dalamnya. Sementara pengikut Budha menusuki tubuh mereka. Polisi kemudian mengeksekusi dengan puluhan peluru panas sesudah 10 warga Muslim itu masuk ke liang lahat.

Kamis, 11/01/2018 08:10 0

Iran

Kapal Perang Iran Tabrak Beton, 2 Awak Hilang

Enam awak kapal terjatuh ke laut ketika kapal menabrak. Empat di antaranya berhasil diselamatkan sementara dua sisanya hilang ditelan ombak.

Kamis, 11/01/2018 07:10 0

Pakistan

Pakistan Tangguhkan Kerja Sama Militer dan Intelijen dengan AS

"Kami telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa tetangga kami, Pakistan, menyediakan tempat perlindungan bagi kelompok teroris dan juga mendanai kelompok teroris," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Kamis, 11/01/2018 06:26 1

Turki

Respon Serangan Assad di Idlib, Turki Panggil Dubes Iran dan Rusia

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Rusia dan Iran merespon serangan rezim Bashar Al Assad di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 21:01 0

Amerika

Foto: Begini Ganasnya Bencana Tanah Longsor di California

Tanah longsor menutupi permukaan daerah Santa Barbara, California sejak Selasa petang (09/01/2018). Hujan lebat sejak beberapa lalu menjadi pemicu bencana alam ini.

Rabu, 10/01/2018 16:50 1

Turki

Turki kepada Rusia dan Iran: Apa Guna Perundingan Jika Warga Sipil Dibom?

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mendesak Iran dan Rusia untuk mewujudkan tugas sebagai penjamin negara di Suriah dan menghentikan pelanggaran rezim Assad melawan pejuang oposisi moderat di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 15:27 0

Amerika

Pasca Kebakaran, California Dilanda Longsor: 13 Tewas

Jika bulan lalu, gempulan asap menutupi ruas-ruas jalan di California, kini justru dipenuhi pepohonan, bebatuan, lumpur dan puing-puing bangunan.

Rabu, 10/01/2018 14:48 1

Close