... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ANNAS: Syiah Ancaman Negara, Kenapa Pemerintah Diam?

Foto: Aliansi Nasional Anti Syiah

KIBLAT.NET, Bekasi- Ancaman ajaran Syiah bukan hanya ancaman merusak akidah umat saja tetapi juga menjadi ancaman terhadap negara. Pasalnya menguasai wilayah di setiap mereka berada adalah rukun iman yang wajib ditunaikan. Sehingga terjadilah gejolak-gejolak di berbagai negara termasuk di Indonesia, seperti yang terjadi di Sampang, Madura.

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali menegaskan, bahayanya Syiah di Indonesia sudah menjadi fakta. Sebab sekali mereka menyatakan revolusi secara terbuka maka akan terjadi pertumpahan darah, Sampang, Madura contohnya. Anehnya menyikapi ancaman negara ini pemerintah Indonesia dan aparat tidak tegas terhadap mereka.

“Ideologi HTI yang menyuarakan sistem khilafah dengan damai saja pemerintah membubarkannya. Tapi ini ada ajaran yang meyakini bahwa menguasai suatu negara di manapun berada adalah wajib tidak ditindak tegas. Saya yakin pemerintah tahu ancaman ini, tapi kenapa masih diam dan toleran,” tanyanya heran.

Athian mengungkapkan, keberadaan ajaran Syiah di manapun pasti akan memunculkan konflik horizontal. Terutama di Indonesia mayoritas beragama Islam. Sebab, ajaran Syiah bertolak belakang dengan Islam. Bahkan, MUI telah menegaskan bahwa Syiah merupakan ajaran sesat. Karena kerap menghina dan merendahkan para sahabat Nabi SAW.

“Saya heran mengapa kala kita marah saat agama kita dihina justru dianggap intoleran oleh pemerintah. Padahal sudah menjadi wajar bagi manusia akan marah bila ajaran yang dianutnya dihina. Sehingga jelas keberaan Syiah di Indonesia akan meminculkan konflik,” tuturnya.

BACA JUGA  Ghazwatul Hindi, Peta Akhir Zaman di Nusantara (Bag. 1)

Dia mengatakan ANNAS sendiri bersama Majelis Ulama Indonesia telah berupaya menyampaikan bahayanya Syiah di Indonesia kepada masyarakat dan pemerintah melalui Menkopolhukam. Tetapi tampaknya hingga kini belum ada sikap tegas pemerintah.

Athian berharap peristiwa demonstrasi di Iran menjadi pelajaran bagi Syiah bahwa mereka perlu memperhitungkan hak orang lain. Tidak hanya mengutamakan kepentingan keyakinan mereka sendiri.

“Bahasa saya, silahkan saja mau punya keyakinan sesesat apapun. Tetapi, pikirkan apabila ajaran itu menyakiti agama orang lain. Ya, jangan diungkapkan. Pasti marah bila dipertontonkan agamanya dihinakan,” pungkasnya.

Reporter: Hafizh
Editor: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Soal Gejolak Massa, Iran Justru Salahkan Arab Saudi, Israel dan Amerika Serikat

Jaksa Agung Iran, Mohammad Jafar Montazeri mengatakan bahwa aksi protes secara besar-besaran yang terjadi di negeranya telah direncanakan empat tahun lalu oleh pihak asing.

Jum'at, 05/01/2018 16:43 0

Iran

Biaya Perang Diduga Kuat Pemicu Gejolak Massa di Iran

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali mengatakan, pemerintah Iran menutupi fakta dibalik terjadinya demonstrasi rakyatnya.

Jum'at, 05/01/2018 16:22 0

Iran

Lebih 1.000 Demonstran Iran Ditahan dan Diancam Hukuman Mati

Lebih dari seribu orang telah ditangkap dan ditahan di Iran dalam aksi demonstrasi yang terjadi sepekan terakhir. Demikian menurut laporan kelompok hak asasi manusia dan Departemen Luar Negeri Iran pada hari Kamis (04/01/2018).

Jum'at, 05/01/2018 15:30 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Cerdas Bersosial Media

KIBLAT.NET – “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,...

Jum'at, 05/01/2018 15:05 0

Palestina

Ismail Haniyeh: Akhiri Proses Perdamaian dengan Israel

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, pada hari Selasa (02/01/2018) menyerukan gerakan intifadhah baru bagi rakyat Palestina, termasuk sebuah kebijakan formal untuk mengakhiri proses perdamaian dengan entitas Israel menyusul keputusan sepihak AS tentang status Al-Quds atau Yerusalem.

Jum'at, 05/01/2018 14:17 0

Tazkiyah

Beginilah Cara Nabi Sulaiman Menyelesaikan Masalah Rakyatnya

Ketika itu Nabi Sulaiman mengetahui kejadian ini. Ia berkata,"Kalau aku yang memutuskan masalah ini, tentu tidak demikian."

Jum'at, 05/01/2018 13:00 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Islamofobia, Perang Melawan Islam yang Tidak Dideklarasikan

Islamofobia adalah rasa takut, kebencian, dan permusuhan yang berlebihan terhadap Islam dan Muslim yang diabadikan melalui stereotip negatif yang mengakibatkan bias, diskriminasi, dan marginalisasi serta pengucilan umat Islam dari kehidupan sosial, politik, dan kewarganegaraan.

Jum'at, 05/01/2018 11:39 1

Iran

Demo Masih Meluas, Garda Revolusi Iran Kehilangan 3 Personelnya

Garda Revolusi Iran (IRGC) telah dikerahkan ke berbagai titik sentrum yang menjadi lokasi aksi protes warga di seluruh pelosok negeri Iran.

Jum'at, 05/01/2018 11:07 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Menggapai Derajat Tertinggi Manusia

Khutbah Jumat: Menggapai Derajat Tertinggi Manusia. Ketika ada seseorang yang mengklaim bahwa ada manusia yang meningkat derajatnya menjadi anak tuhan itu bukanlah memuliakan, tetapi sesungguhnya itu sangat menghinakan. Karena kemuliaan manusia ditentukan

Jum'at, 05/01/2018 10:32 0

Rusia

Dephan Rusia Bantah Serangan Roket ke Humeimim Rusak Tujuh Jetnya

Namun sumber tidak resmi menyebut dua tentara tewas akibat serangan itu

Jum'at, 05/01/2018 06:30 0

Close