... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Respon Serangan Assad di Idlib, Turki Panggil Dubes Iran dan Rusia

Foto: Reruntuhan gedung akibat serangan udara di Idlib

KIBLAT.NET, Ankara- Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Rusia dan Iran merespon serangan rezim Bashar Al Assad di Idlib. Kepada kedua negara tersebut, Turki menyatakan ketidaknyamanan atas langkah yang diambil Suriah itu.

Iran dan Rusia sebelumnya bersedia menjadi negara penjamin bagi rezim Suriah. Kepada Duta Besar Rusia untuk Ankara, Alexei Yerkhov dan Duta Besar Iran Mohammad Ebrahim Taherian Fardmemenuhi, Turki mendesak agar kedua negara itu memenuhi kewajiban sebagai penjamin di Suriah.

“Iran dan Rusia harus memenuhi tanggung jawabnya (sebagai negara penjamin negara) di Suriah,” kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Rabu (10/01/2018).

Turki menyatakan ketidakpuasannya terhadap Rusia dan Iran atas pelanggaran rezim Suriah di zona de-eskalasi. Apa lagi, baru-baru ini rezim Suriah melancarkan serangan serangan ke Idlib dengan dalih untuk memerangi kelompok teroris.

Idlib merupakan satu dari sejumlah daerah yang ditetapkan sebagai zona de-eskalasi sejak September tahun lalu. Langkah tersebut diambil atas kesepakatan antara Turki, Rusia dan Iran untuk mengurangi konflik yang terjadi di Suriah.

Namun, pertempuran terus berlanjut. Puluhan ribu warga sipil terpaksa melarikan diri dari Idlib, kawasan yang menjadi tempat tinggal bagi dua juta orang. Selain itu, Idlib diketahui merupakan basis terkuat oposisi di Suriah.

Cavusoglu memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan merusak proses perdamaian di Suriah. Dia kemudian menggarisbawahi, bila Iran dan Rusia adalah penjamin Suriah maka Turki adalah negara penjamin kelompok oposisi moderat di Suriah.

“Jika Anda penjamin, ya Anda, Anda harus menghentikan rezim tersebut. Ini bukan hanya serangan udara sederhana. Rezim bergerak di Idlib. Tujuannya berbeda,” sambungnya.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polisi Dinilai Lambat, Umat Diminta Tetap di Koridor Hukum

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Tengku Zulkarnain meminta umat Islam tetap tenang menyikapi guyonan Joshua Suherman dan Ge Pamungkas tentang Islam.

Rabu, 10/01/2018 19:53 1

Indonesia

Kasus Joshua, Wasekjen MUI: Pendeta Jangan Diam Saja

"Untuk pendeta-pendeta silakan di nasehati umatnya jangan diam aja. Kalau Joshua kan Kristen, berikan komentar dalam masalah ini, jangan diam saja,"

Rabu, 10/01/2018 19:41 0

Indonesia

Videonya Minum Kencing Unta Viral, Ini Kata Bachtiar Nasir

Ustadz Bachtiar Nasir angkat suara terkait videonya yang viral tentang minum air kencing unta.

Rabu, 10/01/2018 18:52 0

Indonesia

ACT Akan Layarkan 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bantuan yang kali ini disalurkan berupa beras sebanyak 10.000 ton. Tak hanya beras, bahan pangan lainnya seperti gula dan tepung juga turut dikirim.

Rabu, 10/01/2018 17:35 0

Indonesia

Pasukan Assad Serang Idlib, Menlu Turki Beri Peringatan

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu memperingatkan langkah tersebut bisa mengancam proses penyelesaian politik di Suriah.

Rabu, 10/01/2018 17:04 0

Indonesia

Ketua GNPF Ulama: Pengolok Islam Tak Boleh Dibiarkan

Islam dijadikan bahan olokan oleh sejumlah komika dalam sebuah acara bertajuk stand up comedy. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir menyesalkan hal itu.

Rabu, 10/01/2018 16:11 0

Indonesia

Setelah Joshua, Komika Ge Pamungkas Akan Segera Dipolisikan

Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Himran mengatakan, komika Genrifinaldi Pamungkas atau Ge Pamungkas akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang pekan ini. Ge dinilai telah melakukan penghinaan terhadap Islam dalam salah satu aksi komedinya. 

Rabu, 10/01/2018 14:21 0

Indonesia

Kontras: TNI-Polri untuk Jaga Keamanan, Bukan Berpolitik

Fenomena keikutsertaan anggota Polri dan TNI aktif dalam politik praktis atau Pilkada dan Pemilu menuai catatan dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras).

Rabu, 10/01/2018 14:06 0

Indonesia

Imparsial Soroti Anggota TNI-Polri Aktif dalam Bursa Calon Pilkada

Direktur Imparsial, Al Araf menyoroti keikutsertaan anggota Polri atau TNI aktif dalam Pilkada serentak 2018. Keikutsertaan mereka dikhawatirkan menimbulkan abuse of power atau memobilisasi pengaruhnya untuk memenangkan politik praktis.

Rabu, 10/01/2018 13:10 0

Indonesia

Candu Pornografi Membunuh Masa Depan Generasi Muda

Salah satu tanggung jawab besar bangsa ini adalah menyiapkan generasi penerus terbaik. Namun realitasnya sangat mengkhawatirkan. Salah satu hal yang membahayakan generasi muda saat ini adalah porn adict atau candu pornografi.

Rabu, 10/01/2018 12:11 0