... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Ini Fakta Seputar Pembatalan Pengajian Ustadz Abdul Somad di Masjid PLN Gambir

Foto: Masjid Nurul Falah, Kompleks PLN Disjaya Gambir

KIBLAT.NET, Jakarta – Informasi jadwal pengajian Ustadz Abdul Somad di wilayah Jakarta telah tersebar luas di media sosial. Salah satu lokasi yang menggelar ceramah dai asal Riau itu adalah Masjid Nurul Falah, Kompleks PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, tapi secara tiba-tiba dibatalkan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Ustadz Abdul Somad dijadwalkan menggelar safari dakwah pada Kamis dan Jumat, 28-29 Desember 2017 di Jakarta dan Tangerang. Salah satunya dia dijadwalkan ceramah di Masjid Nurul Falah, Kompleks PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat pada pukul 11.00 hingga 13.30, Kamis (28/12/2017).

Sehari sebelum acara yang direncanakan di Masjid Nurul Falah digelar, Rabu (27/12/2017), Kiblat.net telah mendatangi lokasi. Saat itu sudah berjajar tenda-tenda besar yang disiapkan untuk menyukseskan pengajian Ustadz Abdul Somad. Kabar mengejautkan muncul saat hari pelaksanaan, ketika tiba-tiba muncul berita pembatalan pengajian UAS di Nurul Falah.

Kiblat.net kembali mendatangi Kompleks PLN Disjaya untuk mendapatkan kejelasan informasi seputar pembatalan pengajian Ustadz Abdul Somad, Kamis (28/12/2017) sore. Jam dinding menunjukkan pukul 15.48 WIB ketika Kiblat.net memasuki di Masjid Nurul Falah. Tenda-tenda besar yang sehari sebelumnya didirikan di sekitar masjid tak ada lagi tampak. Suasana di dalam masjid sepi, hanya ada beberapa orang berseragam PLN terlihat merebahkan diri di atas karpet masjid.

Adi, seorang karyawan PLN yang ditemui di Masjid Nurul Falah, mengaku tak tahu menahu perihal pembatalan pengajian Ustadz Abdul Somad. Dia mengungkapkan telah banyak jemaah yang datang ke Komplesk PLN Disjaya Gambir untuk ikut pengajian, namun harus kecewa karena acara batal. “Jemaah yang datang sudah banyak tadi, tapi jumlah pastinya tidak tau,” ujarnya.

Karyawan lain yang tidak berkenan disebutkan namanya menambahkan pembatalan pengajian hanya terjadi di Masjid Nurul Falah, PLN Disjaya. Sedangkan, agenda pengajian di Gedung Sarana Jaya yang dijadwalkan sebelum di Nurul Falah berjalan mulus.

BACA JUGA  [Wawancara] Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Tidak Perlu Direvisi

Nanang, seorang petugas keamanan di PLN Disjaya Gambir mengatakan tenda-tenda yang didirikan pada Rabu (26/12/2017) disiapkan untuk menampung jemaah pengajian Ustadz Abdul Somad. Namun, pada Rabu malam tenda-tenda itu sudah kembali dibongkar. Dia menyebut kabar pembatalan telah ada sejak Rabu malam.

Kiblat.net kemudian menemui Yusron, Ketua Takmir Masjid PLN. Dia mengungkapkan persiapan yang telah dilakukan pihak panitia penyelenggara dan takmir masjid telah maksimal. Tak hanya tenda-tenda besar, panitia juga telah menyiapkan sound sistem yang dinilai hampir setara dengan reuni Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu.

Yusron pun membenarkan banyaknya jemaahn yang datang ke PLN Disjaya Gambir sejak Kamis pagi. Namun mereka harus pulang dengan kecewa karena pengajian batal. “Jemaah yang hadir banyak, tapi saya tidak ada di luar, saya fokus yang ada di masjid saja. Jamaah yang biasanya penuh dan banyak yang masbuk, kali ini tetap penuh di dalam, namun tidak ada yang masbuk,” terangnya.

Namun Yusron enggan memberikan keterangan lebih jauh kepada media terkait acara pembatalan pengajian Ustadz Abdul Somad. Dia menyarankan untuk meminta keterangan dari ketua panitia. “Akan melanggar kesepakatan yang sudah ada dalam rapat,” terangnya.

Kiblat.net segera meminta keterangan Ketua Panitia Pengajian Ustadz Abdul Somad di PLN Disjayaa Gambir, M Ismed Suryanegara terkait pembatalan acara. Pasalnya, informasi yang ada menyebutkan sebenarnya Ustadz Abdul Somad telah siap hadir ke pengajian.

Baca juga: Ini Alasan Panitia Batalkan Kajian Ustadz Abdul Somad di Masjid PLN Gambir

Ditemui di lantai 7 Gedung PLN Disjaya Gambir, Ismed menuturkan pihak panitia penyelenggaran begitu antusias menggelar pengajian Ustadz Abdul Somad. Namun menurutnya pihak manajemen dan penyelenggara melihat ada hal yang mendesak, sehingga acara di Masjid Nurul Falah harus dibatalkan.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Dakwah Tauhid, Upaya Menundukkan Manusia kepada Aturan Allah

“Kami dari pihak masjid antusias menyelenggarakan pengajian UAS dan manajemen mendukung penuh. Namun karena estimasi massa diperkirakan sampai 5000 jemaah, maka dari pihak penyelenggara berinisiatif untuk memindahkan acara tidak lagi di Masjid Nurul Falah,” ungkap Ismed.

Menurut Ismed, jemaah yang membludaknya adalah alasan yang menyebabkan pembatalan tersebut. Dia menjelaskan Masjid Nurul Falah hanya mampu menampung sekitar 2.000 jemaah. Sehingga, jika jumlahnya jauh lebih banyak maka orang-orang yang datang ditakutkan memasuki ada area-area yang terlarang untuk umum.

“Ada Gardu Induk GIS Gambir Lama yang memang tidak boleh dimasuki umum. Dan juga jika jama’ah membludak, fasilitas kami jauh dari layak, melihat intalasi air yang terbatas dan juga tempat jama’ah. Meskipun sudah didirikan tenda tambahan pun hanya mampu 2000 jama’ah,” ujarnya.

Ismed pun menyebut bahwa opsi yang paling memungkinkan adalah dengan memindahkan kajian ke Masjid Istiqlal. Dia menyebut pihak Istiqlal sudah memberikan persetujuan pada Kamis (28/12/2017) pukul 08.30 WIB pagi.

Hanya saja, menurut Ismed, pihak UAS menolak untuk pindah tempat karena ingin komitmen dengan kesepakatan awal. Panitia pun akhirnya memaklumi sikap UAS tersebut, karena memang perubahan ini terjadi diluar kesepakatan antara kedua belah pihak.

Ismed pun berharap, jika dikemudian hari dapat diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan UAS. Ia menyatakan siap mengadakan pengajian serupa dengan tempat dan kondisi yang lebih kondusif.

Usai mendapatkan keterangan dari panitia, Kiblat.net menyempatkan diri melihat suasana di area terlarang untuk umum di PLN Disjaya Gambir. Lokasi Gardu Induk yang dimaksud ternyata cukup jauh dari lokasi pengajian, sekira 100 meter dari Masjid Nurul Falat. Lokasi terlarang untuk umum itu terlihat tertutup dan dijaga satpam.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Ini Fakta Seputar Pembatalan Pengajian Ustadz Abdul Somad di Masjid PLN Gambir”

  1. Whyhart

    Cukuplah Allah yg menjadi yang Maha pengadil diakhirat kelak siapa saja yang berkata jujur dan berbohong. Hati-hati buat yg suka merubah kesepakatan/janji dng mengada-adakan alasan yg tidak benar.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus E-KTP, Komunitas Anak Muhammadiyah Pertanyakan Lolosnya Ganjar Pranowo

Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM) menilai penegakan hukum bagi kasus korupsi hancur. Menurut koordinator KAM, Amirullah Hidayat, hal itu dibuktikan dengan Ganjar Pranowo cs yang aman dalam kasus e-KTP.

Jum'at, 29/12/2017 19:15 0

Indonesia

Wali Kota Surakarta Abaikan Fatwa MUI Soal Ucapan Natal

Humas Dewan Syariah Kota Surakarta, Endro Sudarsono mengatakan bahwa laporan DSKS terhadap Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo ke Komnas HAM bertujuan agar hal tersebut tidak terulang lagi.

Jum'at, 29/12/2017 18:12 0

Asia

Kaleidoskop 2017: Tahun Kebangkitan Perlawanan Muslim Rohingya

Tahun 2017 menjadi salah satu tahun yang terkelam bagi kaum muslimin di Rohingya. Menurut laporan MSF, ada sekitar 9.000 warga Rohingya tewas akibat kekerasan rezim junta militer sepanjang tahun ini. Kendati demikian, tahun ini juga menjadi tahun kebangkitan perlawanan mujahidin Rohingya

Jum'at, 29/12/2017 17:49 0

Indonesia

Bimbing Pegawai Ucapkan Selamat Natal, Wali Kota Surakarta Dilaporkan ke Komnas HAM

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Muinnudinnilah Basri akan mengadukan hal tersebut ke Komnas HAM

Jum'at, 29/12/2017 17:32 0

Rusia

Rusia Sesumbar Akan Basmi ‘Jabhah Nusrah’ Tahun 2018

Kepala Staf Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov, mengatakan bahwa kelompok oposisi Jabhah Nusrah (JN) di Suriah akan diberantas pada tahun 2018. 

Jum'at, 29/12/2017 17:22 0

Arab Saudi

Saudi Ungkap Peran Iran dalam Mendukung Kelompok Teroris di Qatif

Pihak keamanan Saudi mengatakan bahwa Iran mendukung kelompok-kelompok teroris untuk melakukan aksi terorisme di kawasan. Di antaranya milisi Hutsi di Yaman, Hizbullah Lebanon, dan elemen-elemen teroris di provinsi Qatif di Arab Saudi timur.

Jum'at, 29/12/2017 16:47 0

Indonesia

Lukman Hakim Imbau Aparatur Kemenag Tebarkan Pesan Damai

Kementerian Agama akan memasuki usia ke-72 pada 3 Januari 2018 mendatang. Dalam hal ini, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin berharap agar seluruh karyawan di Kemenag dapat memelihara seluruh warisan dari para pendahulu.

Jum'at, 29/12/2017 16:09 0

Indonesia

222 Anggota Polri Dipecat Tidak Hormat Tahun 2017, Ini Pelanggarannya

Tito juga menjabarkan ada 170 kasus yang diputuskan terkait tindak pidana di tahun 2017. Rinciannya, narkoba 75 kasus, perzinaan 7 kasus, KDRT 8 kasus, curas (pencurian dengan kekerasan) 8 kasus, pencurian 10 kasus, penganiayaan 18 kasus dan 44 kasus pidana lainnya.

Jum'at, 29/12/2017 15:32 0

Indonesia

Meski Blokir Aplikasi, Cina Sambut Pusat Penelitian Google di Beijing

Google Alphabet Inc mengatakan pihaknya membuka pusat penelitian kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) di Cina untuk menargetkan bakat lokal negara tersebut. Sementara itu, Google sendiri masih diblokir di negara ini.

Jum'at, 29/12/2017 15:14 0

Iran

Tuntut Perbaikan Ekonomi, Pendemo Iran: Tinggalkan Suriah, Pikirkan Kami!

Ratusan orang turun ke jalan-jalan di kota terbesar kedua di Iran, Mashhad pada hari Kamis (28/12/2017) untuk memprotes tingginya harga bahan pokok.

Jum'at, 29/12/2017 14:20 0

Close