... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Singapura Larang Pemutaran Film tentang Perlawanan Rakyat Palestina

Foto: Ahed al-Tamimi hendak memukul tentara Israel.

KIBLAT.NET, Singapura – Pihak berwenang Singapura telah melarang film dokumenter tentang perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel. Film berjudul “Radiance of Resistance” menampilkan seorang remaja Palestina, Ahed al-Tamimi (14 th) yang ditangkap bulan lalu karena menampar tentara Israel.

Film dokumenter berdurasi satu jam itu disutradarai oleh Jesse Roberts, seorang ilmuwan kemanusiaan dan pembuat film Amerika. Film itu dijadwalkan akan diputar pada Festival Film Palestina Singapura 2018 pada hari Kamis (04/01/2018).

Namun pada hari Selasa, Otoritas Pengembangan Media Informasi-Komunikasi Pemerintah (IMDA) membatalkan pemutaran film tersebut. Mereka mengatakan bahwa film tersebut mengeksplorasi konflik Palestina-Israel melalui mata kedua protagonis muda, tanpa penyeimbang.

“Narasi film yang menyimpang adalah peradangan dan berpotensi menimbulkan ketidakharmonisan di antara berbagai ras dan agama di Singapura,” kata IMDA dalam sebuah pernyataan.

IMDA mengklasifikasikan film dokumenter tersebut dalam rating “tidak diperbolehkan untuk semua peringkat (NAR)”. Pelarangan film secara langsung dengan klasifikasi NAR sangat langka di Singapura.

Proyektor, sebuah bioskop independen sebagai penyelenggara festival mengumumkan pembatalan pemutaran film di situsnya. Proyektor menggambarkan film tersebut sebagai pandangan intim terhadap kehidupan sehari-hari remaja Palestina dan kepentingan mereka sebagai generasi baru perlawanan non-kekerasan Palestina.

Adela Foo, selaku penyelenggara festival, mengaku kecewa dengan pembatalan tersebut. Namun pihaknya tidak akan mengajukan banding atas keputusan IMDA yang diberi batasan waktu.

“Saya pikir ini adalah film yang sangat menarik untuk ditunjukkan, tapi saya juga memahami masalah tersebut, mengingat situasi politik saat ini,” kata mahasiswa berusia 23 tahun tersebut seperti dikutip sebuah surat kabar Singapura.

Penulis naskah drama terkenal Alfian Sa’at menggambarkan pembatalan pemutaran film sebagai “paternalistik” di halaman Facebook-nya. “Penilaian [IMDA] yang sangat subjektif bahwa sesuatu adalah ‘tanpa penyeimbang’ hampir tidak menjadi alasan penyensoran,” tulisnya.

Sebuah pengadilan militer Israel menuduh Ahed al-Tamimi, subjek utama film tersebut, melakukan serangan. Ibu Ahed, Nariman, dan sepupunya yang berusia 21 tahun, Nour, juga dikenai hukuman karenanya.

Sejak penangkapan, para politisi, bangsawan, dan selebriti memperbincangkan Ahed yang saat ini berusia 16 tahun. Ayahnya telah mengatakan bahwa tindakan putrinya yang tertangkap dalam sebuah video terjadi setelah tentara Israel menembak sepupunya yang berusia 14 tahun, Mohammed al-Tamimi, dengan sebuah peluru karet di wajahnya.

Mohammed memprotes keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel ketika dia ditembak pada 15 Desember. Atas penembakan tersebut, dia mengalami koma.

Untuk diketahui, Singapura mempertahankan hubungan diplomatik dan militer dengan Israel yang dimulai pada tahun 1966, ketika para penasihat militer Israel membantu mendirikan tentara Singapura.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Begini Pandangan Wasekjen MUI soal Aksi Protes di Iran

Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain mengungkapkan bahwa Indonesia tidak usah ikut campur dalam urusan negara orang lain.

Kamis, 04/01/2018 13:05 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Semua Hoax Sesat, Tidak Membangun

etua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Djoko Setiadi tidak memahami makna hoax. Menurut Dahnil, hoax tidak ada yang membangun.

Kamis, 04/01/2018 11:31 0

Indonesia

MADINA Kirim 16 Delegasi Ikuti Daurah Internasional di Jeddah

Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) pada Kamis (04/01), memberangkatkan sebanyak 16 da’i untuk mengikuti daurah internasional di Jeddah, Saudi Arabia.

Kamis, 04/01/2018 09:47 0

Indonesia

IPW: Potensi Bunuh Diri di Kalangan Aparat Masih Tinggi di 2018

Indonesian Police Watch (IPW) mengungkapkan masih tingginya potensi bunuh diri di kalangan aparat kepolisian di 2017

Kamis, 04/01/2018 07:39 0

Indonesia

Bukan Politik, Demo Iran Murni Reaksi Kaum Buruh terhadap Ekonomi

Pengamat Politik Timur Tengah, Muhammad Lutfi Zuhdi menilai bahwa demo Iran tidak bermuatan politis. Sebab, demo tersebut terdiri dari kaum buruh yang memprotes kondisi ekonomi mereka.

Rabu, 03/01/2018 23:19 0

Indonesia

Ini Dua Poin Nota Keberatan Pengacara Alfian Tanjung atas Tuntutan JPU

Ustadz Alfian Tanjung menjalani sidang kedua berupa pembacaan eksepsi atau nota keberatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Rabu, 03/01/2018 23:09 0

Indonesia

Sidang Kedua, Alfian Tanjung Didampingi 25 Pengacara

Pengamat Partai Komunis Indonesia, Ustadz Alfian Tanjung menjalani sidang kedua terkait kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Rabu, 03/01/2018 22:23 0

Indonesia

Respon Tudingan Trump, Sejumlah Pejabat Pakistan Angkat Bicara

Menyikapi tudingan Presiden AS Donald Trump yang membuat komentar tajam melalui Twitter tertanggal 1 Januari 2017, begini tanggapan sejumlah pejabat Pakistan

Rabu, 03/01/2018 18:38 0

Indonesia

Kepala Badan Siber Baru Bikin Heboh, Sebut Ada Hoax Membangun

Saya imbau kepada kawan-kawan, putra putri Indonesia ini mari kalau itu hoax membangun, ya silakan saja

Rabu, 03/01/2018 18:03 0

Indonesia

Hari Pertama 2018, Trump Salahkan Pakistan Atas Kegagalan AS di Afghanistan

Presiden AS Donald Trump menandai awal tahun 2018 dengan menempatkan Pakistan sebagai objek kemarahan.

Rabu, 03/01/2018 17:34 0

Close