... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

50 Orang Tewas Sepanjang Aksi Demo di Iran

Foto: Massa aksi unjuk rasa di Teheran pada Sabtu (30/12/2017).

KIBLAT.NET, Teheran – Pada Jumat (05/01/2018) aksi demonstrasi besar-besaran di Iran telah memasuki hari kesembilan. Tercatat sebanyak 50 orang pendemo tewas dalam aksi itu.

Seruan untuk melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar muncul pada Jumat (05/01/2018), dengan mengusung slogan “Jumat Kemarahan untuk Para Martir”. Slogan itu mengacu pada pendemo yang tewas di tangan pasukan keamnan Iran. Pihak oposisi mencatat jumlah korban yang tewas mencapai 50 orang.

Aktivis oposisi menyerukan aksi demonstrasi nasional yang digelar beberapan jam setelah shalat Jumat. Tepat di hari itu sebanyak 50 pendemo tewas. Sementara, pihak rezim Iran menyebut korban tewas sepanjang aksi protes hanya berajumlah 22 orang.

Seruan pihak oposisi untuk menggelar demo beberapa jam setelah shalat Jumat bukan tanpa alasan. Hal itu dilakukan untuk menghindari bentrok dengan peserta aksi pro rezim. Perlu diketahui, para pendukung rezim Iran juga turut menggelar aksi demo tandingan, yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lembaga keagamaan, pendung Garda Revolusi Iran, dan milisi Basij.

Rezim Iran juga melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat dalam aksi demo. Pihak oposisi mencatat tak kurang dari 3.000 orang telah diciduk pasukan keamanan Iran. Namun, pernyataan resmi rezim menyebut hanya menangkap setengah dari jumlah tersebut.

Saat ketegangan belum berakhir, gelombang dukungan aksi protes terhadap pemerintah terus berdatangan. Dukungan bagi para demonstran di antaranya datang dari para pesohor.

BACA JUGA  Warga Iran Turun ke Jalan Protes Tingginya Biaya Hidup

“Kekerasan yang dilakukan oleh Khamenei kepada pemuda yang melakukan demonstrasi melalui penindasan agamanya, dan oleh kaum reformis juga kaum konservatif tampak jelas,” kata sutradara kenamaan Iran, Mohsen Makhmalbaf.

Aksi demontrasi besar-besaran telah terjadi sejak hari-hari terakhir di tahun 2017. Para pendemo menuntut perbaikan ekomoni, dimana ekonomi Iran tengah dilanda krisis dan harga-harga kebutuhan begitu tinggi. Mereka menuntut berakhirnya kekuasaan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan mendesak rezim mengakhiri keterlibatan dalam perang di negara lain, seperti di Suriah dan Yaman.

Sumber: Al Arabiya
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mahasiswa Diharapkan Makin Bersatu di Tahun 2018

"Melihat fenomena politik hari ini seharusnya menjadikan mahasiswa semakin bersatu untuk gerakan mahasiswa dan membangun visi bersama untuk Indonesia"

Sabtu, 06/01/2018 21:51 0

Indonesia

Komisi III: BSSN untuk Bungkam Penyuara Kebenaran

"Pertanyaannya, untuk apa? Kewenangan ini diarahkan untuk siapa?"

Sabtu, 06/01/2018 08:20 0

Indonesia

“Semua Badan yang Dibentuk Pemerintah untuk Tangkapi Bangsa Sendiri”

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii turut menyoroti keinginan kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) yang ingin melakukan penangkapan bagi penyebar hoax. Muhammad Syafii menilai bahwa era saat ini banyak badan yang dibentuk oleh pemerintah untuk menghukum rakyat sendiri.

Sabtu, 06/01/2018 07:37 0

Indonesia

Pakar: Pembentukan BSSN Bentuk Kepanikan Pemerintah terhadap Medsos

Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor, Dr Muhammad Taufik, SH, menilai bahwa pembentukan Badan Siber Sandi Negara (BSSN) oleh Presiden Joko Widodo sebagai pelarian dari kepanikan pemerintah menghadapi pemberitaan dan kritik di media sosial.

Sabtu, 06/01/2018 07:31 0

Indonesia

Polisi Mencuri di Kalsel, Romo Syafi’i: Di Setiap Instansi Negara Ada Oknum Seperti itu

"Karena itu sudah sifat dari oknum dan itu kan terjadi di semua tempat dan dilakukan oleh hampir semua instansi manapun. Engga khusus hanya di kepolisian, semua instansi manapun pasti memiliki oknum-oknum yang seperti itu," ujarnya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (05/01/2018).

Sabtu, 06/01/2018 06:30 0

Indonesia

Tugas Penindakan BSSN Berpotensi Penyalahgunaan Kekuasaan

Pengamat hukum pidana, Nasrullah Nasution memberikan komentar terkait Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang ingin melakukan penindakan bagi orang-orang yang dianggap menyebar hoax.

Jum'at, 05/01/2018 21:22 0

Indonesia

SNH: BSSN Jangan Bicarakan Soal Hoax Saja

Advokat dari SNH Advocacy Center, Nasrullah Nasution mengatakan bahwa tugas yang diemban oleh BSSN cukup besar. Yaitu mengamankan negara dari kejahatan siber.

Jum'at, 05/01/2018 20:57 0

Indonesia

Tumpang Tindih Penindakan Badan Siber

Advokat SNH Advocacy Center, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa kewenangan yang dimiliki Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) hanya dalam membangun sistem dan jaringan.

Jum'at, 05/01/2018 18:36 0

Indonesia

ANNAS: Syiah Ancaman Negara, Kenapa Pemerintah Diam?

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali menegaskan, bahayanya Syiah di Indonesia sudah menjadi fakta.

Jum'at, 05/01/2018 18:09 0

Indonesia

Ditugaskan Mengawal, Oknum Polisi Rampok Uang Bank Mandiri Rp10 Miliar

Seorang oknum Polres Tabalong, Kalimantan Selatan merampok uang kas Bank Mandiri saat bertugas untuk melakukan pengawalan

Jum'at, 05/01/2018 17:28 0

Close