... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perang di Era Digital Jadi Tantangan Baru bagi Intelijen

Foto: Bedah Buku 'Intelijen di Era Digital: Prospek dan Tantangan Membangun Ketahanan Nasional'

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro menilai bahwa di era digital ini aneka bentuk kejahatan terus berdatangan. Baik berskala lokal maupun intrenasional yang tidak memmengenal batas dan waktu. Menurutnya, hal ini menyebabkan pergeseran bentuk perang.

“Peperangan yang dulunya selalu identik dengan senjata, peluru, pembunuhan, pengeboman, dan sebagainya kini telah bergeser seiring dengan perkembangan teknologi. Kini, peperangan telah memiliki model baru yang jauh berbeda dengan peperangan konvensional,” ujarnya dalam diskusi ‘Intelijen di Era Digital’ di Menara Batavia, Jakarta pada Rabu (10/01/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa di era digital sekarang juga muncul istilah low intensity wars (perang intesistas rendah), small wars (perang-perang kecil). Ia menyebutkan perang dunia siber misalnya network centric warfare (perang berpusat pada jejaring), fourth generation wars (perang generasi keempat).

“Selain itu ada non-conventional/hybird wars (perang non-konvensional). Dan ada pula perang asymetric wars (perang asimetris),” terangnya.

Oleh sebab itu, pria yang akrab dengan sapaan Simon ini menegaskan bahwa intelijen hari ini dituntut mampu adaptif terhadap berbagai dinamika dan perkembangan di erea digital. Hal ini, kata dia, mengingat perang di era digital yang berlangsung saat ini berada dalam dunia sunyi dan senyap.

“Jika dulu gerakan-gerakan penyusupan agen intelijen terhadap suatu negara melalui jalur darat, di abad informasi sekarang penyusupan-penyusupan dilakukan melalui dunia cyber,” tukasnya.

BACA JUGA  Gelar Rakernas Pertama, LPH-KHT Muhammadiyah Siap Sukseskan Realisasi UU JPH

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Respon Serangan Assad di Idlib, Turki Panggil Dubes Iran dan Rusia

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Rusia dan Iran merespon serangan rezim Bashar Al Assad di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 21:01 0

Amerika

Foto: Begini Ganasnya Bencana Tanah Longsor di California

Tanah longsor menutupi permukaan daerah Santa Barbara, California sejak Selasa petang (09/01/2018). Hujan lebat sejak beberapa lalu menjadi pemicu bencana alam ini.

Rabu, 10/01/2018 16:50 1

Turki

Turki kepada Rusia dan Iran: Apa Guna Perundingan Jika Warga Sipil Dibom?

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mendesak Iran dan Rusia untuk mewujudkan tugas sebagai penjamin negara di Suriah dan menghentikan pelanggaran rezim Assad melawan pejuang oposisi moderat di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 15:27 0

Amerika

Pasca Kebakaran, California Dilanda Longsor: 13 Tewas

Jika bulan lalu, gempulan asap menutupi ruas-ruas jalan di California, kini justru dipenuhi pepohonan, bebatuan, lumpur dan puing-puing bangunan.

Rabu, 10/01/2018 14:48 1

Pakistan

AS Akan Bekukan Bantuan untuk Pakistan hingga 2 Miliar Dolar

Di tengah hubungan AS dengan Pakistan yang semakin memburuk, pekan lalu ada laporan pada hari Kamis (04/01/2017) bahwa bantuan Washington untuk Islamabad kemungkinan akan dipotong sebesar $ 255 juta hingga $ 400 juta.

Rabu, 10/01/2018 13:53 0

Palestina

Lawan Israel, Brigade Al-Qassam Umumkan Operasi Nablus

Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), mengumumkan Operasi Nablus untuk merespon berbagai tindakan Israel terhadap rakyat dan tanah Palestina.

Rabu, 10/01/2018 11:09 0

Iran

Protes Iran: 3700 Demonstran Ditangkap, 5 Tewas Disiksa

Anggota parlemen Iran, Mahmud Shadiqi, Selasa (09/01), mengatakan bahwa sebanyak 3.700 orang telah ditangkap dalam gelombang protes terakhir anti pemerintah di negara itu.

Rabu, 10/01/2018 09:37 0

Afrika

Bocoran Dokumen AS Sebut Al-Qaidah Afrika Semakin Kuat

Sebuah bocoran dokumen militer yang disusun oleh Lembaga Kajian Perang AS menyebutkan bahwa Organisasi Al-Qaidah tengah menyusun kekuatan besar di wilayah Sahara Maroko. Organisasi tersebut membangun pangkalan militer langsung dan beraliansi dengan gerakan-gerakan jihadis lainnya untuk memperkuat jaringan.

Rabu, 10/01/2018 08:15 0

Palestina

Penduduk Palestina Akan Lampaui Jumlah Warga Israel

Pusat Penelitian dan Konsultasi Al-Zaytouna, yang berbasis di Beirut Lebanon, mengumumkan hasil Laporan Strategis Palestina untuk tahun 2016-2017 dan prospek ke depan.

Rabu, 10/01/2018 06:33 0

Tazkiyah

Kerikil Peredam Murka

Asma ingin meredakan kemarahan kakeknya dan menjadikannya rela dengan apa yang dikerjakan ayahnya. Ia berdiri dan mengambil kerikil-kerikil kecil yang ada di sekitar rumahya

Selasa, 09/01/2018 15:05 0

Close