... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kembali Bergerilya, ARSA Serang Militer Myanmar

Foto: ARSA

KIBLAT.NET, Arakan- Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) kembali unjuk perlawanan. Setelah sekian lama tak tersiar kabarnya, ARSA kembali bergerilya dan melakukan perlawanan terhadap militer Myanmar di bagian utara Maungdaw, Rakhine.

“Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dengan ini mengumumkan bahwa kami bertanggungjawab atas serangan terhadap militer teroris Buma di desa Turaing, San Kar Pin Yin, bagian utara Kota Mangdaw, Arakan State pada pukul 10.00 siang, 05 Januari 2018,” ungkap ARSA dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (06/01/2018).

Laporan Reuters juga menyebutkan bahwa ARSA menyerang truk militer Myanmar. Sedangkan menurut keterangan pejabat militer, serangan tersebut dilakukan oleh 20 orang yang tiba-tiba muncul dari balik pegunungan.

Berdasarkan pernyataannya, ARSA menegaskan bahwa perjuangan mereka belum selesai. Mereka menjalankan aksinya demi membela hak-hak Rohingya yang selama ini tertindas di Myanmar. Namun, Myanmar menyebut mereka sebagai teroris.

“Pada saat ini, ARSA tidak ada pilihan lain kecuali menyerang negara Burma yang membela terorisme terhadap populasi Rohingya,” tegasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Ulama Madinah Tuntaskan Perbedaan Aqidah Ahlusunnah dan Murjiah

Berbeda dengan pendapat orang-orang murjiah yang menyatakan bahwa seseorang tetap sempurna imannya ketika bermaksiat. Kemudian, menurut murjiah, amal perbuatan itu tidak berfungsi bagi iman seseorang.

Ahad, 07/01/2018 13:01 0

Palestina

Israel Godok RUU Hukuman Mati yang Menargetkan Warga Palestina

Pemerintah Israel membuat rancangan undang-undang yang membuat para hakim mudah untuk menjatuhkan hukuman mati kepada terduga "teroris". Para politisi Palestina dan kelompok hak asasi menilai RUU tersebut ditujukan kepada warga Palestina secara umum.

Ahad, 07/01/2018 11:09 0

Suriah

Begini Penampakan Sukhoi Rusia yang Hancur di Suriah

Seorang wartawan militer Rusia menerbitkan foto pesawat tempur Rusia yang hancur akibat serangan oposisi Suriah. Roman Saponkov memposting foto-foto itu di media sosial setelah muncul laporan tentang serangan tersebut.

Ahad, 07/01/2018 08:00 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: 72 Bidadari

Salah satu metode agama dalam mendorong pengikutnya atau anggotanya untuk menaati norma-norma aturannya di antaranya yaitu dengan penghargaan (reward) dan hukuman (punishment).

Ahad, 07/01/2018 07:00 0

Iran

Kekayaan Negeri Iran Gagal Mendatangkan Kemakmuran

Demonstrasi sipil telah meletus di Iran, bahkan saat negara itu bergerak keluar dari resesi menyusul pelonggaran sanksi internasional tahun lalu. Namun pemulihan ekonomi belum memberikan efek berarti bagi rakyat.

Ahad, 07/01/2018 06:05 0

Afrika

Operasi Al-Syabab Menyasar Lima Perwira Polisi di Perbatasan Kenya-Somalia

Lima orang perwira polisi tewas dalam serangan pejuang Al-Syabab di perbatasan Kenya-Somalia

Sabtu, 06/01/2018 23:25 0

Iran

50 Orang Tewas Sepanjang Aksi Demo di Iran

PIhak oposisi mencatat sebanyak 50 orang pendemo tewas akibat tindakan represif pasukan rezim Iran

Sabtu, 06/01/2018 23:15 0

News

Himpunan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Satukan Visi Dakwah

Himpunan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad (HAPIA) menggelar acara Reuni Akbar untuk menyatukan visi dakwah di Indonesia

Sabtu, 06/01/2018 22:09 0

Arab Saudi

Besarnya Faidah Ilmu Menurut Syaikh Hamid bin Ahmad Bukhori

Kajian pertama merupakan kajian Kitab Al-Ilmu, yang ditulis oleh Abi Khaitsamah. Pengisi materinya adalah Syaikh Hamid bin Ahmad Bukhari. Beliau adalah seorang Muhaddits, juga pengisi tetap kajian taklim di Madinah Munawarah.

Sabtu, 06/01/2018 11:49 0

Iran

Soal Gejolak Massa, Iran Justru Salahkan Arab Saudi, Israel dan Amerika Serikat

Jaksa Agung Iran, Mohammad Jafar Montazeri mengatakan bahwa aksi protes secara besar-besaran yang terjadi di negeranya telah direncanakan empat tahun lalu oleh pihak asing.

Jum'at, 05/01/2018 16:43 0

Close