... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Insiden Pembunuhan Zainab dan Tulisan Terakhir

Korban pembunuhan sadis di Pakistan, Zainab Ameen (7 tahun)

KIBLAT.NET, Punjab- Pada 4 Januari 2018, Zainab Amin bocah perempuan berusia tujuh tahun hilang. Ia terakhir terlihat di luar sekolah yang hanya berjarak beberapa menit dari rumah pamannya di Kasur, Punjab.

Tubuh gadis muda itu, Zainab, ditemukan di tumpukan sampah di Kasur pada hari Selasa (09/01/2018).  Menurut laporan media setempat, gadis kecil itu diperkosa beberapa kali sebelum dicekik sampai mati.

Zainab dikenal sebagai bocah periang. Masyarakat sekitar rumahnya sangat mengenal bocah perempuan itu. Namun, kabar itu telah mengejutkan semuanya. Sang ayah yang baru pulang dari Arab Saudi tak kuasa menahan sedih.

Zainab kini tinggalah nama. Di rumahnya masih berserakan gambar, pakaian, mainan dan buku-bukunya. Saat masih hidup, Zainab memang dikenal suka membaca dan menulis, begitu kata orang tuanya.

Pada 4 Januari, beberapa saat menjelang hilangnya Zainab, dia menulis kata-kata terakhir di sebuah buku tulis bahasa Urdunya:

Aku seorang perempuan

Namaku Zainab

Nama Ayahku Ameen

Usiaku baru 7 tahun

Tempat tinggalku bernama Kasur

Aku menyukai buah mangga

Ketika terjadinya penculikan, orang tua Zainab tengah berada di Arab Saudi untuk melakukan ibadah umrah. Orang tuanya kembali ke Pakistan pada Rabu pagi, beberapa jam setelah jasad Zainab dishalatkan.

Setibanya di bandara Islamabad, Ameen Asari, ayah dari gadis tersebut, menyayangkan lambannya respon dari kepolisian setempat. Padahal, kerabat Ameen telah melaporkan kasus ini sejak hari pertama hilangnya Zainap. “Polisi tidak melakukan apapun,” ungkap Ameen.

BACA JUGA  Kasus Sukmawati Mendadak Dihentikan, Gabungan Advokat Ajukan Praperadilan

“Kerabat dan tetangga saya mengatakan kepada saya bahwa polisi dulu datang, makan dan pergi,” katanya kepada media setempat. “Sementara mereka tidak melakukan apa-apa, teman dan keluarga saya menghabiskan siang dan malam mencari anak perempuan saya,” tambah Ameen.

Insiden pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Zainab telah menyulutkan protes besar-besaran di Pakistan. Pada, Rabu (10/01/2018) massa berkumpul menyuarakan protes atas lalainya pihak keamanan dan pemerintah setempat.

Pada, Rabu (10/01/2018) massa menghantarkan jasad Zainab sekaligus menyuarakan protes atas lalainya pihak keamanan dan pemerintah setempat.

Ayah Zainab kini mencari keadilan untuk anaknya. Ia mengajukan permohonan kepada Ketua Mahkamah Agung Pakistan dan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Qamar J. Bajwa. Keduanya merespon dalam hitungan jam.

“Dukungan langsung sepenuhnya kepada administrasi sipil untuk menangkap para penjahat dan membawa mereka ke pengadilan,” tweet Mayjen Asif Ghafoor, Direktur Jenderal sayap humas Angkatan Darat Pakistan. Beberapa saat kemudian, Ketua Mahkamah Agung memerintahkan kepala polisi Punjab tersebut dalam waktu 24 jam.

Insiden ini memicu reaksi protes dari masyarakat terhadap kelalaian pemerintah Pakistan. Massa berkumpul, mengungkapkan kemarahan di sekitar kota, menuntut pelaku segera dihukum. Beberapa menginginkan pelaku digantung di depan umum, ada juga yang menuntut hukuman sesuai vonis pengadilan.

Sumber: Geo.tv
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi, Joshua Suherman dan Ge Pamungkas berusaha meraih tawa penontonnya dengan menyelipkan kata-kata nyinyir terhadap keyakinan yang dianut mayoritas rakyat Indonesia.

Kamis, 11/01/2018 16:00 0

Indonesia

Buntut Lawakan Singgung Islam, Joshua Bisa Diancam 4 Tahun Penjara

Joshua bisa dikenakan UU ITE Pasal 27 ayat 3 pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP dengan ancaman empat tahun penjara

Kamis, 11/01/2018 15:15 4

Indonesia

Komentari Pembakaran Kapal Asing, Nasionalisme JK dan Luhut Dipertanyakan

Nasionalisme JK dan Luhut dipertanyakan setelah meminta Menteri KKP Susi Pudjiastuti menghentikan pembakaran kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia

Kamis, 11/01/2018 14:24 0

Indonesia

Selain Melakukan Tindak Pidana, Joshua Juga Dinilai Melanggar HAM

"Seseorang harus bisa merasa dan menghormati perasaan dan apalagi perasaan keagamaan orang lain. Penghormatan terhadap identitas keagamaan orang lain adalah kasta tertinggi dalam HAM. Kasus tersebut diduga kuat melanggar HAM," jelasnya.

Kamis, 11/01/2018 13:50 0

Indonesia

Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Sarankan Joshua Minta Maaf

"Sebelum terlambat, yang bersangkutan segera meminta maaf dan menyatakan penyesalan secara terbuka ke publik atas ucapan dugaan penistaan agama tersebut"

Kamis, 11/01/2018 13:00 0

Indonesia

YLBHI: Proyek Menggila, Kelompok Bisnis Bajak Politik Indonesia

Koordinator YLBHI, Arif Yogi mengatakan rezim Joko Widodo semakin memperkuat kekuasaannya. Hal itu dinilai dari beberapa ciri, antara lain kekerasan justru semakin meningkat, terjadi penghalangan kebebasan berekspresi dan menyampaikan berpendapat.

Kamis, 11/01/2018 12:05 1

Artikel

Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah

Kami dibuat terkejut ketika hari pertama daurah, seorang yang datang dari Sudan menodongkan pertanyaan, “Apakah Anda dari Jami’ah Islamiyah?” Kami yang belum mengetahui apa itu Jami’ah Islamiyah sempat kebingungan.

Kamis, 11/01/2018 12:01 0

Opini

Remaja Brutal, Tanggung Jawab Siapa?

KIBLAT.NET – Definisi remaja menurut Wikipedia adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja...

Kamis, 11/01/2018 11:23 0

Indonesia

Cegah Paham Syiah, Annas Kabupaten Pangkep Terbentuk

Terbentuknya Annas pangkep, kata Husnan, untuk mencegah dan meminimalisir paham Syiah di Kabupaten Pangkep yang dapat membahayakan generasi.

Kamis, 11/01/2018 09:11 0

Indonesia

Diperlakukan Berbeda, Pengacara Alfian Tanjung Keluhkan Ketatnya Penahanan

Kunjungan kuasa hukum Alfian Tanjung makin dipersulit. Para advokat hanya diperbolehkan untuk menjenguk kliennya pada hari Selasa dan Jumat saja.

Rabu, 10/01/2018 21:58 0

Close