... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Antara Penyair Penghina Nabi dan Komedian Pengolok Islam

Foto: Ge Pamungkas dan Joshua Suherman

KIBLAT.NET – Para penghibur yang menjadikan Islam sebagai bahan olokan sudah ada sejak dahulu. Jika fenomena itu terjadi lagi, maka itu adalah pola yang berulang dan akan terus berulang. Menjadikan agama sebagai bahan olokan di dalam Al-Quran disebutkan sebagai ciri khas orang kafir dan munafik.

Di dalam surat Al-Muthoffifin Allah SWT berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

Artinya, “Dan hari ini (di dunia) orang-orang yang berbuat dosa menertawai orang-orang yang beriman.”

Begitu juga orang munafik, pernah suatu ketika Rasulullah SAW memotivasi para sahabat untuk berinfak, datanglah Abdurrahman bin Auf dengan membawa harta yang cukup banyak, orang munafik mengejeknya dengan mengatakan infaknya karena riya’. Sebaliknya, ada orang miskin dari kaum Anshor yang hanya bisa berinfak satu Sho’ kurma. Kaum munafik juga mencelanya dengan berkata, “Allah dan Rasul-Nya tidak butuh infakmu.”

Begitu juga dengan para penghibur. Dahulu para penghibur (baca penyair) kerap melakukan hinaan dan olokan terhadap agama. oleh karenanya ketika Rasulullah SAW memberikan amnesti bagi penduduk Mekkah saat Fath Mekkah, para panyair penghina Nabi SAW tidak temasuk yang mendapatkan amnesti tersebut.

Sebut saja Abdullah bin Khotol, dia termasuk orang yang tidak diberi amnesti oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuhnya meski dia berlindung dibalik tirai Ka’bah. Hal itu karena dia pernah masuk Islam dan murtad, membunuh seorang muslim dan membikin syair yang berisi hinaan dan ejekan terhadap agama Islam.

BACA JUGA  Kiprah Syaikh Safar Hawali Melawan Pendudukan Amerika di Teluk Arab

Selain membuat syair yang mengolok agama, dia juga mendatangkan dua orang penyanyi wanita. Kedua wanita ini melantunkan syair yang berisi hinaan terhadap Rasulullah SAW. Kedua wanita tersebut juga diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk dibunuh. Meskipun salah satunya mendapat amnesti khusus dari Nabi SAW, akan tetapi ini menjelaskan bahwa menjadikan Islam sebagai bahan olokan bukanlah perkara sepele.

Ada juga Ka’ab bin Zuhair, dia merupakan pujangga kenamaan di kota Mekkah. Syair-syair gubahannya kerap menghina Nabi dan Islam. Sehingga namanya masuk dalam daftar orang-orang yang tidak mendapatkan amnesti. Mengetahui hal tersebut akhirnya dia melarikan diri dari Kota Mekkah.

Adalah saudaranya yang bernama Bujair bin Zuhair menulis surat untuknya agar mendatangi Nabi, meminta maaf dan masuk Islam. Akhirnya Ka’ab masuk Islam dan meminta maaf kepada Rasulullah dan Rasulullah SAW memaafkannya.

14 abad pasca peristiwa Fath Mekkah kejadian itu terulang lagi. Kalau dahulu dilakukan oleh seniman syair, maka hari ini dilakukan oleh dua orang komedian stand-up. Beruntung bagi Ge Pamungkas dan Joshua Suherman  karena mereka tidak berada di zaman Fathu Mekkah. Bisa saja mereka masuk dalam daftar yang orang yang tidak diberi amnesti oleh Nabi.

Mereka beruntung karena mereka hidup di Indonesia. Dimana bagi sebagian orang kebebasan berekspresi itu ditolerir bahkan diizinkan walaupun menjadikan Islam sebagai bahan olokan. Kalau beruntung, penistaan agama berakhir hanya dengan permintaan maaf. Kalau apes, cuma dihukum kurungan 2 tahunan. Sebuah hukuman yang ringan dibanding dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap para penyair yang menghina Islam saat Fath Mekkah. Wallahu a’lam bissowab

Penulis : Arju

BACA JUGA  Olahraga dan Nasionalisme di Dunia Global

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Insiden Pembunuhan Zainab dan Tulisan Terakhir

Pada 4 Januari 2018, Zainab Amin bocah perempuan berusia tujuh tahun hilang. Ia terakhir terlihat di luar sekolah yang hanya berjarak beberapa menit dari rumah pamannya di Kasur, Punjab.

Kamis, 11/01/2018 18:19 0

Myanmar

UU Informasi Rahasia, Senjata Myanmar Bungkam Wartawan di Rakhine

UU Rahasia Resmi, aturan warisan kolonial Inggris menjadi pilihan untuk berhadapan dengan wartawan yang nekad menggali informasi seputar kekerasan terhadap Muslim Rohingnya.

Kamis, 11/01/2018 17:30 0

Myanmar

Beritakan Rohingya, Dua Wartawan Terancam 14 Tahun Penjara

Jaksa Myanmar mengajukan tuntutan terhadap dua wartawan Reuters yang meliput kekerasan di Rakhine di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi.

Kamis, 11/01/2018 16:47 0

Editorial

Editorial: Pasti Tiba, Hari Pembalasan untuk Pengolok

Lagi-lagi umat Islam digegerkan oleh sindiran dan olok-olok berbau SARA. Di panggung komedi, Joshua Suherman dan Ge Pamungkas berusaha meraih tawa penontonnya dengan menyelipkan kata-kata nyinyir terhadap keyakinan yang dianut mayoritas rakyat Indonesia.

Kamis, 11/01/2018 16:00 0

Indonesia

Buntut Lawakan Singgung Islam, Joshua Bisa Diancam 4 Tahun Penjara

Joshua bisa dikenakan UU ITE Pasal 27 ayat 3 pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP dengan ancaman empat tahun penjara

Kamis, 11/01/2018 15:15 4

Indonesia

Komentari Pembakaran Kapal Asing, Nasionalisme JK dan Luhut Dipertanyakan

Nasionalisme JK dan Luhut dipertanyakan setelah meminta Menteri KKP Susi Pudjiastuti menghentikan pembakaran kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia

Kamis, 11/01/2018 14:24 0

Indonesia

Selain Melakukan Tindak Pidana, Joshua Juga Dinilai Melanggar HAM

"Seseorang harus bisa merasa dan menghormati perasaan dan apalagi perasaan keagamaan orang lain. Penghormatan terhadap identitas keagamaan orang lain adalah kasta tertinggi dalam HAM. Kasus tersebut diduga kuat melanggar HAM," jelasnya.

Kamis, 11/01/2018 13:50 0

News

ACT Dorong Masyarakat Indonesia Bantu Palestina

Presiden Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengimbau kepada masyarakat Indonesia supaya turut andil dalam membantu warga Palestina.

Kamis, 11/01/2018 13:14 0

Indonesia

Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Sarankan Joshua Minta Maaf

"Sebelum terlambat, yang bersangkutan segera meminta maaf dan menyatakan penyesalan secara terbuka ke publik atas ucapan dugaan penistaan agama tersebut"

Kamis, 11/01/2018 13:00 0

Indonesia

YLBHI: Proyek Menggila, Kelompok Bisnis Bajak Politik Indonesia

Koordinator YLBHI, Arif Yogi mengatakan rezim Joko Widodo semakin memperkuat kekuasaannya. Hal itu dinilai dari beberapa ciri, antara lain kekerasan justru semakin meningkat, terjadi penghalangan kebebasan berekspresi dan menyampaikan berpendapat.

Kamis, 11/01/2018 12:05 1

Close