... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Tantangan Umat Islam Indonesia di Tahun 2018

3. Kriminalisasi Aktifis dan Ulama

Sadar atau tidak, pasca kasus penistaan agama di Indonesia, seolah publik terpecah menjadi 2. Pro Ahok dan anti Ahok. Polarisasi ini masih berlangsung meskipun kasus Ahok sebagai penista agama sudah diputuskan.

Kasus ini ternyata mengakibatkan banyak ulama dan aktifis yang dikriminalisasikan. Sebut saja Habib Rizieq, hingga hari ini masih berada di Arab Saudi yang dikriminalisasi melalui chat mesum. Ada pula kriminalisasi terhadap Munarman di Bali, kriminalisasi terhadap Ust. Alfian Tanjung, Ust Adnin Armas, Jonru, Hidayat dan serangkaian kriminalisasi lainnya.

Sementara di sisi lain, kubu pro Ahok yang melakukan pelanggaran seolah kasus hukum tidak ditangani dengan cepat secepat kriminalisasi para ulama dan aktifis.

Di tahun 2018, agaknya pelaporan-pelaporan terhadap aktivis dan ulama akan terus belanjut. Oleh karena itu umat diminta siap melakukan upaya advokasi, baik secara hukum maupun secara opini terhadap para ulama dan aktivis yang menjadi korban kriminalisasi.

Karena ini adalah bagian dari nusrotul madzlumin (menolong orang yang terzalimi) yang diperitahkan oleh agama. Rasulullah SAW bersabda, “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim, maupun yang terzalimi.”

Di dalam hadits lain, beliau SAW berkata, “Tidaklah seorang muslim membiarkan seorang muslim ketika kehormatannya dirampas harga dirinya dilecehkan, melainkan Allah akan mmbiarkannya (tidak menolongnya) di waktu dia ingin Allah menolongnya.” (HR Ahmad)

4. Merebaknya Permisifisme dan Deislamisasi

Di awal bulan desember 2017 publik diramaikan dengan ditolaknya permintaan AILA kepada MK agar memasukkan LGBT dan Perzinahan ke dalam KUHP. Namun setelah melewati 23 kali sidang permohonan tersebut ternyata tidak dikabulkan. Di akun-akun medsos pegiat LGBT bagi mereka ini adalah kemenangan. Sementara bagi umat Islam peristiwa ini adalah tragedi.

Belum usai pro kontra LGBT dan perzinahan, di akhir bulan Desember, pro kontra tentang ucapan selamat Natal kembali menyeruak. Di tengah kesadaran umat bahwa mengucapkan selamat Natal tidak diperbolehkan agama, masih ada saja “tokoh” Islam yang menganggap ucapan selamat Natal adalah hal yang biasa.

BACA JUGA  Resmi Ditutup, Mudzakarah Seribu Ulama Hasilkan "Manifesto Ulama dan Umat"

Beberapa waktu sebelumnya, MK juga mengesahkan JR (Judicial Review) yang diajukan oleh kelompok penghayat kepercayaan terkait penulisan agama di KTP. Disebutkan bahwa status penghayat kepercayaan disamakan dengan penganut 6 agama yang diakui di Indonesia.

Ditambah disahkannya UU Ormas yang pada prakteknya menyasar ormas Islam. Peristiwa-peristiwa di atas, menyiratkan bahwa ada upaya menghilangkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tidak hanya di level perundang-undangan, deislamisasi juga didukung oleh kaum liberal lewat kicauan-kicauan di twitter dan tulisan mereka di media. Media-media sekuler juga turut serta menggoreng setiap isu Islam dengan framing negatif.

Di tahun 2018, bukan tidak mungkin hal-hal serupa akan terjadi lagi. Oleh karena itu umat Islam harus siaga dan melawan setiap upaya-upaya deislamisasi dengan berbagai cara dan di segala aspek. Karena jika tidak ada upaya perlawanan, sedikit demi sedikit nilai-nilai Islam akan hilang di tengah masyarakat, sehingga Islam hanya tinggal nama, Al-Quran hanya tinggal tulisan, sebagaimana yang pernah diramalkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Ini adalah bagian dari inkarul munkar yang diajarkan oleh agama Islam. Karena Islam bukan hanya agama yang peduli terhadap keshalehan pribadi, namun juga agama yang mengatur keshalehan masyarakat. Jika keshalehan masyarakat meningkat, maka upaya deislamisasi akan mental dengan sendirinya.

5. Persekusi Ulama

Tidak ada dakwah yang sepi dari cobaan, tidak ada dakwah yang tidak ada penentangnya. Karena jika dakwah bisa berjalan mulus tanpa gangguan, tentunya dakwah itu tidak akan diemban oleh manusia sekelas para nabi.

Di setiap jalan dakwah mesti ada penentang. Ada Namrud yang menghalangi dakwah Ibrahim, ada Fir’aun yang menentang Musa, ada Abu Jahal yang menentang Nabi Muhammad SAW. Inilah tabiat dakwah, karena dakwah memiliki dua unsur, memberi kabar gembira dan memberi peringatan.

BACA JUGA  Konflik dengan AS Tak Pengaruhi Hubungan Turki dan Koalisi

Belakangan fenomena ini juga tejadi di Indonesia. Persekusi terhadap dakwah Ust. Abdul Shomad di Bali, deportasi terhadap beliau di Hongkong, persekusi terhadap Felix Siaw, Ust Bakhtar Nasir dan para dai dan ulama lainnya.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para ulama, di sinilah konsistensi mereka diuji, momen inilah yang akan menaikkan derajat mereka di sisi Allah. Apakah mereka akan bertahan dan tetap menyuarakan kalimat haq atau mengambil jalan kompromi dengan kebatilan dan kezaliman.

Sebagai umat, kita harus memperbanyak doa kepada para ulama kita, agar mereka istiqomah dan tsiqoh di atas kebenaran. Sehingga kelak mereka menjadi ulama rabbani yang menjadi panutan umat.

Adapun sebagai langkah antisipasi, umat bisa memperkuat lascar-laskar umat, guna menjaga keamanan dakwah dan para ulama dari persekusi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab

6. Ekonomi Keumatan

Aksi 212 tidak hanya menciptakan gerakan politik umat Islam. Aksi ini juga memicu gerakan ekonomi umat yang cukup massif di berbagai daerah. Pendirian koperasi 212 mart yang menjamur sebagai bentuk perlawanan terhadap monopoli pasar.

Adanya himbauan belanja di warung tetangga demi menghidupkan ekonomi umat dan banyaknya ajakan-ajakan untuk menghindari praktek-praktek riba. Secara garis besar hal ini sudah mampu membangkitkan kesadaran umat. Namun di tahun 2018, umat masih memiliki PR sebagai solusi dari permasalahan ekonomi.

Di antaranya, bagaimana semangat umat mendirikan mart-mart islami, harus dibarengi dengan pengelolaan yang serius dari pihak pengelola. Karena ini adalah asset umat yang harus dipertanggungjawabkan secara keumatan juga.

Di sisi lain, ajakan-ajakan untuk meninggalkan riba, harus dibarengi dengan membangun lembaga-lembaga keuangan yang syar’i sebagai solusi bagi umat. Sehingga umat tidak permasalahan-permasalahan financing tersolusikan secara baik dan syar’i.

Wallahu a’lamu bissowab

Penulis: Arju

1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Tantangan Umat Islam Indonesia di Tahun 2018”

  1. Tulisan artikel ini sangat menarik terutama tentang gerakan para agen2 politik atau tim sukses politik di pilkada tahun 2018 ini dan maupun pilpres tahun 2019 nanti. Contohnya adalah adanya pemakaian kata2 ” karena Tuhan Allah SWT ” dan kata2 ” Diajarkan oleh Nabi dan Rasul Allah atau Nabi dan Rasulullah ” dsb di dalam bertutur kata maupun di dalam perbuatannya, padahal sebenarnya mereka ini atau elit2 politik ini tujuannya berpolitik adalah agar semata-mata mereka bisa berkuasa saja. Bukankah kalau seseorang itu bisa berkuasa menjadi enak ? serba gampang, dipuji-puji oleh orang lain ? terkenal ? Apalagi kalau nantinya bisa korupsi uang rakyat atau uang kas APBN atau dan APBD. Lalu bagaimana dengan janji2 mereka di dalam kampanye, apakah semua akan ditepati ? jawabannya sudah pasti dan seperti yang sudah2 terjadi = T I D A K. Apakah keadaan negara kita atau Indonesia ini setelah berganti-ganti Presiden bahkan sampai tujuh kali jadi bertambah baik ???…Bukankah malah semakin buruk lagi, contohnya harga2 sembako makin mahal saja, nilai uang rupiah makin rontok saja atau makinj kecil saja terhadap dolar AS, pengangguran semakin banyak saja, guru2 honorer masih saja banyak yang tidak diangkat-angkat juga padahal mereka sudah demo berkali-kali ke Presidennya saat ini, lalu bagaimana dengan nasib para buruh saat ini ? sudah berapa kali mereka berdemo meminta kenaikan UMR ?…sudah menjadi sejahtera belum ?…trus kalau gubernur dan bupatinya saja disuruh ternak kalajengking untuk diambil bisanya dan dijual katanya harganya mahal, trus kalau buruhnya disuruh ngapain ? apa disuruh kesengat bisa si kalajengking biar mati bgt ?….Sudahlah kalau gak becus jadi Presiden tuh mengaku saja daripada NKRI nya nanti hancur. Yang merekayasa si jorkowi sampai bisa jadi Presiden RI sekaligus juga perekayasanya diharap mengaku telah menipu rakyat Indonesia di pilpres tahun 2014 kemarin dan siap dihukum yang setimpal. Emang elo pikir sekarang ini keadaan rakyat Indonesia benar2 sejahtera apa ?…Lihat donk penduduk Singapura gak usah jauh2 ke USA segala cukup di negara tetangga dekat saja. BEDA JAU….HKA…..N ???….. MAKANYA….JANGAN MAIN REKAYASA KEPEMIMPINAN DI NKRI BGT SAJA. SBY DAN KRONINYA….

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PERISAI Menyayangkan Penahanan Boy Laskar FPI

Boy Giandra seorang laskar FPI yang ditahan polisi setelah terlibat dlaam razia toko pengedar obat terlarang

Rabu, 03/01/2018 15:02 0

Indonesia

Diusulkan Masuk Prolegnas 2018, Bukti UU Ormas Bermasalah

Badan Legislasi (Baleg) DPR telah menyepakati Undang-undang (UU) Ormas akan direvisi dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2018

Rabu, 03/01/2018 12:45 0

Indonesia

Dukung Alfian Tanjung, API Jabar Kirim Satu Bus Rombongan ke PN Jakpus

Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar) kembali menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan hate speech dengan terdakwa Ustadz Alfian Tanjung (UAT) dalam. Satu bus penuh rombongan API Jabar berangkat dari Bandung pukul 23.00 pada Selasa (02/01/2018).

Rabu, 03/01/2018 11:13 0

Tazkiyah

Resep Nabi Menghadapi Tetangga yang Jahat

Suatu hari seorang lelaki mendatangi Nabi mengadukan tetangganya yang sering mengganggunya. Nabi pun bersabda,"Pergilah dan keluarkan perhiasanmu lalu letakkan di jalan!"

Rabu, 03/01/2018 10:00 0

Mesir

Ulama Mesir: Bitcoin Dilarang Menurut Syariat Islam

Mufti Agung Mesir Shawki Allam mengatakan dalam sebuah fatwa resmi pada bahwa berdagang dengan Bitcoin "tidak sah" berdasarkan syariat Islam. Dia menjelaskan bahwa menggunakan mata uang virtual tidak diperbolehkan karena tidak disahkan oleh pemerintah Mesir.

Rabu, 03/01/2018 09:15 0

Amerika

Trump Ancam Cabut Bantuan Rutin untuk Pemerintahan Palestina

Presiden AS Donald Trump dalam tweet terbaru di situs jejaring sosial Twitter mengancam menghentikan bantuan keuangan kepada Otoritas Palestina karena Palestina tidak ingin membicarakan perdamaian, sebagaimana katanya.

Rabu, 03/01/2018 08:50 0

Iran

Empat Hal Perlu Diketahui tentang Demonstrasi di Iran

Kondisi Iran memanas setelah demonstrasi di berbagai kota meletus memprotes kebijakan ekonomi di negara tersebut. Puluhan orang tewas dalam demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember lalu.

Rabu, 03/01/2018 08:02 0

Indonesia

Pengacara Tegaskan Ustadz Abdul Somad Dipersekusi di Bali

Menanggapi pernyataan tersebut, pengacara GNPF Ulama, Ismar Syarifuddin menegaskan bahwa upaya terhadap UAS tersebut bukan klarifikasi (tabayyun). Menurutnya sangat berbeda antara persekusi dan klarifikasi.

Rabu, 03/01/2018 07:17 0

Arab Saudi

Koalisi Saudi Bantah Cegah Bantuan Masuk Yaman

“Koalisi membantah keras laporan bahwa kami menghalangi bantuan dan pasokan penting lainnya kepada rakyat Yaman,” tegas koalisi dalam pernyataan kepada Reuters pada Selasa (02/2018) seraya menekankan bahwa tuduhan itu harus ada bukti.

Rabu, 03/01/2018 07:02 0

Indonesia

Pengacara Dukung Pelaporan terkait Persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali

Pengacara GNPF Ulama, Ismar Syafruddin mendukung jika ada ormas maupun warga yang ikut melaporkan anggota DPD RP Dapil Denpasar Arya Wedakarna terkait kasus persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad di Bali.

Rabu, 03/01/2018 06:16 0

Close