... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Adu Persepsi Locus Delicti Perkara Alfian Tanjung

Foto: Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik dengan terdakwa Alfian Tanjung

KIBLAT.NET, Jakarta – Jaksa penuntut umum (JPU) memberikan tanggapan terhadap nota keberatan (eksepsi) Alfian Tanjung di sidang kasus pencemaran nama baik. JPU memaparkan teori hukum terkait persepsi locus delicti (tempat) perkara itu.

Persidangan kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Ustad Alfian Tanjung (UAT), Rabu (10/01/2018) mengagendakan tanggapan atas nota keberatan yang diajukan penasehat hukum dalam persidangan sebelumnya. Secara bergantian, ketiga Jaksa yang saat itu hadir membacakan replik yang sejumlah 11 halaman.

Salah satu point keberatan yang ditekankan oleh pengacara Alfian terkait dakwaan jaksa adalah tidak mencantumkan ‘locus delicti‘ atau tempat dimana perbuatan pidana dilakukan. Persepsi jaksa, locus delicti tidak harus berarti perbuatan pidana dilakukan, tetapi bisa juga akibat dari pidana itu terjadi dimana.

“Berdasarkan keterangan Terdakwa Alfian alias Alfian Tanjung sendiri di berkas perkara menjelaskan bahwa terdakwa tidak ingat dimana memposting kalimat yang memiliki muatan penghinaan tersebut, apalagi terdakwa menggunakan laptop dalam memposting kalimat yang berkonten penghinaan yang bisa dilakukan dimana saja dan tidak ada saksi yang melihat saat terdakwa menyebarkan kalmat yang berkonten penghinaan sehingga untuk menentukan locus delicti dalam perkara aguo adalah tempat dimana saksi Hasto Kristiyanto melihat postingan pada twitter terdakwa d Kantor PDI Perjuangan yang berada di Jalan Diponegoro No.58 Menteng, Jakarta Pusat, dimana tempat tersebut merupakan tempat akibat yang dibuat terdakwa,” ungkap salah satu JPU, Reza M. di muka persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/01/2018).

BACA JUGA  MUKISI Targetkan 50 RS Syariah Berdiri di Akhir Tahun 2018

Reza melanjutkan, “Sebagaimana teori akibat yang dapat dijadikan locus delicti Menurut Eddy O. S Hiariej dalam bukanya yaitu Prinsip Prinsip Hukum Pidana di Hal 250 dijelaskan bahwa ada dua aliran dalam menentukan locus delicti Pertama, aliran yang menentukan hanya satu tempat terjadinya perbuatan pidana. Kedua, aliran yang
menentukan di beberapa tempat terjadinya suatu perbuatan pidana,” ungkapnya.

Berdasarkan aliran pertama, lanjut Reza, ada dua teori yaitu aeer der lichmelijk daad atau teori tentang tempat dimana tindakan atau kelakuan terjadi danĀ leer van intsrument atau teori instrumen. Sedangkan aliran kedua dapat memilih untuk menggunakan leer der lichamelyk daad atau menggunakan teori akibat.

“Selanjutnya pada hal 251 dijelaskan teori akibat yang menyatakan bahwa locus delicti ada pada tempat di mana akibat perbuatan pidana itu terjadi. Aliran ini boleh memilih locus delicti antara tempat dimana perbuatan dimulai dengan tindakan atau tempat dimana akibat perbuatan pidana itu terjadi (teori akibat),” ungkapnya.

Secara terpisah, hal ini dibantah oleh Abdullah Al Katiri. Pengacara Alfian Tanjung itu menyebut penjelasan locus delicti dalam persidangan haruslah berdasarkan hukum.

“Akibat itu berdasarkan hukum, bukan berdasarkan undang-undang. Kalau berdasarkan KUHP, locus itu adalah sesuai undang-undang, adalah dimana tindak pidana itu dilakukan, bukan akibat dari tindakan pidana itu,” ungkapnya kepada Kiblat.net usai persidangan.

Karenanya, seorang jaksa haruslah menggali dimana perbuatan pidana itu dilakukan. “Locusnya dimana. Padahal ketentuan di KUHP itu harus ada locus. Bagaimana tindak pidana itu di jatuhkan? Kan harus sekitar ini dan sebagainya bisa seperti itu. Tapi dia bilang sekitar Jakarta. Tapi kalau bukan di Jakarta karena ini menggunakan laptop, kalau dia di Cirebon, ya tidak bisa disidangkan di Jakarta,” tukasnya.

BACA JUGA  KPAI Minta Pemerintah Siapkan Kurikulum Sekolah Darurat

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Respon Serangan Assad di Idlib, Turki Panggil Dubes Iran dan Rusia

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Rusia dan Iran merespon serangan rezim Bashar Al Assad di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 21:01 0

Amerika

Foto: Begini Ganasnya Bencana Tanah Longsor di California

Tanah longsor menutupi permukaan daerah Santa Barbara, California sejak Selasa petang (09/01/2018). Hujan lebat sejak beberapa lalu menjadi pemicu bencana alam ini.

Rabu, 10/01/2018 16:50 1

Turki

Turki kepada Rusia dan Iran: Apa Guna Perundingan Jika Warga Sipil Dibom?

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mendesak Iran dan Rusia untuk mewujudkan tugas sebagai penjamin negara di Suriah dan menghentikan pelanggaran rezim Assad melawan pejuang oposisi moderat di Idlib.

Rabu, 10/01/2018 15:27 0

Amerika

Pasca Kebakaran, California Dilanda Longsor: 13 Tewas

Jika bulan lalu, gempulan asap menutupi ruas-ruas jalan di California, kini justru dipenuhi pepohonan, bebatuan, lumpur dan puing-puing bangunan.

Rabu, 10/01/2018 14:48 1

Pakistan

AS Akan Bekukan Bantuan untuk Pakistan hingga 2 Miliar Dolar

Di tengah hubungan AS dengan Pakistan yang semakin memburuk, pekan lalu ada laporan pada hari Kamis (04/01/2017) bahwa bantuan Washington untuk Islamabad kemungkinan akan dipotong sebesar $ 255 juta hingga $ 400 juta.

Rabu, 10/01/2018 13:53 0

Palestina

Lawan Israel, Brigade Al-Qassam Umumkan Operasi Nablus

Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), mengumumkan Operasi Nablus untuk merespon berbagai tindakan Israel terhadap rakyat dan tanah Palestina.

Rabu, 10/01/2018 11:09 0

Iran

Protes Iran: 3700 Demonstran Ditangkap, 5 Tewas Disiksa

Anggota parlemen Iran, Mahmud Shadiqi, Selasa (09/01), mengatakan bahwa sebanyak 3.700 orang telah ditangkap dalam gelombang protes terakhir anti pemerintah di negara itu.

Rabu, 10/01/2018 09:37 0

Afrika

Bocoran Dokumen AS Sebut Al-Qaidah Afrika Semakin Kuat

Sebuah bocoran dokumen militer yang disusun oleh Lembaga Kajian Perang AS menyebutkan bahwa Organisasi Al-Qaidah tengah menyusun kekuatan besar di wilayah Sahara Maroko. Organisasi tersebut membangun pangkalan militer langsung dan beraliansi dengan gerakan-gerakan jihadis lainnya untuk memperkuat jaringan.

Rabu, 10/01/2018 08:15 0

Palestina

Penduduk Palestina Akan Lampaui Jumlah Warga Israel

Pusat Penelitian dan Konsultasi Al-Zaytouna, yang berbasis di Beirut Lebanon, mengumumkan hasil Laporan Strategis Palestina untuk tahun 2016-2017 dan prospek ke depan.

Rabu, 10/01/2018 06:33 0

Tazkiyah

Kerikil Peredam Murka

Asma ingin meredakan kemarahan kakeknya dan menjadikannya rela dengan apa yang dikerjakan ayahnya. Ia berdiri dan mengambil kerikil-kerikil kecil yang ada di sekitar rumahya

Selasa, 09/01/2018 15:05 0

Close