... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masyarakat Pakistan Tuntut Keadilan untuk Zainab

Foto: Jasad Zainab dihantarkan oleh ribuan masyarakat Pakistan ke pekuburan pada Rabu (10/01/2018).

KIBLAT.NET, Islamabad- Tragedi pembunuhan Zainab Ameen telah memicu kemarahan masyarakat Pakistan. Pasalnya, pihak aparat dan pemerintah setempat dinilai lalai dan lamban dalam menyelesaikan kasus pemerkosaan serta penculikan anak yang marak terjadi sejak setahun terakhir.

Zainab bukanlah korban kasus penculikan dan pembunuhan anak pertama. Sejak tahun 2017, sudah ada selusin kasus serupa yang masih belum terungkap.

Ketika terjadinya penculikan pada 4 Januari 2018, orang tua Zainab tengah berada di Arab Saudi untuk melakukan ibadah umrah. Orang tuanya kembali ke Pakistan pada Rabu pagi (10/01/2018), beberapa jam setelah jasad Zainab dishalatkan.

Setibanya di bandara Islamabad, Ameen Asari, ayah dari gadis tersebut, menyayangkan lambannya respon dari kepolisian setempat. Padahal, kerabat Ameen telah melaporkan kasus ini sejak hari pertama hilangnya Zainap. “Polisi tidak melakukan apapun,” ungkap Ameen.

“Kerabat dan tetangga saya mengatakan kepada saya bahwa polisi dulu datang, makan dan pergi,” katanya kepada media setempat. “Sementara mereka tidak melakukan apa-apa, teman dan keluarga saya menghabiskan siang dan malam mencari anak perempuan saya,” tambah Ameen.

Baca: Insiden Pembunuhan Zainab dan Tulisan Terakhir

Insiden pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Zainab telah menyulutkan protes besar-besaran di Pakistan. Pada, Rabu (10/01/2018) massa menghantarkan jasad Zainab sekaligus menyuarakan protes atas lalainya pihak keamanan dan pemerintah setempat.

Masyarakat Pakistan melakukan protes terhadap lambannya respon aparat polisi dalam menangani kasus penculikan dan pemerkosaan terhadap Zainab Ameen (7 Tahun)

Protes juga melebar hingga ke media sosial. Di Hari yang sama, hashtag #JusticeForZainab menjadi trend di Pakistan, di mana sejumlah besar orang mengungkapkan kemarahan dan kejutan mereka.

BACA JUGA  Jenazah Ustadz Basri Dimakamkan di Makassar

“Di Pakistan, keamanan hanya untuk para pemimpin dan kami hanyalah serangga biasa.”

Ibu Zainab, yang berdiri di belakang Ansari di luar bandara mengatakan, “Saya tidak tahu apa-apa, saya tidak tahu apa yang terjadi, saya hanya menginginkan keadilan, saya telah kehilangan Zainab, saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan.”

Zulfiqar Ahmed, kepala polisi, mengatakan kepada media setempat bahwa sebuah otopsi telah menunjukan tanda-tanda bahwa bocah berusia tujuh tahun itu diperkosa sebelum dicekik sampai mati. Kematiannya diperkirakan terjadi setidaknya lima hari yang lalu.

Insiden tersebut menyebabkan unjuk rasa di berbagai wilayah Kasur pada hari Rabu pagi. Aksi protes besar-besaran tersebut mengakibatkan setidaknya dua kematian dan beberapa luka-luka. Rekaman TV lokal juga menunjukkan petugas polisi menembaki pemrotes untuk membubarkan mereka.

Menurut Zulfiqar Ahmed, Zainab Ameen bukanlah korban pertama di Pakistan. Dalam setahun terakhir ini ada sekitar 12 kasus serupa, di mana gadis-gadis kecil diculik, diperkosa hingga dibunuh.

“Semua kasus memiliki kemiripan, seperti pembunuh berantai yang berada di balik insiden ini,” kata Malik Ahmed Ali, juru bicara pemerintah provinsi, mengutip sebuah penyelidikan awal.

Otoritas Pakistan, termasuk kepala pengadilan negara, kepala staf tentara dan kepala menteri Punjab, memperhatikan pembunuhan Zainab dan mengarahkan pejabat untuk menyampaikan sebuah laporan dalam waktu 24 jam.

Pada tahun 2015, Kasur menjadi berita utama internasional ketika ratusan video pelecehan anak muncul. Polisi kemudian menangkap beberapa anggota sindikat yang terlibat dalam menjual pornografi anak ke situs-situs di Eropa. Sebagian besar korban berusia di bawah 14 tahun, termasuk seorang anak laki-laki berusia enam tahun, menurut pejabat.

BACA JUGA  Terduga Teroris Ditembak di Jogja, DPR Diminta Bentuk Tim Pengawas Densus 88

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Antara Penyair Penghina Nabi dan Komedian Pengolok Islam

Beruntung bagi Ge Pamungkas dan Joshua Suherman karena mereka tidak berada di zaman Fathu Mekkah. Bisa saja mereka masuk dalam daftar yang orang yang tidak diberi amnesti oleh Nabi.

Kamis, 11/01/2018 18:29 0

Myanmar

UU Informasi Rahasia, Senjata Myanmar Bungkam Wartawan di Rakhine

UU Rahasia Resmi, aturan warisan kolonial Inggris menjadi pilihan untuk berhadapan dengan wartawan yang nekad menggali informasi seputar kekerasan terhadap Muslim Rohingnya.

Kamis, 11/01/2018 17:30 0

Myanmar

Beritakan Rohingya, Dua Wartawan Terancam 14 Tahun Penjara

Jaksa Myanmar mengajukan tuntutan terhadap dua wartawan Reuters yang meliput kekerasan di Rakhine di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi.

Kamis, 11/01/2018 16:47 0

Editorial

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi, Joshua Suherman dan Ge Pamungkas berusaha meraih tawa penontonnya dengan menyelipkan kata-kata nyinyir terhadap keyakinan yang dianut mayoritas rakyat Indonesia.

Kamis, 11/01/2018 16:00 0

News

ACT Dorong Masyarakat Indonesia Bantu Palestina

Presiden Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengimbau kepada masyarakat Indonesia supaya turut andil dalam membantu warga Palestina.

Kamis, 11/01/2018 13:14 0

Artikel

Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah

Kami dibuat terkejut ketika hari pertama daurah, seorang yang datang dari Sudan menodongkan pertanyaan, “Apakah Anda dari Jami’ah Islamiyah?” Kami yang belum mengetahui apa itu Jami’ah Islamiyah sempat kebingungan.

Kamis, 11/01/2018 12:01 0

Opini

Remaja Brutal, Tanggung Jawab Siapa?

KIBLAT.NET – Definisi remaja menurut Wikipedia adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja...

Kamis, 11/01/2018 11:23 0

Myanmar

Militer Myanmar Akui Eksekusi 10 Muslim Rohingya, Begini Caranya

Warga Budha, yang disebutnya marah karena kerabatnya tewas akibat serangan warga Rohingya, ikut menyiksa 10 “tawanan” itu. Mereka menggali kuburan dan memaksa para tawanan masuk ke dalamnya. Sementara pengikut Budha menusuki tubuh mereka. Polisi kemudian mengeksekusi dengan puluhan peluru panas sesudah 10 warga Muslim itu masuk ke liang lahat.

Kamis, 11/01/2018 08:10 0

Iran

Kapal Perang Iran Tabrak Beton, 2 Awak Hilang

Enam awak kapal terjatuh ke laut ketika kapal menabrak. Empat di antaranya berhasil diselamatkan sementara dua sisanya hilang ditelan ombak.

Kamis, 11/01/2018 07:10 0

Pakistan

Pakistan Tangguhkan Kerja Sama Militer dan Intelijen dengan AS

"Kami telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa tetangga kami, Pakistan, menyediakan tempat perlindungan bagi kelompok teroris dan juga mendanai kelompok teroris," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Kamis, 11/01/2018 06:26 1

Close