... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Militer Myanmar Akui Eksekusi 10 Muslim Rohingya, Begini Caranya

Foto: Pengungsi Rohingya/ilustrasi

KIBLAT.NET, Sitwe – Militer Myanmar mengakui, Rabu (10/01), membunuh 10 warga Rohingya yang diklaim terlibat dalam serangan 25 Agustus 2017 ke pos penjagaan, yang menewaskan belasan polisi. Ini merupakan pengakuan pertama militer terkait pembantaian minoritas Muslim Rohingya.

Pasukan bersenjata Myanmar, Desember lalu, mengumumkan penemuan kuburan massal berisi 10 jasad desa pesisir Eden, 50 kilometer dari ibukota Arabakan, Sitwe. Penyelidikan militer mengungkap, 10 jasad itu warga minoritas Rohingya yang dieksekusi saat operasi pembalasan warga Rohingya pada 25 Agustus tahun lalu.

Militer mengklaim, sepuluh jasad Rohingya itu bagian dari sebanyak 200 orang yang menyerang pos militer. Mereka berhasil ditangkap. Tentara menyebut mereka sebagai “teroris” Muslim.

Jenderal Min Ong Hilling, perwira militer yang bertanggung jawab penyelidikan penemuan kuburan massal itu, mengatakan di halaman Facebook pribadinya bahwa pasukan keamanan melakukan operasi “pembersihan” di daerah tersebut pada 1 September ketika “200 teroris Bengal” melancarkan serangan dengan menggunakan tongkat dan pedang.

“Bengal” adalah sebutan rezim Myanmar untuk minoritas Muslim Rohingya. Suku Bengal bukan asli warga Myanmar, melainkan pendatang. Sebutan itu digunakan pemerintah untuk menghasut warganya menolak warga Rohingya.

Hilling menambahkan bahwa 10 penyerang itu ditangkap setelah militer mengerahkan pasukan dari udara.

Dia mengaku, tahanan tersebut seharusnya telah diserahkan ke polisi, sesuai prosedur, namun militan terus menyerang dan menghancurkan dua kendaraan tentara dengan bahan peledak.

BACA JUGA  Sekjen PBB: Penyiksaan yang Dialami Rohingya Tak Terbayangkan

“Hasil penyelidikan (investigasi) menyimpulkan bahwa kondisinya tidak menguntungkan untuk memindahkan 10 teroris Bengal ke kantor polisi dan kemudian diambil keputusan untuk membunuh mereka,” klaim Hilling.

Dia menceritakan bagaimana proses eksekusi 10 warga Rohingya itu. Warga Budha, yang disebutnya marah karena kerabatnya tewas akibat serangan warga Rohingya, ikut menyiksa 10 “tawanan” itu. Mereka menggali kuburan dan memaksa para tawanan masuk. Sementara pengikut Budha menusuki tubuh mereka. Polisi kemudian mengeksekusi dengan berondongan senjata setelah mereka jatuh ke liang lahat.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Diperlakukan Berbeda, Pengacara Alfian Tanjung Keluhkan Ketatnya Penahanan

Kunjungan kuasa hukum Alfian Tanjung makin dipersulit. Para advokat hanya diperbolehkan untuk menjenguk kliennya pada hari Selasa dan Jumat saja.

Rabu, 10/01/2018 21:58 0

Indonesia

Dark Web, Pusat Kejahatan Dunia Maya yang Sulit Dimonitor

Salah bila masih ada anggapan bahwa tidak bisa 'berselancar' di dunia maya tanpa dideteksi pemerintah.

Rabu, 10/01/2018 21:29 0

Indonesia

Perang di Era Digital Jadi Tantangan Baru bagi Intelijen

Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro menilai bahwa di era digital ini aneka bentuk kejahatan terus berdatangan.

Rabu, 10/01/2018 21:15 0

Indonesia

Adu Persepsi Locus Delicti Perkara Alfian Tanjung

Adu Persepsi locus delicti Perkara Alfian Tanjung

Rabu, 10/01/2018 21:10 0

Indonesia

Polisi Dinilai Lambat, Umat Diminta Tetap di Koridor Hukum

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Tengku Zulkarnain meminta umat Islam tetap tenang menyikapi guyonan Joshua Suherman dan Ge Pamungkas tentang Islam.

Rabu, 10/01/2018 19:53 1

Indonesia

Kasus Joshua, Wasekjen MUI: Pendeta Jangan Diam Saja

"Untuk pendeta-pendeta silakan di nasehati umatnya jangan diam aja. Kalau Joshua kan Kristen, berikan komentar dalam masalah ini, jangan diam saja,"

Rabu, 10/01/2018 19:41 0

Indonesia

Videonya Minum Kencing Unta Viral, Ini Kata Bachtiar Nasir

Ustadz Bachtiar Nasir angkat suara terkait videonya yang viral tentang minum air kencing unta.

Rabu, 10/01/2018 18:52 0

Indonesia

ACT Akan Layarkan 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bantuan yang kali ini disalurkan berupa beras sebanyak 10.000 ton. Tak hanya beras, bahan pangan lainnya seperti gula dan tepung juga turut dikirim.

Rabu, 10/01/2018 17:35 0

Indonesia

Pasukan Assad Serang Idlib, Menlu Turki Beri Peringatan

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu memperingatkan langkah tersebut bisa mengancam proses penyelesaian politik di Suriah.

Rabu, 10/01/2018 17:04 0

Indonesia

Ketua GNPF Ulama: Pengolok Islam Tak Boleh Dibiarkan

Islam dijadikan bahan olokan oleh sejumlah komika dalam sebuah acara bertajuk stand up comedy. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir menyesalkan hal itu.

Rabu, 10/01/2018 16:11 0

Close